Kebanyakan ibu hamil mengalami gejala atau keluhan berbeda-beda. Namun sebagian besar dari para bumil, akan mengalami fase ketika ia akan merasa mual akan beberapa makanan.
Bahkan terhadap bau-bauan masakan saja, bumil sudah mual duluan.
Nah, beberapa dari para calon ibu ada yang mengalami mual terhadap makanan yang justru menjadi makanan pokok sehari-hari. Yaitu nasi. Lantas, bagaimana cara agar kebutuhan tubuh ibu dan janin bisa tetap terpenuhi ketika sang ibu hamil sudah tidak bisa lagi menerima asupan nasi?
Berikut makanan yang bisa dijadikan sebagai pengganti nasi, yang bisa dicoba para ibu hamil yang merasakan mual terhadap nasi. Apa saja? Yuk, disimak ya!
1. Jagung
Ya, jagung bisa dijadikan makanan pengganti nasi yang pertama. Rasanya yang manis, dapat mengalihkan rasa mual. Serta kandungan pada jagung juga cukup sebagai pengganti kandungan karbohidrat yang ada pada nasi.
Ibu hamil juga bisa mengonsumsi jagung dalam berbagai bentuk olahan yang menarik seperti empal jagung atau bisa juga diolah menjadi sup. Jagung juga kaya akan serat, sehingga dapat membantu ibu hamil mengatasi risiko sembelit.
2. Pisang
Makanan pengganti nasi berikutnya ada di dalam kategori buah, yaitu pisang.
Rasanya yang manis, tekstur yang lembut akan mampu menyingkirkan rasa mual para ibu hamil. Bumil bisa mengonsumsinya secara langsung, atau dipotong kecil dan diberi beberapa toping penggugah selera.
3. Kentang
Kentang juga bisa dijadikan makanan pengganti nasi. Pernah lihat sajian steik yang alih-alih menggunakan nasi sebagai isian karbohidrat, justru kentang yang ada di piring sebagai pengganti.
Bumil yang lagi mengalami masa-masa mual terhadap nasi, bosan makan jagung atau kentang, bisa banget sesekali beralih ke kentang ya. Bisa di olah menjadi kentang goreng yang gurih dengan sedikit saus, atau bisa juga diolah menjadi perkedel dan dicampur isian sayur dan lainnya.
Nah itulah 3 makanan yang bisa dijadikan pengganti nasi, dengan kandungan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan calon ibu dan si janin. Jadi, bumil nggak usah khawatir kekurangan asupan ya!
Baca Juga
-
Pusar Bumil Menonjol, Bahaya Nggak Sih? Ini Penjelasannya
-
Gemas Sih Boleh, Tapi Jangan Bercanda yang Justru Membahayakan Bayi!
-
Bener Nggak Sih Ibu Hamil Dilarang Minum Air Es? Ini Faktanya!
-
Anak-anak Benci Matematika? Pahami Dulu Yuk, Ini 5 Alasannya
-
Jangan Tahunya Cuma Kondom! Ini 5 Jenis Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan
Artikel Terkait
Health
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
Terkini
-
Jangan Cuma Rendang! Sulap Daging Kurban Jadi 4 Hidangan Nusantara yang Lebih Menggoda
-
Dua Suami, Satu Misi: Chaos Aksi Komedi dalam Film 'Husbands in Action'
-
Menghilangkan Penat dan Stress dengan Berwisata Alam di Pancar Wonotirto
-
Review Anime Farmagia, Pemberontakan Para Petani Melawan Tirani
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif