Ulasan
Review Film Apocalypse Z: New World, Sajikan Teror Zombie di Tanah Spanyol!
Apocalypse Z: New World (2026) merupakan sekuel dari Apocalypse Z: The Beginning of the End (2024), film horor pasca-apokaliptik Spanyol yang diarahkan kembali oleh Carles Torrens dan diadaptasi dari karya sastra Manel Loureiro.
Film ini dirilis secara eksklusif di Prime Video pada 30 Oktober 2026 di lebih dari 240 negara dan wilayah, termasuk Indonesia. Saat ini, film tersebut sudah tersedia untuk ditonton melalui langganan Prime Video di wilayah Indonesia.
Kepulauan Canary: Benteng Terakhir dan Krisis Sumber Daya

Setelah wabah virus TSJ menghancurkan sebagian besar Eropa, Kepulauan Canaria menjadi salah satu tempat perlindungan terakhir yang relatif aman. Sebuah misi militer diluncurkan ke daratan Spanyol (termasuk kawasan Madrid yang hancur) untuk mencari pasokan vital seperti makanan dan obat-obatan.
Roberto (diperankan Carlos Alcaide), seorang rekrutan yang bergabung dengan niat tersembunyi, ikut serta dalam ekspedisi berbahaya ini.
Misi yang semula bersifat logistik segera berubah menjadi perjuangan bertahan hidup yang brutal ketika kelompok tersebut menghadapi gerombolan terinfeksi dalam skala besar serta konflik internal yang menguji loyalitas dan kemanusiaan.
Film ini memperluas cakupan cerita dibanding pendahulunya. Jika bagian pertama lebih berfokus pada pengalaman individu yang intim, sekuel ini mengadopsi pendekatan ensemble dengan elemen perang dan aksi yang lebih masif.
Pemeran utama meliputi Carlos Alcaide sebagai Roberto, Julia Martínez, José María Yazpik yang kembali sebagai Pritchenko, Berta Vázquez sebagai Lucía, Mónica López, Tamara Casellas, Santiago Vaca Narvaja, serta beberapa pemeran pendukung lainnya. Runtime film berkisar antara 98 hingga sekitar 119 menit, tergantung sumber.
Review Film Apocalypse Z: New World

Torrens meningkatkan skala produksi secara signifikan. Horda zombie digambarkan lebih besar dan menakutkan, didukung efek praktis yang solid, penggunaan multi-kamera, serta pengambilan gambar drone yang menangkap kehancuran lanskap Spanyol.
Suasana perang dan survival terasa lebih epik, dengan pengaruh visual yang mengingatkan pada film aksi militer. Namun, banyak kritikus mencatat bahwa fokus pada aksi besar sering mengorbankan kedalaman karakter dan emosi. Beberapa tokoh terasa datar, dialog kadang terputus, dan pengembangan plot tidak selalu memuaskan. Terutama buat kamu yang mengharapkan kelanjutan langsung dari tokoh utama film pertama.
Overall, Apocalypse Z: New World lebih unggul dalam spektakel dan ketegangan fisik dibanding pendahulunya, tetapi kurang dalam aspek psikologis dan koneksi emosional. Film ini berfungsi baik sebagai hiburan aksi horor yang cepat dan berdarah, meski terasa generik bagi penggemar genre zombie yang sudah terbiasa dengan trope serupa.
Beberapa sekuens aksi menonjol karena intensitas dan desainnya. Salah satu yang paling menegangkan adalah pertempuran di kawasan aerodrom (seperti Cuatro Vientos), di mana kelompok militer harus menghadapi gelombang terinfeksi dalam jumlah besar sambil mempertahankan posisi dan mencoba mengevakuasi diri. Penggunaan ruang terbuka yang luas, tembakan, dan gerakan massa menciptakan rasa terdesak yang terus-menerus.
Sekuens lain yang sangat menegangkan terjadi di plaza de toros (arena banteng) yang terbengkalai. Di sini, kelompok terjebak dalam ruang tertutup yang berubah menjadi perangkap, dengan terinfeksi yang mengejar secara agresif.
Ketegangan dibangun melalui keterbatasan ruang, keputusan cepat, dan risiko infeksi yang langsung. Selain itu, momen di atas kapal atau dalam ruang terbatas lainnya menambah lapisan claustrophobia, di mana ancaman datang dari segala arah dan waktu menjadi faktor kritis.
Adegan-adegan ini menonjolkan kekuatan film dalam menciptakan rasa bahaya yang konkret dan fisik, meski kadang mengandalkan volume daripada inovasi.
Di luar aksi, momen dramatis muncul dari konflik internal dan pertanyaan moral. Keputusan apakah kelompok harus menyelamatkan orang lain yang terjebak atau memprioritaskan keselamatan diri sendiri menjadi inti drama.
Situasi di mana tokoh-tokoh berdebat tentang risiko misi penyelamatan di tengah ancaman yang meningkat menciptakan ketegangan emosional yang lebih personal. Roberto, dengan niat tersembunyi, menjadi fokus dari isu kepercayaan dan pengkhianatan potensial, memaksa anggota kelompok untuk mempertanyakan motivasi satu sama lain.
Momen-momen yang melibatkan tokoh-tokoh yang kembali dari film pertama, seperti interaksi terkait bertahan hidup dan harapan akan dunia baru, juga memberikan lapisan refleksif. Meskipun upaya emosional ini kurang mendalam dibandingkan aksinya, adegan-adegan tersebut berhasil menyampaikan tema utama film: apakah kemanusiaan masih dapat dipertahankan ketika survival menjadi prioritas absolut. Konflik antara kepentingan individu dan kolektif ini memberikan bobot yang melampaui sekadar pertarungan melawan zombie.
Apocalypse Z: New World adalah sekuel yang ambisius dalam hal skala dan aksi, cocok buat kamu yang mencari hiburan horor-aksi yang intens dengan seting Spanyol yang khas. Kekuatannya terletak pada horda besar, sekuens aksi yang dinamis, dan produksi yang lebih matang. Kelemahannya terletak pada pengembangan karakter yang terbatas dan rasa familiar yang kuat. Bagi penggemar genre, film ini layak ditonton sebagai kelanjutan franchise, terutama karena ketersediaannya langsung di Prime Video Indonesia sejak 30 Oktober 2026. Film ini menegaskan bahwa dalam dunia yang runtuh, tantangan terbesar sering kali bukan hanya dari yang terinfeksi, melainkan dari pilihan-pilihan manusia itu sendiri. Rating pribadi: 7.6/10.