Awal tahun 2023 memang tampaknya menjadi bulan yang belum bersahabat bagi dunia perfilman tanah air. Dari tujuh film yang telah dirilis di bioskop, pendapatan jumlah penonton mereka kebanyakan hanya di kisaran angka puluhan ribu, terkeculi film Hidayah. Disadur dari laman filmindonesia.org, Hidayah menjadi satu-satunya film yang berhasil menembus angka 200 ribu penonton, setidaknya hingga pekan ketiga bulan Januari.
Kali ini, kita bahas yuk sedikit sinopsis dari film yang mengangkat dunia supranatural ini.
Bahri (diperankan oleh Ajil Ditto) adalah seorang ustadz muda yang tengah diuji keimanannya. Demi bisa menghapus masa lalunya, Bahri memutuskan untuk merantau dan bekerja di kota. Kehidupan Bahri pun tak ubahnya kehidupan orang kebanyakan. Dia menjalani kehidupan normal selayaknya orang-orang kebanyakan.
Namun kehidupan Bahri mulai berubah ketika Hasan, sahabatnya di kampung datang kepadanya dan meminta pertolongan. Menurut penjelasan Hasan, Desa Mekarwangi yang merupakan kampung halaman Bahri, mendapatkan beragam gangguan ghaib. Dalam ceritanya, Hasan juga mengungkapkan bahwa teror ghaib tersebut dipercaya karena Ratna (diperankan oleh Givina Lukita) yang juga merupakan sahabat lama dari Bahri.
BACA JUGA: Verrel Bramasta Sebut Istri Raffi Ahmad Perempuan Sempurna, Nagita Slavina Salting
Ratna yang tengah sakit keras dan menderita, selalu berteriak kesakitan sehingga menghantui kampung mereka setiap malam. Tak hanya itu, suasana kampung Bahri semakin mencekam dengan kemunculan sosok ghaib yang meneror warga. Sebuah hal yang tentu saja membuat kehidupan menjadi tidak tenang.
Mendapati cerita Hasan, Bahri memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Namun, di sana, dia menyadari bahwa apa yang dihadapi oleh warga bukan sebuah hal yang sepele. Bahaya yang lebih besar mengintai keberlangsungan hidup warga kampung.
Bahkan, gangguan tersebut semakin menjadi-jadi selepas kematian Ratna. Gangguan-gangguan ghaib yang terjadi, semakin meresahkan hingga merenggut nyawa warga kampung. Parahnya lagi adalah, Bahri dituding menjadi penyebab dan harus bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut. Terlebih lagi, ketika masa lalu Bahri yang seorang kriminal terbongkar, sehingga warga desa mengusirnya.
Kini, Bahri yang seorang diri tak hanya harus berhadapan dengan keganjilan-keganjilan di desanya, namun juga harus menghadapi warga kampung yang telah mengusirnya tersebut.
Bagaimanakah akhir dari perjuangan Bahri ini? Jawabannya dapat teman-teman saksikan di film Hidayah, yang telah rilis untuk umum pada tanggal 12 Januari 2023 lalu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Tak Dapatkan Kartu Meski Bermain Keras, Sejatinya Sebuah Hal yang Biasa bagi Justin Hubner
-
Kembali Cetak Gol untuk Indonesia, Selebrasi Ole Romeny Nyaris Berakhir Tidak Estetik
Artikel Terkait
-
PLN IP Kerahkan Ribuan Petugas untuk Jaga Pasokan Listrik di Momen Idulfitri
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
-
Prediksi Korsel vs Timnas Indonesia U-17: Momen Qatar 2024 Semoga Terulang
-
Rafael Struick Hilang Lagi, Bahkan Tak Diajak ke Skuad Cadangan Brisbane Roar
-
Respons Tarif Baru Donald Trump, Pemerintah Indonesia Kirim Tim Lobi Tingkat Tinggi
Entertainment
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Kai EXO 'Adult Swim', Menyelam dalam Perasaan Cinta Tanpa Rasa Takut
Terkini
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
Ulasan Buku Setengah Jalan, Koleksi Esai Komedi untuk Para Calon Komika