Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadi kanker payudara pada seseorang.
Merangkum dari cancerresearchuk serta Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat dalam situs resminya (cdc.gov), beberapa faktor risiko tidak dapat diubah diantaranya jenis kelamin, usia, mutasi genetik, riwayat penderita dan keluarga terdiagnosis kanker payudara atau kanker ovarium, riwayat menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah 55 tahun, serta terapi radiasi.
Namun sebagian faktor risiko kanker payudara dapat dihindari dan dikontrol. Berikut faktor-faktor risiko kanker payudara yang dapat diubah:
1. Kelebihan berat badan dan obesitas
Faktor tersebut memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan berat badan normal, terutama setelah menopause. Faktor ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya rekurensi atau munculnya kembali kanker payudara pada orang yang pernah terdiagnosis sebelumnya.
2. Konsumsi hormon
Konsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dan progesteron meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
Penggunaan hormon replacemet therapy (HRT) untuk mengurangi gejala menopause dapat menimbulkan risiko kanker payudara, sehingga diperlukan konsultasi pada dokter mengenai manfaat dan risikonya berdasarkan kondisi setiap individu.
Hal ini juga berlaku untuk penggunaan pil kontrasepsi karena mengandung hormon progesteron atau kombinasi progesteron dengan estrogen.
3. Riwayat reproduktif
Kehamilan di atas 30 tahun dan tidak menyusui serta tidak pernah memiliki periode kehamilan yang normal (kurang dari 39 minggu) juga meningkatkan risiko kanker payudara.
4. Kurang aktif bergerak
Olahraga dapat memperkecil risiko terkena kanker payudara, sebab dengan berolahraga seseorang dapat menjaga berat badan agar tetap normal dan tidak memiliki lemak berlebihan.
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Oncology menuliskan bahwa sel lemak pada kondisi obesitas dapat mengganggu pengaturan hormon dalam tubuh dan menyebabkan berbagai kerusakan sehingga memicu peningkatan risiko kanker payudara.
5. Alkohol
Risiko kanker payudara lebih tinggi pada orang yang sering mengonsumsi alkohol. Dalam buku Ensiklopedia Internasional Kesehatan Masyarakat dituliskan bahwa konsumsi alkohol sehari-hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 7% pada kelompok dengan risiko tinggi yaitu orang-orang yang memiliki faktor risiko bawaan.
Dr. Kenneth James Pienta, M.D., seorang profesor onkologi dan farmakologi dari Johns Hopkins University pada suatu kuliah online "Pengenalan Biologi Kanker" juga mengatakan untuk strategi pencegahan semua kanker, "Don't smoke, don't smoke, don't smoke and being physically active and maintaining a normal weight, as well as eating a heart-healthy diet that is low in red meat and high in fiber".
Untuk mengurangi risiko terkena kanker termasuk kanker payudara, kita dianjurkan memiliki kebiasan-kebiasaan yang baik seperti tidak merokok, rajin berolahraga, dan mengonsumsi makanan yang sehat. Yuk, bersama-sama memperingati hari perempuan internasional dengan hidup lebih sehat!
Baca Juga
-
Sering Dikira Sama, Ini Beda Hydrating dan Moisturizing pada Skincare
-
4 Tips Olahraga Tetap Aman dan Nyaman saat Ibadah Puasa
-
Life is Beautiful: Film Musikal dan Road Movie Tentang Permintaan Terakhir
-
Mengenali Berbagai Jenis Edelweis, Apakah Bunga Rawa Termasuk?
-
3 Macam Cara Stek untuk Memperbanyak Tanaman, Ayo Dicoba!
Artikel Terkait
-
Jumlah Pemudik Turun, Rano Karno: Mungkin karena Ekonomi
-
Profil John Prasetio, Dubes RI Era SBY dan Jokowi Jadi Komite Manajemen Risiko Danantara!
-
Riwayat Kesehatan Nunung: Ada Panic Attack, Kini Harta Habis untuk Biaya Pengobatan
-
Kasus Kanker Payudara Meningkat di 21 Negara Bagian AS, Wanita Muda Paling Berisiko?
-
6 Cara Cegah Dehidrasi Saat Puasa Ramadan 2025 Biar Tetap Produktif
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"