Film dokumenter true crime terbaru, The Perfect Neighbor, sukses menjadi hit di platform Netflix. Dalam hitungan hari, film garapan Geeta Gandbhir ini sudah ditonton lebih dari 16,7 juta kali dan berhasil menembus daftar top 10 film paling populer di Netflix.
Dalam dokumenter yang berlatar pada musim gugur 2022 ini, seorang wanita bernama Susan Lorincz beberapa kali menghubungi pihak kepolisian untuk mengadukan anak-anak tetangga di sekitar rumahnya yang dianggap berisik dan meninggalkan sampah di lahan kosong di sebelah rumahnya.
Panggilan dan laporan yang berulang tersebut terdokumentasi melalui bodycam sheriff yang kemudian digunakan dalam film untuk memperlihatkan bagaimana keluhan Lorincz semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Panggilan darurat itu terus berlanjut hingga 2 Juni 2023, ketika Lorincz melapor bahwa Ajike Owens, ibu dari anak-anak yang berselisih dengannya, berusaha mendobrak pintu rumahnya dan mengancamnya.
Hanya dua menit kemudian, Lorincz kembali menelepon dan mengatakan bahwa ia telah menembak Owens di balik pintu. Tim medis telah berusaha menyelamatkannya, namun sayang nyawa Owens tak tertolong.
Kematian Owens serta keputusan pihak berwenang yang menunda penangkapan Lorincz selama beberapa hari untuk menyelidiki apakah tindakannya termasuk dalam perlindungan hukum Stand Your Ground di Florida, memicu kemarahan besar di masyarakat setempat.
Setelah penyelidikan selesai, kepolisian akhirnya menangkap Lorincz pada 6 Juni 2023. Ia didakwa atas tuduhan pembunuhan tanpa niat menggunakan senjata api, kelalaian yang menyebabkan kematian, penganiayaan, serta dua tuduhan penyerangan.
Pada 2024, Lorincz dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan tanpa niat dan dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.
The Perfect Neighbor menghadirkan sudut pandang mendalam terhadap isu kekerasan bersenjata serta dampak dari undang-undang Stand Your Ground yang hingga kini masih memengaruhi cara ras, ketakutan, dan keadilan saling berinteraksi di Amerika Serikat.
Film ini merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian melalui wawancara, rekaman panggilan darurat 911, serta cuplikan dari bodycam polisi di lokasi.
Penonton diajak melihat langsung suasana lingkungan tempat kejadian, mendengar panggilan bantuan yang penuh kepanikan, dan menyaksikan bagaimana pihak kepolisian serta petugas medis menanggapi situasi tersebut.
Geeta Gandbhir memutuskan untuk tidak menggunakan teknik dokumenter konvensional seperti wawancara langsung, rekonstruksi, atau narasi konvensional.
Keputusan itu diambil karena beberapa alasan. Salah satunya, ia tidak ingin membuat keluarga korban maupun komunitasnya kembali mengalami trauma.
“Kami sudah memiliki semua materi yang dibutuhkan, jadi untuk apa membuat mereka kembali berbicara tentang kejadian itu dan menghidupkannya lagi? Rekaman dari bodycam polisi itu tidak bisa disangkal. Itu adalah rekaman institusional yang bebas dari bias, tidak ada sudut pandang kami sebagai pembuat film, jurnalis, atau reporter di lapangan. Di masa ketika penonton sering mempertanyakan kebenaran, keaslian, dan sudut pandang suatu karya, aku merasa mereka tidak bisa menolak bahwa inilah rangkaian peristiwa yang benar-benar terjadi,” kata Geeta Gandbhir, dikutip pada Minggu (26/10/2025).
Ia melanjutkan, “Biasanya, rekaman bodycam digunakan untuk mengawasi komunitas. Rekaman itu digunakan untuk membela pihak kepolisian. Namun bagi komunitas kulit berwarna dan kelompok rentan, rekaman seperti itu justru digunakan untuk mengkriminalisasi kami, untuk menghapus sisi kemanusiaan kami. Kamera itu menjadi alat pengawasan, dan aku ingin mengambilnya kembali, membalikkan fungsinya, untuk menampilkan keindahan komunitas ini seperti apa adanya dulu. Menggunakannya meskipun sebenarnya ini tidak seharusnya perlu dilakukan untuk mengembalikan kemanusiaan orang-orang yang tinggal di sana.”
The Perfect Neighbor berhasil membawa Geeta Gandbhir meraih penghargaan Directing Award: U.S. Documentary di Sundance Film Festival tahun ini.
Hingga saat ini, The Perfect Neighbor meraih skor sempurna 100% dari kritikus di situs Rotten Tomatoes, sementara skor dari penonton berada di angka 78%.
Baca Juga
-
Sony Buka Suara, Produksi Sekuel KPop Demon Hunters Terancam Mundur?
-
Helldivers Diangkat Jadi Film Layar Lebar, Jason Momoa Masuk Jajaran Pemain
-
Proyek Biopik Frank Sinatra Masih Mandek, Leonardo DiCaprio Angkat Bicara
-
Serial Spider-Noir Siap Tayang 27 Mei 2026, Nicolas Cage Jadi Bintang Utama
-
Digarap Sam Raimi, Film Send Help Raih Rating 93% di Rotten Tomatoes
Artikel Terkait
-
Kisah Christine Hakim Dituduh Pakai Dukun untuk Menang Piala Citra
-
Review Series House of Guinness: Skandal dan Sejarah yang Sayang Dilewatkan
-
4 Film dan Serial Indonesia di Netflix Bertema Zombie, Abadi Nan Jaya Wajib Tonton!
-
Lionsgate Umumkan Jadwal Rilis Baru Film Mutiny, Tayang Agustus 2026
-
Terungkap Asal-usul Fedi Nuril Pakai Celak Mata di BIFF
Entertainment
-
KPop Demon Hunters 2 Segera Tiba, Netflix Resmi Umumkan Rencana Produksi
-
Kim Nam Gil Tampil Sebagai Pemeran Spesial di Drakor Mad Concrete Dreams
-
Vernon dan The8 SEVENTEEN Bentuk Unit Baru, Album Dijadwalkan Rilis Juni
-
Sul Kyung Gu dan Jeon Jong Seo Bintangi Film Okultisme, Libatkan Tim Exhuma
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
Terkini
-
Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda