Ulasan
Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate
Sebuah benda sederhana terkadang dapat menjadi pintu menuju peristiwa besar yang mengubah kehidupan seseorang. Dalam novel Obliviate, Gabriella menghadirkan sebuah jurnal yang bukan sekadar kumpulan catatan, melainkan penghubung antara masa lalu, kehilangan, rahasia keluarga, dan tumbuhnya perasaan baru. Berawal dari jurnal yang hilang, dua orang dengan luka masing-masing dipertemukan dalam kisah romansa yang perlahan mengungkap berbagai teka-teki.
Novel karya Gabriella, yang dikenal melalui akun @gladgabriella, diterbitkan oleh Moka Media pada 24 April 2024. Buku ini memiliki ketebalan 300 halaman. Sebelum hadir dalam bentuk cetak, Obliviate dikenal sebagai cerita Alternate Universe (AU) yang dipublikasikan melalui platform X. Popularitas cerita di media sosial tersebut kemudian membawanya menjadi novel yang dapat dinikmati pembaca secara lebih utuh.
Sinopsis Novel
Cerita berpusat pada Renaldy, yang akrab disapa Rere. Kehidupannya berubah setelah sang kakak, Aiden, meninggal dunia. Kehilangan tersebut meninggalkan kesedihan mendalam, terlebih Renaldy harus menjalani hidup tanpa kedua orangtua dan kakaknya. Ia masih menyimpan banyak pertanyaan tentang kehidupan Aiden yang belum sempat terjawab.
Suatu hari, Renaldy kehilangan jurnal milik sang kakak. Tanpa diduga, jurnal tersebut ditemukan oleh seorang perempuan bernama Gwendolyn. Pertemuan mereka sebenarnya telah didahului oleh kejadian sederhana, yakni ketika Renaldy memberikan plester bergambar Cinderella kepada Gwen. Namun, penemuan jurnal itu membuat hubungan keduanya berkembang ke arah yang tidak pernah mereka bayangkan.
Jurnal Aiden menjadi kunci untuk membuka berbagai teka-teki yang selama ini menghantui Renaldy. Catatan-catatan di dalamnya membawa Renaldy pada sejumlah kenyataan tentang sang kakak sekaligus mempertemukannya dengan sisi kehidupan Gwendolyn yang belum ia ketahui. Perlahan, keduanya mulai saling mengenal dan menumbuhkan perasaan.
Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Renaldy masih terikat dengan janji yang pernah dibuat bersama Aiden, sedangkan Gwendolyn juga belum sepenuhnya lepas dari masa lalunya yang berkaitan dengan sang kakak. Situasi tersebut membuat keduanya ragu untuk memulai hubungan baru. Mereka harus berhadapan dengan perasaan bersalah, ketakutan, dan kebingungan dalam menentukan langkah.
Kelebihan dan Kekurangan
Karakter Renaldy menjadi salah satu daya tarik cerita. Ia digambarkan sebagai laki-laki yang cenderung dingin, pendiam, dan tidak mudah mengungkapkan perasaan. Kehilangan keluarga membuatnya terbiasa menghadapi masalah seorang diri. Meski demikian, ia menunjukkan perhatian melalui tindakan-tindakan kecil atau act of service. Ia sering kali peka terhadap keadaan Gwendolyn dan berusaha membantu tanpa harus diminta.
Sementara itu, Gwendolyn bukan tokoh yang sepenuhnya sempurna. Ia memiliki keraguan dan persoalan emosional sendiri. Hubungan keduanya kerap diwarnai kesalahpahaman karena mereka tidak selalu terbuka mengenai hal-hal yang membebani pikiran masing-masing. Di sinilah pembaca dapat melihat bahwa hubungan yang dibangun atas dasar perasaan tetap membutuhkan komunikasi dan keberanian untuk saling memahami.
Selain romansa, Obliviate juga menghadirkan persahabatan yang hangat. Kehadiran Jordy, Joseph, Rosalina, dan Cecilia memberikan warna tersendiri dalam cerita. Dukungan mereka memperlihatkan bahwa proses menghadapi kehilangan dan persoalan hidup tidak harus dijalani sendirian.
Rekomendasi Pembaca
Dari segi penceritaan, Gabriella menggunakan narasi yang mengalir dan relatif mudah dinikmati. Meski demikian, bagian awal cerita terasa cukup lambat dengan konflik yang belum terlalu kuat. Perkembangan hubungan Renaldy dan Gwendolyn membutuhkan waktu sebelum mencapai titik yang lebih emosional. Ketegangan justru semakin terasa menjelang akhir, terutama ketika keduanya harus menghadapi persoalan hubungan jarak jauh dan berbagai kesalahpahaman.
Secara keseluruhan, Obliviate bukan sekadar novel romansa tentang dua orang yang jatuh cinta setelah sebuah pertemuan tidak disengaja. Buku ini juga membicarakan kehilangan, proses berdamai dengan masa lalu, persahabatan, dan pentingnya komunikasi dalam hubungan.
Kisah Renaldy dan Gwendolyn mengingatkan bahwa mengikuti kata hati saja tidak selalu cukup. Terkadang, seseorang juga perlu menggunakan akal sehat agar tidak tersesat dalam perasaan sendiri. Cocok bagi pembaca yang menyukai romansa anak muda dengan sentuhan misteri, konflik emosional, dan karakter yang mengundang gemas sekaligus kesal.