Film Children of Heaven versi Indonesia kini memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang pada 2026. Proyek ini digarap Hanung Bramantyo bersama MD Pictures dengan mempertahankan kisah Ali dan Zahra yang dibingkai ulang lewat sentuhan lokal.
Film Children of Heaven, tetap memfokuskan alur ceritanya terhadap sang karakter utama sebagai pintu masuk untuk memahami dinamika cerita yang lebih luas. Dari kisah tersebut, berikut daftar pemain yang akan mengisi peran-peran kunci dalam film ini.
- Jared Ali sebagai Ali
- Humaira Jahra sebagai Zahra
- Andri Mashadi sebagai Karim
- Faradina Mufti sebagai Fatimah
- Slamet Rahardjo sebagai Eyang Mulyadi
- Oki Rengga sebagai Bowo
- Muhadkly Acho sebagai Slamet
- Reza Nangin sebagai Sutoyo
- Benidictus Siregar sebagai Bambang
- Dodit Mulyanto sebagai Suraji
- Lolox sebagai Roy
- Varen Arianda sebagai Bara
- RR Astagina Jyoti sebagai Gendis
Mengutip dari beberapa sumber, Children of Heaven menjalani persiapan panjang sebelum memasuki tahap produksi. MD Pictures bersama Hanung Bramantyo menggelar open casting dengan kriteria ketat untuk menemukan sosok Ali dan Zahra yang dianggap mampu merepresentasikan karakter dalam versi asli.
Hanung Bramantyo menyebut proses pencariannya tidak mudah dan membutuhkan sesi open casting yang cukup luas untuk menjaring kandidat terbaik. Dari rangkaian proses tersebut, tim akhirnya menemukan dua pemeran utama yang dinilai paling cocok memerankan Ali dan Zahra dalam adaptasi ini.
Film ini merupakan adaptasi dari karya asli Children of Heaven yang ditulis sekaligus disutradarai Majid Majidi, asal Iran yang dikenal lewat film-film bernuansa humanis. Dirilis pada 1997, karya tersebut mendapat sambutan positif di Iran maupun berbagai negara lain berkat penyajiannya yang hangat dan menyentuh.
Adaptasi versi Indonesia dari film Children of Heaven tentunya tetap mempertahankan inti cerita tentang perjuangan dua saudara yang hidup dalam keterbatasan dan kasih sayang yang tulus. Hanung Bramantyo menghadirkan nuansa lokal agar kisah tersebut terasa lebih dekat dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia.
Tokoh Ali dan Zahra tetap menjadi pusat cerita, menggambarkan upaya mereka menjaga harapan meski serba kekurangan. Lewat perjalanan keduanya, penonton diajak melihat kembali arti keluarga, pengorbanan, serta nilai kejujuran dan cinta dalam hidup sederhana.
Lebih jauh lagi, film ini sudah mulai diproduksi pada Rabu (8/10/2025) dan ditargetkan tayang kepada publik pada tahun berikutnya. Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, proyek ini menjadi salah satu rilisan yang dinantikan pada 2026.
Baca Juga
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
-
Menunggu Hari Perempuan Bisa Benar-Benar Aman dan Nyaman di Konser Musik
-
Diduga Selingkuh Lagi, Jennifer Coppen Singgung Sosok Jule di Live
Artikel Terkait
-
Makna Film Ozora Menurut Chicco Jerikho: Suara Harapan dan Perlawanan
-
Review Film Eternity: Cinta Abadi di Balik Birokrasi Akhirat
-
Usai Versi Anime, Look Back Siap Hadir dalam Film Live-Action
-
Review Film Pesugihan Sate Gagak: Komedi Horor Absurd yang Bikin Ngakak
-
Ulasan Film Dead of Winter, Survival di Tengah Badai dan Ancaman Manusia
Entertainment
-
BTS Umumkan Album Kelima Berjudul ARIRANG, Ini Makna dan Nilai Budayanya
-
Fakta Menarik Serial 'Algojo', Arya Saloka Akting Jadi Pembunuh
-
Sinopsis Drama The Imperial Coroner 2, Dibintangi Wang Ziqi dan Su Xiaotong
-
Danielle Tulis Surat untuk Penggemar, Klarifikasi Terkait NewJeans
-
Total 6 Hari, NCT Dream Rilis Jadwal Konser Final The Dream Show 4 di Seoul
Terkini
-
4 Outfit Effortless ala Yujin IVE, Sontek Buat Gaya Nongkrong Makin Kece!
-
Menikmati Keindahan Gunung Buthak, si Cantik yang Dijuluki Miniatur Argopuro
-
Buku Broken Strings: Menyelami Trauma Relasi dalam Hubungan Toksik
-
Ibu dan Miniatur
-
Xiaomi Luncurkan Kacamata Pintar Mijia, Baterai 114 mAh Tahan hingga 13 Jam