Ulasan
Dari Peron Menuju Hati: Dua Puluh Menit Perjalanan di Novel Sashi Kirana
Perhatikan Celah Peron karya Sashi Kirana diterbitkan Elex Media Komputindo pada 3 Juli 2024. Novel ini menunjukkan bahwa kisah cinta yang sederhana dapat meninggalkan kesan mendalam. Novel ini mengajak pembaca menikmati perjalanan emosional dua mahasiswa yang dipertemukan oleh rutinitas menaiki kereta komuter.
Sebagaimana pengumuman yang selalu terdengar di setiap stasiun, "Perhatikan celah peron", novel ini seolah mengingatkan pembacanya untuk memperhatikan celah-celah kecil dalam kehidupan. Sebab, justru dari ruang-ruang sederhana itulah tumbuh perasaan, kedewasaan, dan hubungan yang mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.
Sinopsis Novel
Tokoh utama novel ini adalah Ario, seorang mahasiswa yang diam-diam menyukai Gia, teman satu jurusannya. Ketertarikan Ario bukan muncul karena peristiwa besar, melainkan dari hal-hal sederhana: senyum kecil Gia, kalimat-kalimat singkat yang diucapkannya, hingga perjalanan sekitar dua puluh menit dari kampus menuju stasiun tempat Gia turun. Di ruang yang sempit bernama gerbong kereta itulah hubungan mereka perlahan berkembang.
Sashi Kirana membangun kisah romansa yang terasa alami. Tidak ada cinta pada pandangan pertama yang berlebihan, tidak pula konflik yang dipaksakan. Ario dan Gia memulai hubungan mereka sebagai teman kerja kelompok yang nyaris tidak memiliki interaksi. Namun, kebiasaan pulang bersama membuka ruang bagi keduanya untuk saling mengenal lebih dalam.
Percakapan-percakapan ringan di peron dan dalam kereta menjadi jembatan yang mengubah rasa canggung menjadi kenyamanan.
Karakter Ario menjadi salah satu kekuatan utama novel ini. Ia digambarkan sebagai sosok yang terbuka, jujur terhadap perasaannya, tetapi tetap kikuk ketika berhadapan dengan orang yang disukainya. Tingkah lakunya yang sering salah tingkah, terutama ketika telinganya memerah karena malu, menghadirkan banyak momen yang menggemaskan.
Cara Ario mendekati Gia pun terasa wajar. Ia tidak bermain tarik-ulur secara berlebihan, melainkan menunjukkan ketulusan melalui perhatian-perhatian kecil yang perlahan membangun kepercayaan.
Di sisi lain, Gia hadir sebagai tokoh yang pendiam, lugas, dan sering kali berbicara apa adanya. Perbedaan kepribadian antara Ario dan Gia justru melahirkan dinamika yang menyenangkan. Percakapan mereka mengalir ringan, diselingi candaan dan momen-momen canggung yang membuat pembaca ikut tersenyum. Hubungan keduanya berkembang melalui proses yang masuk akal sehingga romansa yang disajikan terasa dekat dengan pengalaman banyak anak muda.
Meski berlabel novel romansa, Perhatikan Celah Peron tidak hanya berbicara tentang kisah cinta. Sashi Kirana juga menghadirkan persoalan keluarga sebagai konflik pendukung. Gia memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan saudara kembarnya, Gino, yang sangat protektif terhadap sang kakak. Sementara itu, Ario menyimpan jarak emosional dengan ayahnya.
Kedekatan Ario dan Gia justru menjadi pintu bagi keduanya untuk memperbaiki komunikasi dalam keluarga masing-masing. Dengan demikian, novel ini menunjukkan bahwa hubungan yang sehat tidak hanya membawa kebahagiaan bagi pasangan, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan terdekat.
Kelebihan dan Kekurangan
Dari sisi gaya penulisan, Sashi Kirana menggunakan bahasa yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan percakapan sehari-hari generasi muda. Dialog-dialognya terasa hidup sehingga pembaca mudah membayangkan interaksi para tokohnya. Suasana peron, perjalanan kereta, hingga hiruk-pikuk kehidupan mahasiswa menjadi latar yang akrab bagi pembaca perkotaan.
Meski demikian, novel ini masih menyisakan beberapa ruang untuk dikembangkan. Latar kehidupan sebagai pengguna kereta komuter belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai bagian penting dari cerita.
Padahal, dinamika transportasi publik seperti kereta yang padat, penumpang yang berdesakan, atau momen ketika dua orang terpisah karena pintu kereta tertutup berpotensi menghadirkan konflik maupun adegan romantis yang lebih berkesan.
Selain itu, gaya bicara Ario dan Gia terkadang terasa terlalu serupa sehingga karakter keduanya kurang memiliki pembeda yang kuat dalam dialog.
Terlepas dari kekurangan tersebut, City Lite: Perhatikan Celah Peron tetap menawarkan pengalaman membaca yang hangat dan menyenangkan. Novel ini membuktikan bahwa kisah cinta tidak selalu membutuhkan konflik besar untuk menyentuh hati. Kadang, perasaan tumbuh dari perjalanan yang berulang, percakapan sederhana, dan keberanian untuk membuka diri kepada orang lain.
Identitas Buku
- Judul: City Lite: Perhatikan Celah Peron
- Penulis: Sashi Kirana
- Editor: Anidya Larasati
- Penerbit: PT Elex Media Komputindo
- Tanggal Terbit: 3 Juli 2024
- ISBN: 9786230058950
- Tebal: 280 halaman
- Genre: Romance, Young Adult Fiction