Ulasan

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring (Doc.Pribadi/Habibah)

Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghadapi kesedihan. Ada yang membutuhkan waktu untuk menyendiri, ada pula yang mencoba menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Namun, menerima kehilangan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari justru dapat menjadi ruang untuk memahami perasaan sendiri.

Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang dihadirkan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, dalam bukunya yang berjudul Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring. Buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 13 Desember 2023 ini merupakan memoar dan catatan reflektif penulis dalam menghadapi kehilangan ayah dan anak tercintanya. Melalui pengalaman tersebut, Andreas mengajak pembaca melihat kedukaan dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah cara penulis menghubungkan kegiatan mencuci piring dengan proses menghadapi kehilangan. Mencuci piring merupakan pekerjaan rumah tangga yang sering kali dianggap merepotkan.

Namun, bagi Andreas, kegiatan tersebut menyimpan gambaran tentang kehidupan. Sebagaimana piring kotor yang pada akhirnya harus dibersihkan, kedukaan juga merupakan sesuatu yang perlu dihadapi, meskipun tidak selalu mudah untuk dijalani.

Pemilihan kegiatan sederhana sebagai metafora menjadi kekuatan tersendiri dalam buku ini. Penulis berhasil menghadirkan gambaran yang mudah dikenali pembaca untuk menjelaskan pengalaman yang sebenarnya sulit diungkapkan. Melalui aktivitas mencuci piring, pembaca diajak memahami pentingnya hadir dalam setiap proses dan tidak terus-menerus terjebak pada pertanyaan tentang sesuatu yang telah terjadi.

Meski demikian, metafora tersebut bukan berarti mencuci piring dapat menghilangkan kesedihan, melainkan menjadi sarana untuk merenungkan bagaimana seseorang belajar menerima keadaan.

Hal menarik lainnya adalah latar belakang penulis sebagai seorang psikiater. Selama ini, Andreas terbiasa mendengarkan dan mendampingi orang-orang yang mengalami persoalan kejiwaan. Namun, ketika kehilangan hadir dalam kehidupannya sendiri, ia pun harus menjalani proses yang tidak sederhana. Pengalaman ini memberikan warna tersendiri pada tulisannya. Pengetahuan psikologi yang dimiliki tidak disampaikan sebagai teori panjang, tetapi dipadukan dengan pengalaman pribadi dan refleksi kehidupan.

Dalam penyajiannya, Andreas juga menghadirkan bagian-bagian berbentuk tutorial, seperti Tutorial Mencuci Piring dan Tutorial Menyusun Puzzle. Cara penyampaian yang tidak biasa ini memberikan variasi dalam pembahasan. Ditambah dengan sisipan humor gelap, tema kedukaan yang berat terasa lebih ringan untuk diikuti.

Namun, pembahasan psikologinya yang lebih mengutamakan pengalaman personal mungkin terasa kurang terperinci bagi mereka yang mengharapkan penjelasan ilmiah secara mendalam.

Meski demikian, justru pendekatan personal itulah yang menjadi ciri khas buku ini. Andreas tidak berusaha memberikan rumus pasti tentang bagaimana seseorang harus menghadapi kehilangan. Ia lebih banyak mengajak pembaca memahami bahwa setiap orang memiliki waktu dan cara tersendiri untuk menerima kenyataan. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berbicara tentang duka, tetapi juga tentang kesediaan untuk tetap menjalani kehidupan di tengah keadaan yang tidak selalu sesuai harapan.

Pesan moral yang dapat dipetik dari buku ini adalah jangan terburu-buru menuntut diri sendiri untuk segera melupakan kesedihan. Menerima kehilangan bukan berarti menghapus kenangan, melainkan belajar hidup berdampingan dengan kenyataan. Kita juga tidak perlu membandingkan kedukaan dengan pengalaman orang lain karena setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

Buku karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ ini dapat dijadikan salah satu bacaan bagi siapa saja yang ingin memahami kehilangan dan kesehatan mental. Semoga buku ini dapat menumbuhkan empati kepada mereka yang sedang berduka sekaligus mengingatkan kita untuk lebih menghargai proses dalam menjalani kehidupan. Selamat membaca!

Identitas Buku

Judul Buku: Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
Penulis: dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2023
Edisi: Pertama
Tebal: 208–212 halaman
ISBN: 978-602-06-7467-4

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda