Setiap film pasti memiliki part atau bagian-bagian yang paling menarik untuk diingat oleh penonton. Bagi film yang bertemakan peperangan, tentu perang duel dengan skill pertarungan tingkat tinggi atau perang kolosal yang melibatkan banyak pasukan menjadi bagian yang paling menarik untuk dinikmati.
Pun demikian dengan film komedi, banyak sekali part atau adegan yang mengundang gelak tawa, masuk ke dalam memori para penonton dan menjadikannya sebagai bagian yang paling menarik. Nah, bagaimana dengan film Gintama Live Action yang pertama? Adegan apa yang paling membuat teman-teman teringat dengan film ini?
Selain adegan pertarungan Gintoki Sakata (diperankan oleh Shun Oguri) dan kawan-kawannya yang sangat menghibur, salah satu adegan yang paling kocak adalah ketika Tae Shimura (diperankan oleh Masami Nagasawa) merawat bang Gin. Ketika itu, Gintoki yang tengah terluka pasca pertarungan melawan sosok misterius, harus terbaring lemas dengan beberapa bagian tubuh yang dibalut perban. Oleh Shinpachi Shimura (diperankan oleh Masaki Suda), Bang Gin dititipkan kepada Mbak Tae Shimura yang tak lain adalah kakaknya sendiri.
Namun sayangnya, meskipun memiliki paras yang menawan dan sifat yang halus lembut, Mbak Tae ini juga memiliki sifat yang kadang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan sifat aslinya. Kalau anak-anak muda saat ini sih, Mbak Tae dibilang “random banget”.
Hal ini dibuktikan dengan kekonyolannya ketika menunggui dan merawat Bang Gin yang tengah terluka. Kekonyolan pertama adalah ketika Mbak Tae yang merawat Bang Gin, selalu membawa tombak bermata pedang untuk mencegah Bang Gin terlalu banyak gerak. Sebuah hal absurd yang sangat tidak bisa masuk ke akal sehat kan ya!
Kekonyolan lainnya dari Mbak Tae ini adalah dalam upayanya menghibur Bang Gin yang tengah terbaring sakit, dia berinisiatif untuk membacakan komik Dragon Ball. Apakah salah? Tentu saja tidak! Namun, bukan Mbak Tae namanya kalau tidak menunjukkan kerandomannya yang hakiki.
Benar, dia membacakan komik Dragon Ball untuk Bang Gin, namun yang dia baca justru kata-kata atau suara-suara yang keluar ketika tokoh di komiknya sedang bertarung! Jadi, yang Mbak Tae baca ya hanya kata-kata “dug”, “wuszz” “Settt" “jleb” “bummmm” dan sebangsanya. Sebuah inisiatif yang sangat luar biasa randomnya bukan dari Mbak Tae?
Selain kerandoman yang hakiki dalam scene tersebut, ada banyak lagi kok adegan-adegan lucu lainnya dalam film Gintama Live Action pertama ini.
Berminat untuk menyaksikan secara langsung kerandoman Mbak Tae dalam film ini? Segera ke layanan streaming kesayangan masing-masing ya!
Baca Juga
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Tak Dapatkan Kartu Meski Bermain Keras, Sejatinya Sebuah Hal yang Biasa bagi Justin Hubner
-
Kembali Cetak Gol untuk Indonesia, Selebrasi Ole Romeny Nyaris Berakhir Tidak Estetik
Artikel Terkait
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Donald Trump Umumkan Tarif Baru, DPR Desak Pemerintah Segera Konsolidasi Menyeluruh
-
Nonton Film Jumbo dengan DANA Kaget Gratis Hari Ini, Simak Tutorialnya
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?