Penyanyi Denada kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya digugat secara perdata atas dugaan penelantaran anak kandung.
Gugatan tersebut diajukan oleh seorang pria berusia 24 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengaku sebagai anak biologis sang penyanyi.
Isu ini dengan cepat menyebar di ruang publik dan memicu beragam spekulasi. Menyikapi hal tersebut, pihak manajemen Denada akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan posisi dan sikap sang artis di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Manajemen Sebut Ini Masalah Keluarga yang Sensitif
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Minggu, 11 Januari 2026, perwakilan manajemen Denada, Risna Ories, menegaskan bahwa perkara ini menyangkut urusan keluarga yang bersifat sangat pribadi dan sensitif.
“Kami sangat prihatin dengan isu yang berkembang di ruang publik. Ini adalah ranah keluarga, dan setiap keluarga memiliki cerita serta privasi masing-masing,” ujar Risna Ories, dikutip dari Suara.com.
Manajemen menilai, sorotan publik yang begitu besar berpotensi memperkeruh situasi yang seharusnya dapat disikapi dengan lebih tenang dan bijak.
Tekanan Emosional bagi Denada sebagai Ibu
Risna Ories juga tidak menampik bahwa gugatan tersebut memberikan tekanan tersendiri bagi Denada, terlebih dalam posisinya sebagai seorang ibu. Menurutnya, situasi yang dihadapi Denada saat ini bukanlah perkara ringan.
“Situasi ini tentu bukan perkara yang mudah bagi Denada,” lanjutnya.
Pihak manajemen meminta publik untuk melihat persoalan ini secara lebih manusiawi, tanpa mengesampingkan dampak emosional yang mungkin dirasakan semua pihak yang terlibat.
Langkah Hukum Sedang Ditempuh
Terkait proses hukum, manajemen memastikan Denada tidak tinggal diam. Saat ini, Denada bersama tim kuasa hukumnya tengah mempelajari secara saksama materi gugatan yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
“Agar isu ini tidak berkembang terlalu jauh, kami sampaikan bahwa Denada dan tim hukum sedang mempelajari gugatan tersebut secara cermat sebagai bagian dari proses hukum yang harus dihormati,” kata Risna.
Manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku, sekaligus untuk memastikan setiap fakta ditelaah secara objektif.
Permintaan Agar Publik Tidak Berspekulasi
Di tengah ramainya perbincangan, manajemen Denada juga mengimbau media dan masyarakat untuk menahan diri dari berbagai asumsi yang belum tentu sesuai dengan fakta hukum.
“Kami mohon pengertian agar Denada diberi ruang dan waktu untuk menyikapi perkara ini secara proporsional, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan semua pihak,” imbuh Risna.
Manajemen berharap proses hukum dapat berjalan secara adil dan tidak dipengaruhi oleh tekanan opini publik yang berlebihan.
Latar Belakang Gugatan Perdata
Sebagai informasi, gugatan tersebut diajukan oleh Ressa Rizky Rossano, pria yang mengklaim dirinya sebagai anak biologis Denada dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Jerry Aurum.
Dalam dokumen gugatan, Ressa menyebut merasa ditelantarkan sejak kelahirannya pada tahun 2002.
Atas dasar tersebut, Ressa menuntut ganti rugi materiel dan imateriel dengan nilai total mencapai Rp7 miliar. Perkara ini kini tengah bergulir dan menunggu proses hukum selanjutnya di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Hingga saat ini, Denada belum memberikan pernyataan pribadi secara langsung dan memilih menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada tim hukum dan manajemennya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Stop Checkout Barang Murah! Sering Cepat Rusak dan Berakhir Jadi Sampah
-
Cool Girl Vibes! 4 OOTD Soft-Chic ala Ryujin ITZY yang Keren dan Effortless
-
Hati-Hati Overconsumption! Sisi Gelap Konten 'Racun Belanja' yang Jarang Disadari
-
4 Ide Outfit ala Jeon Somi dengan Nuansa Pastel yang Stylish tanpa Ribet!
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
Artikel Terkait
-
Digugat Dugaan Penelantaran Anak, Pihak Denada Buka Suara: Ini Ranah Keluarga
-
Pilu! Dokter Kamelia Pacar Ammar Zoni Ditinggal Suami saat Hamil 7 Bulan
-
Luka Sejarah dalam Perempuan dan Anak-Anaknya
-
Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Kompak Dampingi, Ini Deretan Potret Siraman Darma Mangkuluhur
-
Terseret Isu Penelantaran Anak, Denada Unggah Pesan Haru untuk Mendiang Ibu
Entertainment
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop
-
5 Drama Korea yang Tayang pada Juni, Ada Doctor on the Edge
Terkini
-
Infinix HOT 70 Meluncur di Indonesia, Andalkan Helio G100 Ultimate dan Desain Dynamic Shine Unik
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Rupiah Nyaris Rp18.000: Pasar Butuh Kebijakan, Bukan Teatrikal Senyuman
-
4 Whipped Facial Wash untuk Deep Cleansing, Rahasia Cerah Bebas Jerawat
-
Green Logistics: Atasi Overload Gudang Ekspedisi Pakai Kertas Wrap