Ulasan

Lagu "Tenang Saja (Ini Hanya Fase)" Idgitaf: Obat untuk Kamu yang Sering Kecewa dengan Ekspektasi

Lagu "Tenang Saja (Ini Hanya Fase)" Idgitaf: Obat untuk Kamu yang Sering Kecewa dengan Ekspektasi
Lirik Tenang Saja (Ini Hanya Fase), Full Album Visualizer - Berusaha di Bawah Hujan (Youtube/Idgitaf)

Bicara tentang musisi idola, kini saya bisa katakan Idgitaf adalah salah satunya. Meski sejujurnya, saya baru mulai mengikuti karya Idgitaf sejak mendengar lagu Sedia Aku Sebelum Hujan, saya sudah dibuat jatuh cinta dengan karya-karyanya.

Beberapa waktu lalu, Idgitaf merilis album barunya, Berusaha di Bawah Hujan, dengan 12 lagu yang semuanya enak didengarkan. Salah satunya adalah lagu Tenang Saja (Ini Hanya Fase) yang akan saya bahas dalam artikel kali ini. Selain enak didengar, saya juga merasa lagu tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah lagu yang seolah mengajak kita untuk menerima bahwa masa sulit yang kita lewati hari ini hanyalah fase yang akan berlalu.

"Kenyataan tak melulu akan sesuai harapan. Penyesalan bisa jadi datangnya belakangan."

Alih-alih membuka dengan kalimat motivasi, Idgitaf justru mengawali lagunya dengan kalimat pengakuan yang terasa sangat realistis. Kita seolah diingatkan jika hidup memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya harapan kita tak terwujud dan ada kalanya kita menyesali keputusan yang pernah kita buat sebelumnya.

Melalui lirik tersebut, Idgitaf seakan menyampaikan jika perasaan kecewa adalah bagian dari kehidupan. Dan terkadang, penyesalan memang baru kita sadari setelah semuanya berlalu.

"Tak perlu mencari pembenaran diri. Gagal kali ini bukan akhir dari semua ini."

Pada saat gagal, kita sering kali sibuk mencari alasan, pembenaran, atau terus mengulang kesalahan yang sama di kepala. Padahal, semua itu tidak akan mengubah apa pun. Bait ini seolah mengajak kita untuk berhenti menyalahkan diri sekaligus mengingatkan bahwa satu kegagalan tidak menentukan seluruh perjalanan hidup kita.

Lirik berikutnya, "Tenang saja, ini hanya fase," merupakan bagian inti dari lagu ini yang diulang berkali-kali oleh Idgitaf. Sebuah kalimat yang terdengar sederhana, tetapi mampu menjadi pengingat bahwa tidak ada keadaan yang benar-benar abadi.

Sementara itu, frasa "Jika nanti bisa sedih, tapi bisa bahagia lagi" menunjukkan bahwa kesedihan akan berlalu, sebagaimana kebahagiaan yang juga datang dan pergi. Oleh karena itu, saat sedang berada di titik terendah, kita tidak perlu merasa bahwa hidup akan selamanya seperti ini. Semua ada masanya. Perasaan yang hari ini terasa begitu berat pun suatu saat akan mereda.

"Kelak nanti akan berpihak padamu lagi. Hari baik 'kan menghampirimu kembali, tinggal kau pandai-pandailah."

Bait ini terasa cukup dalam bagi saya. Di sini, kita tidak dijanjikan bahwa hidup akan selalu baik-baik saja. Meskipun begitu, harapan dan kesempatan untuk kembali bahagia selalu ada.

Idgitaf menggunakan frasa "tinggal kau pandai-pandailah" di lirik ini. Menurut saya, ini kalimat yang menarik. Seolah ada pesan tersirat di sana, di mana selain berharap, kita tetap perlu berusaha, belajar, dan bertahan sampai hari baik itu datang.

Lalu lirik "Habis gelap terbitlah terang" bukan kalimat yang asing bagi kita. Setelah masa-masa sulit, selalu ada kemungkinan datangnya masa yang lebih baik. Bukan berarti hidup akan bebas masalah, tetapi setiap kesulitan pasti memiliki akhirnya. Ungkapan ini juga mengingatkan saya pada firman Allah dalam Surah Al-Insyirah yang diulang dua kali, "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." Pesannya terasa sejalan dengan lagu ini: tidak ada kesulitan yang berlangsung selamanya.

"Yang perlu disesuaikan hanya ekspektasi. Tak perlu dibawa hati juga akan engkau lalui."

Rasa kecewa yang lahir di hati kita sering kali bukan hanya karena kenyataan yang tak sejalan dengan harapan, tetapi juga ekspektasi yang terlalu tinggi. Lagu Tenang Saja (Ini Hanya Fase) tidak meminta kita berhenti bermimpi, melainkan mengajak kita belajar menerima bahwa kenyataan kadang berjalan berbeda. Sebab, dengan begitu, kita tidak terus-menerus terjebak dalam rasa kecewa.

"Terang saja kau banyak kecewa dari apa yang terjadi dahulu kala. Jika kau tak temukan apa yang engkau cari, dengar saja lagu ini nanti bisa bahagia lagi."

Bait terakhir ini terasa seperti pelukan hangat untuk orang-orang yang sudah lama menyimpan luka dan kecewa. Mendengarkan lagu ini mungkin memang tidak bisa menjadi penyelesaian atas masalah yang sedang kita hadapi. Namun, terkadang seseorang hanya membutuhkan teman di sisinya yang berkata, "Aku mengerti, kamu sedang lelah. Istirahatlah. Semua akan berlalu."

Lagu yang sangat indah. Bagi saya, Tenang Saja (Ini Hanya Fase) bukan sekadar lagu yang enak didengar, tetapi juga pengingat bahwa kegagalan dan kesedihan bukanlah akhir dari perjalanan.

Secara keseluruhan, lagu ini memang tidak mengatakan bahwa semua masalah akan hilang besok atau hidup akan selalu indah. Sebaliknya, lagu ini mengajak kita menerima bahwa hidup memang terdiri dari fase-fase. Ada masa gagal, ada masa kehilangan, ada masa kecewa, tetapi semua itu tidak berlangsung selamanya. Yang perlu dilakukan hanyalah terus melangkah, menyesuaikan ekspektasi, dan percaya bahwa suatu saat nanti hari baik akan datang kembali.

Sobat Yoursay, sudahkah kalian mendengarkan album terbaru dari Idgitaf? Lagu mana yang menjadi favorit kalian?

Jujur, sulit jika harus memilih satu yang paling disukai. Sebab, semua lagu di album Berusaha di Bawah Hujan ini memang enak didengar dan penuh makna. Tapi, dari semuanya saya paling suka adalah lagu ini, kemudian Sedia Aku Sebelum Hujan, Yuk Pulang, Mungkin di Depan Buram, dan Setengah Langit.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda