Ulasan
Sebentang Kearifan dari Barat: Menyusuri Islam di Tanah Eropa
Ada kalanya kita harus pergi jauh untuk melihat sesuatu yang sebenarnya dekat dengan diri sendiri. Itulah salah satu kesan yang muncul ketika membaca Sebentang Kearifan dari Barat: Islam dalam Perjalanan antara Australia, Jerman, dan Spanyol karya Oki Setiana Dewi bersama Laura Ariestiyanti.
Buku yang diterbitkan Mizania, bagian dari grup Mizan, ini pertama kali terbit pada 2018. Isinya merupakan catatan perjalanan sekaligus refleksi Oki ketika berinteraksi dengan masyarakat di Australia, Jerman, dan Spanyol.
Isi Buku
Yang menarik, perjalanan dalam buku ini tidak berhenti pada cerita soal destinasi wisata. Oki justru menjadikan perjalanan sebagai ruang untuk belajar. Ia mengamati manusia, budaya, kehidupan sosial, hingga bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan dipraktikkan di tengah masyarakat yang mayoritas bukan Muslim.
Australia menjadi salah satu tempat yang memberikan perspektif menarik bagi Oki. Di sana ia melihat adanya perbedaan karakter sosial antara masyarakat Barat dan Timur. Masyarakat Timur sering diasosiasikan dengan budaya gotong royong, kebersamaan, dan kecenderungan untuk saling membantu. Sementara masyarakat Barat lebih menonjolkan individualisme.
Namun, individualisme yang dimaksud tidak sesederhana “cuek dengan orang lain”. Justru Oki melihat ada sisi lain dari konsep tersebut. Individualisme dapat berarti penghormatan terhadap ruang privat, kebebasan pribadi, serta hak setiap orang untuk menentukan urusannya sendiri. Seseorang tidak otomatis dianggap egois hanya karena tidak mencampuri kehidupan orang lain.
Dari sini muncul pelajaran penting: perbedaan budaya tidak selalu berarti perbedaan nilai kemanusiaan. Seseorang bisa memiliki cara hidup berbeda, tetapi tetap menghormati orang lain.
Pengalaman semacam itu membuat perjalanan Oki terasa seperti proses bercermin. Ia tidak sekadar bertanya bagaimana masyarakat Barat, tetapi juga secara tidak langsung mengajak pembaca bertanya bagaimana seharusnya kita sebagai Muslim bersikap kepada orang lain.
Kelebihan dan Kekurangan
Islam dalam buku ini tidak ditempatkan sebagai identitas yang eksklusif. Sebaliknya, nilai seperti toleransi, penghormatan, kedamaian, dan kasih sayang justru menjadi bagian penting dari pembahasan.
Oki juga menemukan bahwa masyarakat di negara-negara Barat yang ia kunjungi memiliki pemahaman dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip Islam. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Muslim dan non-Muslim tidak harus dibangun berdasarkan kecurigaan atau prasangka.
Justru, interaksi langsung bisa membuka ruang dialog. Bagian yang tidak kalah menarik adalah perjalanan menelusuri jejak Islam di Spanyol, khususnya Andalusia. Bagi sejarah Islam, Andalusia memiliki posisi istimewa. Kawasan tersebut pernah menjadi salah satu pusat peradaban Islam yang berkembang pesat di Eropa. Ilmu pengetahuan, kebudayaan, arsitektur, filsafat, dan berbagai bidang kehidupan pernah tumbuh di sana.
Melalui napak tilas tersebut, pembaca tidak hanya diajak melihat peninggalan sejarah, tetapi juga merenungkan bagaimana sebuah peradaban bisa tumbuh, mencapai kejayaan, lalu mengalami perubahan.
Pesan Moral
Di sinilah buku ini menjadi lebih dari sekadar travelogue. Perjalanan geografis berubah menjadi perjalanan spiritual.
Australia memberikan pengalaman tentang perbedaan budaya. Jerman membuka ruang untuk melihat kehidupan Muslim dalam konteks masyarakat Eropa. Sementara Spanyol menghadirkan refleksi sejarah tentang kejayaan Islam di masa lalu.
Ketiganya seperti kepingan yang saling melengkapi. Salah satu pesan yang terasa kuat dari buku ini adalah bahwa Islam tidak seharusnya hanya dipahami melalui label, simbol, atau identitas. Nilai Islam juga dapat dilihat dari bagaimana seseorang memperlakukan manusia lain.
Toleransi, penghormatan, kedamaian, dan kepedulian menjadi nilai universal yang dapat ditemukan lintas negara dan budaya.
Pada akhirnya, Sebentang Kearifan dari Barat mengajak pembaca keluar sebentar dari ruang yang selama ini dianggap familiar. Kita diajak melihat Barat bukan hanya sebagai tempat yang berbeda, tetapi sebagai ruang belajar.
Dan mungkin, justru ketika kita berani melihat dunia dari perspektif orang lain, kita semakin memahami siapa diri kita sendiri. Sebab perjalanan paling jauh kadang bukan perjalanan dari satu negara ke negara lain, melainkan perjalanan dari prasangka menuju pemahaman.
Identitas Buku
- Judul: Sebentang Kearifan dari Barat: Islam dalam Perjalanan antara Australia, Jerman, dan Spanyol
- Penulis: Oki Setiana Dewi
- Penerbit: Mizania
- Tahun Terbit: 2018
- Tebal: xxvi + 256 halaman
- ISBN: 978-602-418-173-4