Ulasan

Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini

Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini
Buku The Art of Stoicism. (Dok. Pribadi/Dian Haerani)

The Art of Stoicism, mungkin sudah bisa ditebak kalau ini merupakan salah satu buku berjenis pengembangan diri yang berisi berbagai tips untuk menerapkan prinsip stoikisme dalam hidup kita.

Sebagai salah satu anak muda yang termasuk ke dalam golongan generasi Z, saya adalah pribadi yang mulai membuka mata perihal pentingnya kesehatan mental dibanding aspek-aspek lain dalam kehidupan. Salah satu cara untuk mewujudkan kondisi mental yang baik menurut saya adalah dengan membaca buku.

Di era yang penuh dengan paparan sinar biru buatan yang bersumber dari gadget (terutama ponsel), membaca buku di zaman ini merupakan kegiatan bagus yang juga menyehatkan. Bahkan membaca merupakan hobi yang mahal sekarang, mengingat pajak dan harga buku yang sudah mahal sejak lama.

Kali ini buku yang saya pilih adalah buku bertajuk The Art of Stoicism karya Adora Kinara. Buku ini mengajarkan kita untuk menerapkan prinsip yang diajarkan oleh filsafat kuno asal Yunani tentang pengendalian diri, ketenangan batin, dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan oleh diri sendiri.

Saya memutuskan untuk setuju pada kebanyakan saran yang diberikan Adora Kinara dalam buku ini. Bahwa kita harus bisa menjadi pemimpin bagi pikiran kita sendiri. Karena di era maraknya media sosial yang hampir merenggut kehidupan nyata kita, seringkali pikiran kita yang terpengaruh oleh konten-konten palsu di dunia maya justru menjadi kontrol bagi hidup kita.

Menariknya buku ini adalah sang penulis menyampaikan berbagai pesannya dengan menyajikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Bahasanya pun terkesan sederhana, saya merasa seperti dinasihati langsung oleh seorang kakak dengan berbagai studi kasus yang akurat sesuai dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya pada dirinya.

Selayaknya stoikisme yang dijelaskan dimana-mana, buku ini berfokus pada apa yang layak untuk mendapat perhatian kita dan apa yang sebenarnya tidak bisa kita paksakan. Apa yang berada dalam kendali kita, dan apa yang sama sekali bukan ranah kita untuk urusi.

Klise memang. Tapi kita seringkali lupa. Maka dari itu, buku-buku seperti ini sangat perlu untuk kita baca berulang-ulang sebagai pengingat diri ketika kita sudah terlalu jauh dan terlarut pada hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Memangnya kenapa kalau kita fokus pada hal yang di luar kendali kita?

Kesehatan mental kita taruhannya. Ketika kita mencoba untuk mengendalikan hal yang sebenarnya di luar kendali kita, mungkin akan terjadi hal yang tidak sesuai dengan harapan. Perasaan kecewa, sakit hati, hilang arah, mungkin akan muncul dan membuat kita terpuruk sampai depresi. 

Adora Kinara menuliskan berbagai contoh mengenai hal ini, tentang rezeki, jodoh, dan juga maut. Hal-hal di luar kendali kita yang seringkali kita inginkan dengan menggebu-gebu sampai terkesan memaksa. Contoh yang paling menarik perhatian saya dalam buku ini adalah perihal rezeki, dalam kasus ini karir.

The Art of Stoicism

Kutipan buku The Art of Stoicism (Dok. Pribadi/Dian Haerani)
Kutipan buku The Art of Stoicism (Dok. Pribadi/Dian Haerani)

Penulis menceritakan tentang keinginan orang tuanya yang ingin ia menjadi seorang PNS. Tentu saja keinginan orang lain bukanlah hal yang bisa kita kendalikan. Ia tidak bisa memaksa orang tuanya untuk tidak menginginkan seorang anak yang jadi PNS.

Pada kasus ini, Adora Kinara mengatakan bahwa dirinya tidak melawan keinginan orang tuanya meski pun ia tidak menginginkan hal yang sama. Tapi di sisi lain, ia juga tidak melawan keinginannya sendiri yang memiliki cita-cita yang alurnya jauh berbeda dari keinginan orang tuanya.

Kebanyakan anak akan marah dan membangkang pada situasi ini. Tapi karena penulis yang menerapkan sikap tenang ala stoikisme, ia bisa mengatur responsnya terhadap keinginan sang orang tua. Adora Kinara mengusahakan secukupnya apa yang orang tuanya mampu tanpa harus mengorbankan cita-citanya sendiri.

Karena pada kasus ini, menjadi PNS bukanlah hal yang bisa ditentukan oleh diri kita sendiri. Ada alur panjang dan seleksi yang harus dilakukan. Ketika orang tuanya sudah melihat ia berusaha namun tak kunjung berhasil, Adora Kinara seolah membuktikan langsung bahwa menjadi PNS bukanlah takdirnya.

Ia tidak memaksa orang tuanya untuk menerima apa yang dia mau, tapi membuktikan dengan sendirinya kalau dirinya tidak berasal dari dunia PNS yang diinginkan Ibu Bapaknya itu. Dengan begitu, tidak ada keributan. Tidak ada hubungan anak-orang tua yang terpecah belah. Semua tetap damai dan tenang.

Dari buku ini, saya juga menandai kutipan dari Marcus Aurelius yang disajikan oleh sang penulis. Bunyinya adalah, "Kita tidak dapat mengendalikan peristiwa di luar kendali kita, tetapi kita dapat mengendalikan pikiran kita, sikap kita, dan persepsi kita terhadap mereka."

Sudahkah kamu menerapkan stoikisme dalam kehidupan sehari-harimu? Yuk, baca juga bukunya!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda