Scroll untuk membaca artikel
Candra Kartiko | Sherina Fatwa Imanu
Yuk Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Balita saat Masa Pandemi Covid-19

Masa balita merupakan masa krusial dalam pertumbuhan seseorang. Proses pertumbuhan pada balita dipengaruhi beberapa hal salah satunya nutrisi dan lingkungan. Nutrisi dipengaruhi oleh perilaku hidup sehat yang dilakukan semasa balita.

Orang tua terutama ibu dianggap memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pendekatan dalam pengenalan terhadap pola hidup sehat pada balita secara langsung. Pengetahuan ibu tentang perilaku hidup sehat menjadi salah faktor pendukung agar nutrisi pada balita bisa terjaga.

Penting bagi seorang ibu untuk memiliki pemahaman dan pengetahuan akan krusialnya menjaga perilaku hidup sehat sejak dini. Salah satu manfaatnya yaitu pola hidup sehat yang dilakukan sejak dini akan berpengaruh pada kesehatan gigi pada balita. 

Seringkali kesehatan gigi susu diacuhkan oleh orangtua karena dianggap kurang penting pada balita. Padahal mulut merupakan pintu masuk bagi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang balita. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 saat ini, sebagian orang lalai untuk tetap mempertahankan kesehatan gigi dan mulut meskipun semua aktivitasnya dilakukan di rumah.

Sebagai upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut maka perlu diterapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan balita. Kebiasaan hidup sehat yang bisa diterapkan pada balita seperti yang dilakukan seperti mengatur pola makan dengan kandungan sehat dan bergizi, olahraga rutin, dan tentunya istirahat cukup. 

Keluarga dengan anak balita juga disarankan rajin membersihkan lingkungan sekitar dari sampah. Lingkungan dengan sampah dapat menjadi sarang penyakit dan berbahaya apabila balita belum mengerti mengenai hal tersebut.

Umumnya, balita masih dalam tahap senang mencoba berbagai hal di sekitarnya termasuk menyentuh berbagai barang. Apabila barang di sekitar balita tidak dijaga kebersihannya maka bakteri dan virus dapat berkembang biak di barang tersebut.

Virus dan bakteri dapat berkembang dan akan lebih bahaya apabila tersentuh oleh tangan balita. Bakteri dan virus yang masuk ke dalam mulut balita bisa menyebabkan penyakit-penyakit mulut seperti karies gigi yang umum dijumpai pada anak-anak.

Menjaga tangan balita tetap bersih steril (menggunakan sabun atau bisa juga hand sanitizer) dan memberi pengertian pada balita untuk tidak menyentuh barang sembarangan akan membantu pencegahan virus, kuman, dan bakteri masuk ke dalam mulut. 

Balita juga dianjurkan menyikat gigi minimal dua kali di masa pandemi seperti ini. Menyikat gigi mengurangi plak dan kotoran yang menempel di gigi. Virus dan kuman selain flora normal yang hidup di mulut akan ikut keluar bersamaan saat menyikat gigi.

Hal tersebut akan menjaga gigi dan mulut dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan. Selain dari segi kebersihan, perilaku hidup sehat lainnya yang harus diterapkan adalah menjaga pola makan agar tetap mengandung gizi seimbang.

Sayur dan buah membantu metabolisme dalam tubuh agar tetap terjaga. Tidak hanya pada orang dewasa, buah, sayur, dan makanan bergizi lainnya juga memberikan manfaat baik bagi balita dan anak-anak.

Pada balita, gizi dari makanan akan membantu pertumbuhan dan perkembangan gigi serta memberikan pengaruh pada kesehatan mulut dan gigi. Balita juga disarankan menghindari makanan yang mengandung lemak, gula, dan garam. Ketiga kandungan itu cukup sulit untuk dibersihkan dari gigi dan mulut sehingga dapat menyebabkan bakteri menumpuk di rongga mulut balita.

Selain pola makan perlu diperhatikan pula asupan cairan pada balita. Umumnya, setiap orang perlu 1,5-2 liter air tiap harinya tetapi jumlah tersebut bisa berubah tergantung usia dan berat badan. Keberadaan cairan penting dalam tubuh karena metabolisme tak bisa berjalan lancar tanpa adanya cairan.

Air membantu menuntaskan sisa makanan di dalam mulut sehingga gigi dan mulut lebih bersih daripada sebelumnya. Sisa makanan yang menumpuk merupakan salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit di dalam rongga mulut. Sisa makanan dapat menyebabkan flora normal di dalam mulut berkembang biak melebihi batas wajar. Perkembangan tersebut menyebabkan timbulnya karies pada gigi. 

Pada balita karies lebih sering ditemui karena kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan benar serta kebiasaan minum air putih yang belum terbentuk. Penerapan kebiasaan pola makan yang baik diimbangi dengan minum cukup cairan dapat mencegah karies terjadi pada balita.

Oleh sebab itu, penting bagi seorang ibu untuk menjaga dan memilih pola makan yang baik dan tepat untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Istirahat yang cukup serta olahraga rutin juga penting untuk mengimbangi pola makan yang sehat dan bergizi sehingga balita dapat tumbuh sehat dan kuat. 

Sherina Fatwa Imanu

Baca Juga