Ulasan
Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah
Menjalani kehidupan tidak selalu mudah. Ada kalanya kita berhadapan dengan persoalan yang menguras pikiran, tenaga, dan kesabaran. Dalam keadaan seperti itu, cara kita memandang masalah turut menentukan langkah yang akan diambil. Ketika mampu menerima kenyataan dan mengubah cara berpikir, persoalan yang semula terasa berat dapat dihadapi dengan lebih tenang.
Buku karya Ainur Zaim berjudul Pasti Ada Jalan Keluar, yang diterbitkan Laksana pada 2019, hadir untuk membahas cara menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Buku ini berisi motivasi dan panduan dengan tema yang beragam. Kita dapat membacanya secara berurutan ataupun memilih bab yang sesuai dengan persoalan yang sedang dihadapi. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga gagasan penulis cukup mudah dipahami.
Salah satu pembahasan utama buku setebal 224 halaman ini adalah cara menyelesaikan masalah yang datang silih berganti. Persoalan tidak seharusnya membuat kita berhenti pada keadaan yang sama. Kita perlu mencari jalan keluar agar kehidupan dapat terus berjalan. Dalam pandangan penulis, jalan keluar bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa atau sekadar bentuk pelarian dari kenyataan.
Sebagaimana disampaikan dalam buku ini, “jalan keluar terbaik yang didapatkan melalui tiga kombinasi penting dalam ajaran Islam, yaitu usaha yang sungguh-sungguh, doa yang tulus, dan berserah diri sepenuhnya kepada ketetapan Allah Swt.” (hlm. 7).
Gagasan tersebut mengingatkan kita bahwa menghadapi masalah tidak cukup hanya dengan berharap keadaan berubah. Ada usaha yang perlu dilakukan, doa yang menyertai, serta sikap tawakal terhadap hasilnya. Cara pandang ini dapat membantu kita menghadapi persoalan secara lebih terarah sekaligus menerima hal-hal yang berada di luar kendali.
Pembahasan berikutnya berkaitan dengan alasan di balik hadirnya ujian dalam kehidupan. Setiap orang tentu pernah berada pada titik jenuh ketika menghadapi persoalan. Ujian sering kali dipandang sebagai beban, padahal menurut penulis, masalah juga dapat menjadi sarana untuk mengingatkan dan memperbaiki diri. Masalah bukan semata-mata hukuman, tetapi dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah Swt. agar kita merenung, menyadari kesalahan, dan memperbaiki kehidupan. Penulis juga mengaitkannya dengan pengguguran dosa-dosa masa lampau (hlm. 33).
Pemikiran tersebut dapat menjadi bahan introspeksi. Ketika menghadapi kesulitan, kita tidak hanya dituntut mencari penyelesaian, tetapi juga melihat kembali sikap dan tindakan yang telah dilakukan. Dengan demikian, sebuah ujian dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
Dari segi fisik, buku ini memiliki ukuran 14 × 20 cm sehingga cukup ringkas dan mudah dibawa. Kita dapat membacanya di sela aktivitas tanpa perlu membawa buku berukuran besar.
Meski demikian, beberapa pembahasan praktis, terutama mengenai pencarian kerja dan pengembangan kemampuan, masih mengacu pada kondisi beberapa tahun lalu. Perubahan dunia kerja yang semakin digital membuat sebagian tips tersebut perlu disesuaikan dengan keadaan sekarang. Di sisi lain, pembahasan mengenai pengelolaan mental, pola pikir negatif, dan nilai-nilai spiritual masih relevan karena berkaitan dengan persoalan yang dapat dialami siapa saja.
Tema lain yang dibahas antara lain keberanian mengambil risiko, pentingnya berfokus pada solusi, serta amalan seperti sedekah dan puasa dalam menghadapi kebuntuan hidup. Beragam pembahasan tersebut menjadikan buku ini dapat dibaca sesuai kebutuhan pembaca.
Pada akhirnya, Pasti Ada Jalan Keluar mengajak kita memahami bahwa persoalan merupakan bagian dari kehidupan. Selama kita bersedia berusaha, berdoa, melakukan introspeksi, dan bertawakal, masalah tidak harus menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Buku ini dapat menjadi salah satu bacaan bagi kita yang sedang membutuhkan sudut pandang baru dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Identitas Buku:
Judul Buku: Pasti Ada Jalan Keluar
Penulis: Ainur Zaim
Penerbit: Laksana
Cetakan: Pertama, 2019
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-602-407-633-7