Lintang Siltya Utami | Natasya Regina
Aurelie Moeremans. (Instagram/aurelie)
Natasya Regina

Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan luas setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Lewat karya ini, sang aktris mengungkap pengalaman traumatis yang ia alami sejak masa remaja.

Kisah tersebut semakin menyita perhatian setelah potongan pengakuannya dibagikan melalui media sosial pada awal Januari 2026 dan dengan cepat menyebar di berbagai platform.

Viral dan Memicu Rasa Ingin Tahu Publik

Seiring viralnya pengakuan itu, publik mulai mempertanyakan sosok pria dewasa yang disebut Aurelie telah melakukan grooming sejak dirinya berusia 15 tahun.

Istilah grooming atau child grooming merujuk pada proses manipulasi psikologis yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kepercayaan anak, dengan tujuan melakukan kekerasan seksual atau eksploitasi.

Awal Mula Relasi Manipulatif

Dalam bukunya, Aurelie menceritakan bahwa pengalaman grooming tersebut bermula ketika ia masih remaja dan baru menapaki dunia hiburan.

Ia pertama kali bertemu pelaku di lokasi syuting iklan, sebuah ruang kerja yang seharusnya aman bagi pekerja muda.

Pria tersebut, yang ia sebut dengan nama samaran Bobby, diketahui berusia sekitar 29 tahun saat mulai mendekatinya.

Perbedaan usia yang cukup jauh menciptakan ketimpangan kuasa. Situasi ini secara perlahan mengaburkan batas antara perhatian, perlindungan, dan manipulasi yang tidak disadari oleh Aurelie kala itu.

Proses Grooming yang Bertahap

Aurelie menjelaskan bahwa grooming terjadi secara perlahan dan sistematis. Dalam Broken Strings, sosok Bobby digambarkan sebagai figur manipulatif yang secara bertahap menjauhkan Aurelie dari realitas di sekitarnya.

Ia mengontrol cara berpakaian, membatasi komunikasi dengan orang lain, hingga menanamkan ketergantungan emosional yang kuat.

Tanpa disadari, Aurelie merasa kehilangan kendali atas kehidupan pribadinya. Batasan-batasan yang awalnya terasa sebagai bentuk perhatian, lama-kelamaan berubah menjadi tekanan psikologis.

Dikaitkan dengan Hubungan Masa Lalu

Meski menggunakan nama samaran, sebagian publik mengaitkan sosok Bobby dengan Roby Tremonti berdasarkan riwayat hubungan masa lalu Aurelie.

Roby Tremonti sebelumnya sempat mengakui adanya hubungan, bahkan mengklaim pernikahan, dalam sejumlah tayangan televisi pada awal 2025.

Menurut Roby, pernikahan tersebut terjadi pada Oktober 2011, ketika Aurelie berusia 18 tahun.

Ia juga menyebut bahwa mereka sempat menikah secara agama atau siri di Cibinong tanpa restu orang tua Aurelie. Hubungan tersebut dikatakan berakhir sekitar 15 bulan kemudian, tepatnya pada Januari 2013.

Penegasan dari Aurelie

Di sisi lain, Aurelie secara konsisten menegaskan bahwa hubungan tersebut dibangun di atas paksaan, tekanan psikologis, dan manipulasi emosional. Ia mengakui pengalaman itu meninggalkan luka mendalam yang berdampak pada kesehatan mental serta rasa percaya dirinya.

Aurelie menyebut dirinya sempat kehilangan identitas dan kesulitan membedakan kehendak pribadi dengan kontrol dari orang lain. Dampak tersebut tidak hilang begitu saja, bahkan memengaruhi perjalanan hidupnya dalam jangka panjang.

Bukan untuk Menjatuhkan, tapi Mengingatkan

Meski pengakuannya memicu banyak spekulasi, Aurelie menegaskan bahwa bukunya tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan atau membunuh karakter individu tertentu.

Ia menulis memoar tersebut sebagai bentuk refleksi dan penyembuhan diri. Harapannya, kisah ini dapat menjadi peringatan bagi keluarga, industri hiburan, dan generasi muda agar lebih waspada terhadap relasi yang tidak sehat.

Aurelie ingin pengalamannya menjadi pembelajaran bahwa grooming bisa terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan yang terlihat aman.