Ulasan
Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark
"Kalau kesialan seseorang itu adalah madu yang manis, maka rahasia seseorang itu adalah rempah-rempah berkualitas tinggi. Rahasia akan menjadikan kehidupan orang yang mengetahuinya menjadi harum dan memberikan rasa yang penuh akan cita rasa." (Girls in the Dark, halaman 227).
Girls in the Dark merupakan novel bergenre misteri thriller dengan subgenre iyamisu karya Akisyoshi Rikako yang diterjemahkan pertama kali oleh penerbit Haru pada tahun 2014 lalu. Novel ini termasuk ke dalam subgenre iyamisu karena berfokus pada sisi gelap psikologis manusia dan memiliki plot twist yang mencengangkan serta penyelesaian cerita yang meninggalkan kesan rasa tidak nyaman dan getir di hati para pembaca.
Di dalam novel Girls in the Dark akan ada enam cerita yang masing-masing ditulis oleh para anggota klub sastra untuk mengenang seminggu setelah kematian ketua klub mereka, Shiraishi Itsumi. Enam cerita tersebut akan menggunakan sudut pandang masing-masing anggota dan mengungkapkan analisis mereka mengenai pelaku pembunuhan Itsumi yang tidak lain adalah anggota klub sastra itu sendiri.
Girls in the Dark banyak mengajarkan para pembaca tentang rasa iri, dengki, dan dendam yang disembunyikan di balik senyuman manis bisa menumpuk menjadi mosnter yang siap menghancurkan hidup orang yang dibenci. Selain itu, apa yang terlihat di luar belum tentu di dalamnya juga akan terlihat seperti itu. Dalam latar cerita sekolah elite yang dipenuhi oleh para siswa yang cantik, punya status sosial dan reputasi yang bagus, serta kekayaan luar biasa tidak bisa menjamin moral mereka juga bagus.
Dari enam cerita yang dijabarkan, para pembaca sadar bahwa masing-masing dari seseorang memiliki sudut pandang sendiri yang bisa menguntungkan mereka. Hal ini mengajarkan bahwa para pembaca tidak boleh menelan mentah-mentah cerita dari satu pihak sebelum dapat melihat gambaran besarnya seperti apa.
Sinopsis Novel Girls in the Dark
Cerita bermula dari pertemuan rutin yang diadakan oleh Klub Sastra bernama Yami-nabe. Dalam acara ini, seluruh lampu akan dipadamkan, para anggota akan membawakan bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Lalu, semua anggota akan memasukkan bahan tersebut ke dalam panci berisi air mendidih lalu memakannya. Karena saling tidak tahu bahan makanan apa yang dibawa, rasa makanan mereka akan terasa kacau.
Pertemuan Yami-nabe ini diadakan seminggu setelah kematian ketua klub mereka, yakni Shiraishi Itsumi. Untuk mengenang kematian Itsumi, para anggota menuliskan satu buah cerita pendek dan membacakannya saat acara tersebut berlangsung. Masing-masing dari lima anggota ditambah dengan ketua klub yang baru akan membacakan naskah cerita pendek yang akan menceritakan tentang pertemuan pertama mereka bertemu dengan Shiraishi Itsumi, cerita bagaimana mereka bisa memasuki klub sastra, hingga analisis mereka mengenai pelaku utama yang telah membunuh Itsumi, yang juga termasuk para anggota dalam klub sastra itu sendiri.
Namun, adakah di antara mereka yang berhasil menebak pelaku utamanya?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Girls in the Dark menggunakan banyak sudut pandang atau multi-POV. Cerita ini akan menampilkan enam sudut pandang yang menampilkan pandangan baru di setiap babnya dan menjatuhkan kesaksian cerita dari anggota sebelumnya yang sudah terdengar sangat menjanjikan. Dengan penggunaan sudut pandang yang berbeda di setiap babnya, para pembaca jadi ikut terkecoh dan merasa penasaran hingga di akhir cerita.
Selain itu, sebagai pelopor subgenre iyamisu di Indonesia, Girls in the Dark sukses memberikan akhir dengan plot twist yang mengejutkan. Pembaca yang awalnya sudah menebak siapa pelakunya kembali dikejutkan oleh plot twist berlapis menuju akhir cerita. Meski mengusung tema thriller psikologis yang berat, gaya narasi dan terjemahan sangat mudah dipahami dan tidak bertele-tele membuat pembaca tanpa sadar terus membuka halaman demi halaman novel ini tanpa merasa bingung akan alurnya.
Di sisi lain, sesuai dengan genrenya, Girls in the Dark akan menyajikan plot twist berlapis dan meninggalkan kesan tidak nyaman dan rasa getir para pembacanya. Bagi para pembaca yang menyukai novel misteri thriller dengan plot twist berlapis, narasi yang mudah dipahami, dan tidak masalah dengan bacaan subgenre iyamisu, maka novel ini akan dijadikan rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, bagi para pembaca yang belum terbiasa untuk membaca novel dengan subgenre iyamisu, maka novel ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan mual bagi sebagian para pembaca.
Identitas Novel
- Judul: Girls in the Dark
- Penulis: Akiyoshi Rikako
- Tahun Terbit: Mei 2014 (cetakan pertama), Juli 2026 (cetakan kedua puluh dua)
- Penerbit: Penerbit Haru (edisi terjemahan Indonesia)
- Tebal: 288 halaman
- ISBN: 9786025297281
- Genre: Misteri thriller psikologis, iyamisu