Ulasan
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
Drama Korea 'Can This Love Be Translated?' menawarkan premis romantis yang cukup sederhana, tetapi memiliki ruang emosional yang membuat alur cerita semakin dalam dan menyentuh.
Dibintangi oleh Kim Seon Ho dan Go Youn Jung, drama ini mempertemukan seorang selebriti dengan penerjemah yang harus bekerja bersama di tengah perjalanan dan kesibukan syuting di berbagai negara.
Drama bergenre komedi romantis ini memiliki 12 episode dan tayang di Netflix. Selain Kim Seon Ho dan Go Youn Jung, jajaran pemainnya diisi oleh Fukushi Sota, Lee Yi Dam, Choi Woo Sung, dan Hyunri.
Sejak awal, drama ini membawa pertanyaan yang menarik jika dua orang memiliki perasaan yang sama, tetapi tidak selalu mampu memahami cara satu sama lain mengungkapkannya, apakah cinta tetap bisa menemukan jalannya?
Sinopsis Can This Love Be Translated?: Penerjemah yang Kesulitan Menerjemahkan Perasaan
Cerita berpusat pada seorang selebriti yang kehidupannya berada di bawah sorotan publik dan seorang penerjemah profesional yang terbiasa menjadi jembatan komunikasi bagi orang lain.
Keduanya dipertemukan melalui pekerjaan yang membawa mereka bepergian ke berbagai tempat. Seharusnya, tugas sang penerjemah sederhana, memastikan komunikasi berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahpahaman.
Namun, persoalan menjadi jauh lebih rumit ketika hubungan profesional tersebut perlahan berubah menjadi kedekatan emosional.
Sang penerjemah terbiasa menerjemahkan kata-kata orang lain. Ia memahami bahasa, konteks, intonasi, bahkan makna yang terkadang tidak diucapkan secara langsung.
Ironisnya, ketika berhadapan dengan perasaannya sendiri, kemampuan tersebut tidak otomatis membuat semuanya menjadi mudah.
Di sisi lain, kehidupan sang selebriti membuatnya tidak bebas mengekspresikan perasaan. Popularitas, pekerjaan, tuntutan industri hiburan, dan kehidupan pribadi yang terus menjadi perhatian membuat hubungan mereka memiliki banyak batasan.
Perbedaan bahasa akhirnya bukan sekadar persoalan kosakata. Bahasa menjadi simbol dari jarak emosional yang harus mereka lewati.
Mereka mungkin dapat memahami arti sebuah kalimat, tetapi belum tentu memahami maksud di baliknya. Sebuah ucapan sederhana bisa menimbulkan salah tafsir, sementara perasaan yang sebenarnya justru tersimpan tanpa pernah disampaikan.
Perjalanan lintas negara yang menjadi latar cerita juga memberikan ruang bagi drama untuk mempertemukan karakter dengan lingkungan dan budaya yang berbeda. Dari sinilah kisah cinta mereka berkembang: bukan hanya tentang apakah mereka saling menyukai, tetapi apakah mereka mampu memahami satu sama lain ketika komunikasi tidak pernah benar-benar sederhana.
Chemistry yang Kuat dan Mengesankan
Kekuatan terbesar dari serial 'Can This Love Be Translated?' ini berada pada konsep hubungan antara selebriti dan penerjemah. Profesi tersebut menciptakan dinamika yang berbeda dari formula romansa Korea pada umumnya.
Penerjemah selalu berada di antara dua orang. Ia bertugas menyampaikan pesan, tetapi tidak seharusnya memasukkan perasaannya sendiri. Ketika dirinya justru menjadi bagian dari kisah cinta, batas profesional dan personal mulai menjadi persoalan.
Di sinilah Kim Seon Ho dan Go Youn Jung memiliki tanggung jawab besar. Chemistry keduanya harus terasa natural agar hubungan yang berkembang dari interaksi pekerjaan menjadi romansa tidak terasa dipaksakan.
Kim Seon Ho memiliki kemampuan memainkan karakter yang hangat dan emosional, sementara Go Youn Jung dapat memberikan energi yang lebih tenang sekaligus kuat. Perbedaan karakter tersebut berpotensi menghasilkan interaksi yang menarik, terutama ketika keduanya menghadapi situasi canggung atau salah memahami perasaan masing-masing.
Kehadiran Fukushi Sota, Lee Yi Dam, Choi Woo Sung, dan Hyunri juga berpotensi memperluas konflik sehingga cerita tidak hanya berputar pada pasangan utama.
Namun, drama ini juga menghadapi tantangan. Konsep “cinta terhalang bahasa” terdengar menarik pada awalnya, tetapi akan cepat kehilangan daya tarik apabila hanya digunakan sebagai sumber kesalahpahaman berulang.
Drama perlu memberikan alasan emosional yang lebih kuat daripada sekadar karakter tidak memahami ucapan satu sama lain.
Justru akan lebih menarik jika persoalan bahasa digunakan untuk membahas komunikasi dalam hubungan secara lebih realistis. Dalam kehidupan nyata, pasangan tidak selalu gagal memahami satu sama lain karena perbedaan bahasa. Sering kali masalah muncul karena seseorang tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan.
Kisah yang Bukan Sekadar Romansa, tetapi Tentang Cara Memahami Seseorang
Jika dieksekusi dengan baik, Can This Love Be Translated? dapat menjadi lebih dari sekadar drama romantis ringan.
Pertanyaan terbesar yang ditawarkan drama ini bukan hanya apakah dua karakter utama akhirnya bersama. Persoalan yang lebih menarik adalah bagaimana seseorang dapat memahami orang lain ketika kata-kata tidak pernah mampu menyampaikan seluruh isi hati.
Menariknya, profesi penerjemah justru menjadi metafora utama cerita. Seorang penerjemah dapat mengubah satu bahasa menjadi bahasa lain, tetapi tidak selalu dapat menerjemahkan emosi secara sempurna.
Begitu pula dalam hubungan manusia.
Kita bisa menjelaskan sesuatu berkali-kali, tetapi belum tentu orang lain memahami apa yang kita rasakan. Sebaliknya, seseorang terkadang mampu memahami perasaan kita hanya melalui gestur kecil, tatapan, atau tindakan sederhana.
Inilah yang membuat Can This Love Be Translated? memiliki potensi menjadi romansa yang hangat sekaligus reflektif.
Dengan 12 episode, drama ini memiliki cukup ruang untuk membangun hubungan secara bertahap tanpa harus terburu-buru menuju akhir. Latar perjalanan internasional juga memberikan variasi visual sekaligus memperkuat gagasan bahwa cinta dapat tumbuh meskipun manusia berasal dari lingkungan yang berbeda.
Drama 'Can This Love Be Translated?' ini menjadi salah satu tontonan romantis yang tidak hanya manis, tetapi juga meninggalkan sesuatu untuk dipikirkan setelah episode terakhir selesai.