Selain masuk surga, cita-cita lain yang dimiliki oleh manusia tentu saja ingin merasakan hidup dengan nyaman, tenang dan memiliki harta kekayaan. Tak perlu berdebat, menjadi kaya dinilai oleh banyak orang di dunia ini merupakan sebuah privilege tersendiri karena bisa dengan mudah mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Meski tak semua yang mereka inginkan bisa dimiliki, namun setidaknya, dengan kekuatan uang mereka bisa mendapatkan apa yang menjadi kepuasan bagi diri pribadinya. Lalu, bagaimana jadinya jika sebuah keluarga yang biasa-biasa saja, mendapatkan warisan yang begitu banyak dan mengubah mereka menjadi keluarga yang kaya raya dalam waktu singkat? Pasti akan ada suatu hal seru yang akan terjadi ya!
Nasib mujur itulah yang terjadi pada sebuah keluarga yang terdiri dari Ibu (diperankan oleh Cut Mini) dan tiga anak mereka, yakni Tika (diperankan oleh Raline Shah), Duta (diperankan oleh Derby Romero) dan Dodi (diperankan oleh Fatih Unru). Sebelumnya, mereka adalah keluarga yang hidup sederhana bersama dengan sang ayah (diperankan oleh Lukman Sardi). Mereka berlima selalu menjalani kehidupan sehari-harinya dengan keadaan serba adanya dan sederhana.
Hingga suatu ketika, sang ayah meninggal dunia secara tiba-tiba dan meninggalkan mereka berempat. Belum hilang rasa sedihnya, mereka berempat tiba-tiba saja kedatangan seorang laki-laki berpenampilan necis dan rapi yang ternyata adalah kuasa hukum dari sang ayah. Setelah dijelaskan, ternyata sang kuasa hukum tersebut memberitahukan kepada mereka, bahwa sang ayah meninggalkan warisan dalam jumlah yang banyak, hingga miliaran rupiah. Sebuah jumlah yang tak pernah mereka bayangkan selama ini!
Dan sejak saat itulah, keluarga ini berubah menjadi sebuah keluarga yang kaya raya. Namun sayangnya, mereka yang selama ini begitu bijak dalam mempergunakan uang yang dimiliki, berubah perilakunya menjadi sangat konsumtif sehingga uang warisan tersebut pun pada akhirnya habis. Sesuai dengan perjanjian, setelah uang warisan pertama habis, maka warisan-warisan tahap berikutnya pun dicairkan untuk mereka. Dan sayang sekali, pola konsumtif yang mereka anut tak berubah, hingga pada akhirnya uang warisan pun kembali habis. Sekadar informasi, uang warisan yang diberikan oleh sang ayah memang dicairkan dalam beberapa tahap ya. Sehingga ketika warisan yang tahap pertama habis, mereka baru bisa mencairkan yang tahap kedua, dan seterusnya.
Namun tentu saja akan selalu ada permasalahan dalam kehidupan yang dijalani, termasuk kehidupan mereka yang kali ini merupakan orang kaya sekalipun. Sudah tahu, masalah apa yang dihadapi oleh mereka berempat? Lalu, bagaimana cara penyelesaian masalah tersebut? Jawabannya ada di film bergenre komedi keluarga ini ya teman-teman. Dijamin, kalian akan menemukan banyak pembelajaran dari film ini.
Bagaimana? Tertarik untuk menyaksikan film ini?
Baca Juga
-
Portugal vs Spanyol: Seharusnya, Beban Ronaldo Tak Seberat Pertemuan-Pertemuan Sebelumnya
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Elegi Luka Modrik: Last Dance Piala Dunia yang Harus Berakhir di Kaki Sahabat Karibnya Sendiri
-
Bukan Kebetulan? 3 Alasan Mengapa Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Masih On The Way!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Red Velvet Siap Meriahkan Musim Panas dengan Album Terbaru, Velvet Summer
-
Selamat! Hearts2Hearts Raih Trofi Pertama Lagu Lemon Tang di M Countdown
-
KARD Resmi Umumkan Bubar, Album Penuh Pertama dan Tur Dunia Jadi Perpisahan
-
Syuting Rampung, Netflix Perkenalkan Dua Pemeran Baru Supacell Season 2
-
Film Anime Orisinal ghost Garapan MADHOUSE Ungkap Judul Resmi, Tayang 2027
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI