Ulasan

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar
Novel Melodi Senin karya Yuukagem. (Dok. Pribadi/Agustian)

Melodi Senin merupakan novel remaja karya Yuukagem yang diterbitkan oleh Laksana pada 2019. Novel ini memiliki 204 halaman dan mengangkat kehidupan anak sekolah dengan berbagai persoalan yang dekat dengan keseharian. Ceritanya berpusat pada Yuka Efelin, Heru Fernandes, serta Pak Yogas yang sering terlibat dalam berbagai kejadian di sekolah.

Cerita Novel Melodi Senin

Yuka Efelin adalah siswi kelas 2 IPA 1 yang punya kebiasaan unik, yaitu sering membolos setiap hari Senin dengan memanjat tembok belakang sekolah. Kebiasaannya itu membuat Yuka mendapat julukan “Buronan Senin” dan sering menjadi sasaran kejar-kejaran Pak Yogas, guru sejarah yang tidak pernah bosan memberikan hukuman agar Yuka kapok dan kembali mengikuti pelajaran.

Di balik kebiasaannya membolos, Yuka ternyata punya alasan sendiri. Ia bekerja di sebuah toko roti pada hari Senin untuk mengumpulkan uang demi rencana kuliahnya nanti. Masalahnya, Yuka juga harus mempertahankan posisinya di kelas unggulan. Ia tidak ingin pekerjaannya membuat prestasi sekolahnya turun, sehingga harus pintar membagi waktu meski semuanya tidak selalu berjalan lancar.

Sementara itu, ada Heru Fernandes, siswa kelas 2 IPS yang juga sering membolos. Berbeda dengan Yuka, Heru lebih dikenal sebagai playboy sekolah yang gemar berganti pacar dalam waktu singkat. Suatu ketika, ia menjadi tempat Yuka mendarat saat gadis itu melompati tembok sekolah. Dari kebiasaan membolos di waktu yang sama, keduanya kemudian mulai saling mengenal.

Kedekatan Yuka dan Heru membuat hari-hari di sekolah menjadi semakin ramai. Mereka juga harus berhadapan dengan Pak Yogas yang selalu punya cara untuk memberi hukuman kepada dua murid tersebut. Meski sering membuat masalah, hubungan mereka perlahan berkembang menjadi persahabatan yang membuat keduanya saling mengenal lebih jauh.

Masalah mulai terasa ketika alasan Yuka membolos tidak lagi bisa disembunyikan. Heru akhirnya mengetahui bahwa Yuka bekerja di toko roti dan kemudian memberitahukan hal tersebut kepada Pak Yogas. Yuka sempat marah karena merasa urusannya dibongkar, tetapi keadaan perlahan berubah setelah Heru menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud membuat Yuka kehilangan pekerjaannya.

Dari berbagai kejadian tersebut, kehidupan Yuka di sekolah tidak lagi hanya soal bolos dan hukuman. Ia harus tetap mengejar prestasi, bekerja untuk mempersiapkan masa depan, sekaligus menghadapi hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Kehadiran Heru dan Pak Yogas pun membuat perjalanan Yuka menjadi lebih berwarna, terutama saat alasan di balik kebiasaannya mulai diketahui.

Awalnya, Melodi Senin ini kelihatan kayak cerita cinta SMA biasa, tapi pas kubaca sampai habis, ternyata isinya jauh lebih dalam. Novel ini sukses menggambarkan kehidupan remaja yang nggak melulu soal cinta monyet, tapi juga soal perjuangan hidup dan tuntutan buat dewasa sebelum waktunya. Lewat karakter Yuka Efelin si "buronan Senin" yang hobi bolos, penulis berhasil bikin tokoh utama yang nggak sempurna, tapi bikin kita empati karena dia terpaksa bolos demi kerja paruh waktu buat biaya kuliahnya nanti.

Hubungan benci jadi cinta antara Yuka dan Heru Fernandes jadi bumbu utama yang bikin ceritanya seru banget. Awalnya mereka musuhan karena Heru cepu soal rahasia Yuka ke Pak Yogas, tapi pelan-pelan mereka malah jadi saling peduli dengan porsi yang pas tanpa terasa dipaksakan. Perubahan karakter Heru yang tadinya playboy terus berubah jadi cowok suportif bener-bener jadi poin plus yang bikin betah baca sampai halaman terakhir.

Meskipun tema enemies-to-lovers kayak gini udah sering aku temuin di Wattpad atau aplikasi baca lain, Yuukagem tetap bisa kasih sentuhan yang segar. Penulis pinter mencampur tekanan ujian, gengsi khas anak SMA, dan masalah keuangan ke dalam alur cerita yang pas. Konflik yang dihadapi Yuka terasa nyata dan dekat banget sama kehidupan sehari-hari, apalagi pas dia bilang, "Terkadang, kita harus pura-pura kuat hanya untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja." Kutipan itu bener-bener ngena dan menggambarkan beratnya posisi Yuka.

Overall, novel ini tipe bacaan santai tapi tetep ninggalin kesan mendalam dan pesan moral yang kuat. Buku ini punya kutipan ikonik lain yang nasehatin kita buat nggak asal nilai orang, yaitu, "Jangan pernah menilai buku dari covernya, karena kamu tidak tahu bab apa yang sedang dia lalui." Buat kamu yang lagi butuh motivasi belajar atau kangen masa-masa SMA, Melodi Senin wajib masuk reading list-mu karena buku ini membuktikan kalau di balik stigma buruk seorang murid, selalu ada perjuangan yang nggak semua orang tahu.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda