Ulasan
Tayang 2 Episode Perdana, Agent Kim Reactivated Penuh Aksi dan Ketegangan
Sebelum bahas dua episode perdana dari Agent Kim Reactivated, apakah Sobat Yoursay sudah menonton drama Mercy for None?
Ketika scrolling di media sosial, saya menemukan beberapa creator menyebut dua drama yang dibintangi oleh Seo Ji-sub tersebut memiliki premis yang cukup mirip. Jujur, saya pribadi belum menonton drama Mercy for None sampai akhir. Sempat melihat episode pertama, tapi saya berhenti karena terlalu brutal.
Dari segi premis, di drama Mercy for None, Seo Ji-sub melakukan balas dendam ke orang-orang yang menyebabkan kematian saudaranya. Sedangkan di drama Agent Kim Reactivated ini Seo Ji-sub berusaha mati-matian untuk menemukan putrinya yang diculik dan membalas dendam pada para pelaku.
Sekilas memang sama-sama mengangkat tema balas dendam. Namun, setelah menonton dua episode perdananya, saya merasa Agent Kim Reactivated menawarkan konflik yang lebih kompleks. Bukan hanya soal membalas seseorang, tetapi juga perjuangan seorang ayah yang harus menghadapi masa lalunya demi menyelamatkan putrinya.
Agent Kim Reactivated masih on going dan baru tayang dua episode perdana. Dari episode pertama, kita dikenalkan dengan tokoh-tokohnya, yang lebih fokus pada kehidupan Kim (Seo Ji-sub) sebagai ayah tunggal yang bekerja di bank. Ia tampak seperti pegawai biasa, tetapi sebenarnya ia sedang menyembunyikan identitasnya sebagai mantan agen elit yang kini sudah menjadi buronan nomor 1 di Korea Utara.
Selain Kim, ada juga Park Jin-cheol (Yoon Kyung-ho), mantan pasukan khusus, dan Seong Han-su (Choi Dae-hoon), mantan peraih medali emas taekwondo nasional dan agen rahasia yang kini membuka studio taekwondo sekaligus menjadi pelatihnya.
Saat Kim Min-ji diculik, Kim justru tidak memilih melapor ke polisi. Ia lebih percaya pada kemampuannya sendiri sebagai mantan agen elit untuk menemukan putrinya sebelum semuanya terlambat. Meskipun untuk melakukannya, Kim terpaksa harus kembali ke kehidupan lamanya sebagai seorang agen yang sudah berusaha ia sembunyikan rapat-rapat demi bisa menjalani hidup normal.
Kim tanpa ragu mempertaruhkan segalanya agar bisa membawa putrinya pulang dengan selamat. Namun rupanya, misi ini tidak mudah. Keberadaan Kim di Korea Selatan mulai tercium pihak Korea Utara yang memburunya. Mereka bahkan mengirim seorang agen rahasia yang terkenal andal untuk menemukan Kim dan membawa kembali kepalanya ke Utara.
Salah satu hal yang menarik perhatian saya di dua episode perdana ini adalah bagaimana drama membangun identitas Kim. Di depan putrinya, ia hanyalah seorang ayah yang tampak biasa-biasa saja. Namun, ketika Min-ji berada dalam bahaya, sosok Kim yang sebenarnya perlahan muncul. Perubahan ekspresi Seo Ji-sub dari ayah yang tenang menjadi mantan agen yang dingin dan penuh perhitungan terasa sangat natural. Adegan aksinya pun cukup intens untuk menunjukkan bahwa Kim memang bukan orang biasa.
Selain pengenalan karakter-karaternya, di dua episode ini, kita juga ditunjukkan kehidupan Min-ji di sekolah. Putri Kim itu ternyata mengalami masa SMA yang cukup sulit. Ia sering dirundung oleh beberapa anak di sekolahnya karena tidak memiliki ibu. Kalau perundungan serupa terjadi di dunia nyata, itu benar-benar parah. Tidak ada anak yang ingin lahir dengan orang tua tunggal. Sekalipun terjadi, itu bukanlah salah sang anak. Apalagi dari pihak orang tua perundung malah membela dan menutupi kesalahan anak mereka.
Adegan tersebut benar-benar membuat saya marah. Drama ini seolah mengingatkan bahwa dalam kasus perundungan, yang jadi persoalan sering kali bukan hanya pelaku, tetapi juga orang-orang dewasa yang memilih menutup mata atau bahkan membela pihak yang bersalah karena memiliki kekuasaan dan uang.
Kembali ke karakter bapak-bapak yang menjadi tokoh utama dalam drama ini. Karena baru memasuki dua episode pertama, chemistry ketiga mantan agen ini memang belum sepenuhnya terbentuk. Namun, trailer dan cuplikan episode berikutnya memberi sinyal bahwa kerja sama mereka akan menjadi salah satu daya tarik utama drama ini. Interaksi di antara mereka sepertinya juga akan ada sedikit sentuhan komedi di tengah cerita yang menegangkan.
Motif penculikan Min-ji awalnya terlihat berkaitan dengan perundungan di sekolah. Namun, sepertinya akan ada kejutan tentang hal ini. Dan konflik pun akan semakin rumit jika benar agen dari Utara ikut campur dalam misi penyelamatan yang dilakukan Kim untuk membawa pulang putrinya. Apapun yang terjadi nanti, saya sih hanya bisa berharap Min-ji bisa pulang ke rumah dengan selamat dan bertemu ayahnya lagi.
Selain nasib Min-ji, saya juga penasaran dengan identitas Sang Ah (Son Na-eun), teman kerja Kim di bank yang tiba-tiba menawarkan bantuan memilih hadiah ulang tahun untuk Min-ji. Saya merasa ada sesuatu yang berbeda dari karakter ini dan entah rahasia apa yang dia sembunyikan di balik penampilannya sebagai pegawai bank.
Sebagai pembuka, menurut saya dua episode pertama Agent Kim Reactivated sudah berhasil menarik perhatian. Alurnya berjalan cukup cepat, adegan aksinya terasa intens, tetapi tetap menyisakan banyak misteri yang membuat saya penasaran menunggu episode selanjutnya. Bagi pencinta genre action, thriller, dan misteri, Agent Kim Reactivated layak masuk daftar tontonan.