Ulasan

Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila

Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
Poster Boboiboy Galaxy Musim 1 (Video)

Animonsta Studio tampaknya nggak benar-benar puas dengan keberhasilan Boboiboy The Movie, sehingga melanjutkan serial animasinya dalam musim terbaru.

Melansir laman Boboiboy Fandom Wiki, tepat pada 25 November 2016-22 Juni 2018 Animonsta kembali meluncurkan serialisasi Boboiboy Galaxy musim 1 dan disiarkan lewat saluran TV3. Ceritanya masih ditulis oleh Anas Abdul Aziz bersama Nizam Razak yang turut mengisi suara beberapa karakter. Namun, musim ini berjalan di bawah arahan sutradara Yap Ee Jean beserta  Dzubir Mohamed Zakaria, yang juga berperan sebagai pengisi suara Ying dan Gopal.

Masih dalam nafas petualangan, friendship, dan fiksi ilmiah, animasinya disuguhkan semakin cetar dengan eksplorasi petualangan antar galaksi. Dalam 24 episode, penonton dibuat menganga sepanjang plot.

Direkrut Tim TAPOPS dan Mengemban Tugas Berat

Boboiboy Galaxy musim 1 mulai menceritakan perjalanan karir Boboiboy dan kawan-kawan yang direkrut oleh komandan Koko Ci masuk dalam tim TAPOPS (Tracker and Protector of Power Spheras). Suatu organisasi luar angkasa yang bertujuan mencari power sphera di seluruh galaksi, dan mengamankan mereka dari tangan alien keji.

Boboiboy, Ying, Yaya, Gopal, dan Fang pun mendapatkan misi utama guna menemukan para power sphera. Walau pada eksekusinya, mereka harus mendatangi beberapa planet seperti Planet Gurunda, Planet Volkania, dan sebagainya dengan halang rintang menghadang. Mereka juga harus menghadapi bajak laut angkasa seperti Kapten Separo, Kapten Vargoba, hingga musuh-musuh baru tanpa terkecuali Adu Du dan Probe. Kendati demikian, petinggi TAPOPS yakni Laksamana Tarung dan Kapten Kaizo senantiasa membantu.

Berhasilkah Boboiboy dan TAPOPS mengumpulkan power sphera dari tangan alien-alien kejam?

Ide dan Plot Kian Unik, Berpadu dengan Animasi Ciamik

Dari segi cerita, menurutku Anaz Abdul Aziz dan Nizam Razak betul-betul kreatif dengan mengembangkan petualangan Boboiboy. Di musim ini setting lokasi bukan hanya di pulau Rintis, melainkan berpencar ke seluruh galaksi termasuk planet-planet fiksi dengan penduduk asli yang unik-unik. Ditunjang dengan upgrade skill dan armor, dan perpecahan kekuatan elemental Boboiboy yang menjadi magnet utama.

Visual animasinya terkesan lebih ringan, dengan komposisi warna agak terang ketimbang musim sebelumnya. Kendati demikian, ada perbedaan fisik tiap-tiap karakter mengingat skip waktu yang panjang. Di musim ini, Boboiboy dan kawan-kawan telah memasuki usia remaja, sehingga sisi komedinya mulai menyusut, tetapi justru menyajikan konsep komedi baru yang menawan.

Villain Baru yang Makin Bikin Dag Dig Dug

Di musim ini, Animonsta sengaja menyajikan jajaran villain yang nggak seremeh Adu Du, dan bahkan melampaui Ejo Jo. Fisiknya pun lebih beragam dengan bakcground lebih luas lagi, disertai dengan skill yang lebih kuat. Bahkan beberapa trik tipuan yang dicampur bumbu ala ‘sihir’ juga menyusup di sini, kendati titik kelemahan nyaris serupa.

Plotnya memang mudah diterka, tetapi upgrade skill dan kuasa Boboiboy disuguhkan lebih menggila bahkan melampaui tingkat elemental kedua. Ditambah dengan kemunculan jajaran power sphera lain, dengan kelanjutan pertempuran full emosi.

Anaz Abdul Aziz dan Nizam Razak All Role Lagi

Lagi-lagi aku terpukau dengan kerja keras Anas Abdul Aziz yang nyaris all role kembali. Sudahlah dia ini penulis cerita juga mengemban beberapa tugas produksi, tapi masih harus menjadi pengisi suara untuk karakter: Tok Aba, Adu Du, Probe, hingga Komandan Koko Ci. Kendati demikian, dia berhasil memberikan esensi karakter berbeda, dengan tone nada yang berbeda pula.

Hal ini mirip dengan Nizam Razak yang juga mengisi suara Papa Zola. Walau nggak ada perubahan pada karakternya. Termasuk pada Dzubir Mohamed Zakaria dan Nur Sarah Alisya yang mengisi suara Gopal dan Yaya.

Justru Yap Ee Jean di sini mengalami sedikit perubahan karakter, sih. Bila di musim awal Ying adalah tukang ngerap dan introvert akut, di musim ini gaya bicaranya lebih santai dan berani. Lalu, Nur Fathiah Diaz juga nggak bisa disepelekan. Dia berhasil membawakan tiap-tiap karakter Boboiboy saat melakukan perpecahan dengan esensi khas. Elemental petir dan halilintar terdengar agak ketus nan dingin, tetapi elemental daun bener-bener ceria khas bocah TK. Itu sesuatu banget mengingat hanya ada satu orang sebagai pengisi suaranya.

Sisi Komedi Meredup, Pelawak Malah Jadi Beban

Kendati aku mengakui upgrade Boboiboy menggila sampai sukses mengeksekusi elemental cahaya sehingga memunculkan Boboiboy Solar, tetapi ada beberapa hal yang bikin nggak sreg.

Pertama, adanya perubahan pengisi suara Ochobot dari Muhamad Fathi Diaz dioper pada Muhamad Abdurrahman Salahudin. Mungkin karena aku kadung nyaman dengan suara Fathi Diaz yang ceria, bertenaga, tetapi lucu dan kebocahan, ya. Namun setelah pengisi suaranya berubah, karakter Ochobot terkesan agak lemah, kurang aktif, dan esensinya berubah.

Kedua, sisi lawak Gopal dan Papa Zola jadi anyep bahkan berubah menjadi beban tim. Gopal yang senantiasa receh, tukang roasting, tetapi over power tiba-tiba dinerf, dan isinya keluhan semua. Memang sih, beberapa kali dia berhasil menekan musuh, tetapi jatuhnya tetap beban tim. Hal ini juga berlaku pada Papa Zola.

Rasa-rasanya, animasi ini lebih mengedepankan Boboiboy dalam segala upgrade, dengan mengabaikan potensi Yaya dan Ying yang sebenarnya over power pula.

Ketiga, esensi Adu Du nyaris menghilang dari musim ini padahal dia adalah bebuyutan Boboiboy, ketika musuh-musuh lain dimunculkan bertubi-tubi. Pun fokusnya dalam mencari energi coklat justru musnah, dan dia ikut-ikutan mencari power sphera lain dengan cara mengikuti keberadaan Boboiboy. Apakah tujuannya berubah? Atau apakah dia didesain manja alias nggak mandiri di musim ini?

Keempat, sisi logika yang rumit. Ketika Boboiboy cs berada di kapal angkasa, kok nggak melayang-layang seperti astronot? Bukankah di luar angkasa nggak ada gravitasi? Lalu, sewaktu mereka berada di planet lain, kok bisa bernapas dengan leluasa? Apa iya ada kandungan oksigen besar di sana?

Tontonan Seru Bareng Keluarga

Bagiku sendiri, animasi ini adalah momentum berkumpul santai bareng keluarga. Kami menikmati sajian humor, petualangan, sampai turut mengomentari upgrade skill yang keren alih-alih mempertanyakan kelogisan scene.

Namun kalau boleh berpendapat, animasi ini sebaiknya ditonton untuk usia 12 tahun ke atas ketika informasi tentang luar angkasa sudah dipelajari. Sehingga mereka mampu berpikir logis, tanpa terpaku pada sajian animasi yang menggunakan background perjalanan luar angkasa dan antar galaksi.

Anyway, karena aku adalah penggemar Boboiboy dan sudah mengikuti perjalanannya dari musim 1 dulu, aku memberikan nilai 9/10 untuk animasi ini.

Identitas Animasi

  • Judul: Boboiboy Galaxy musim 1
  • Sutradara: Yap Ee Jean, Dzubir Mohames Zakaria
  • Penulis Cerita: Anas Abdul Aziz, Nizam Razak
  • Genre: petualangan, fiksi ilmiah, friendship
  • Rilis: 25 November 2016 - 22 Juni 2018
  • Saluran Asli: TV3, Disney Channel Asia
  • Bisa Ditonton: Youtube Animonsta, RTV
  • Negara Asal: Malaysia
  • Bahasa: Bahasa Melayu, Bahasa Inggris
  • Jumlah Episode: 24

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda