Pernahkah kamu mendengar istilah PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder? PTSD adalah suatu gangguan pada kesehatan mental yang terjadi ketika seseorang pernah mengalami trauma yang begitu berat.
Biasanya, trauma yang terjadi disebabkan oleh suatu kejadian yang menakutkan, mengancam nyawa, atau bahkan suatu kejadian yang tidak ingin mereka ingat lagi.
Bahkan, ada sebuah studi yang menyampaikan bahwasanya sekitar 40 persen korban tsunami Aceh pada tahun yang lalu mengalami PTSD. Itu artinya, ada begitu banyak kasus PTSD yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari.
Oleh karena itu, kita harus lebih peka terhadap kondisi kita pribadi atau orang-orang di sekitar kita. Merangkum dari hellosehat.com, ada beberapa fakta tentang PTSD yang harus kita ketahui.
1. Tidak semua orang yang mempunyai trauma menderita PTSD.
Meski PTSD bersumber dari kejadian traumatis yang dialami oleh seseorang, namun tidak semua orang yang mempunyai trauma menderita PTSD.
Sebab, pada beberapa kasus, ketika seseorang mengalami kecelakaan yang membuatnya trauma, akan terjadi penurunan rasa trauma dari tingkatan yang berat ke tingkatan trauma biasa. Seiring dengan itu, persentase PTSD juga mengalami penurunan.
2. Penderita PTSD tidak semuanya bertindak agresif
Beberapa penderita PTSD akan mengalami gejala seperti mimpi buruk, konsentrasi yang jurang, sering mengalami flashback akan peristiwa yang telah terjadi, merasa bersalah, sulit terlelap dan sebagainya.
Sementara itu, menjadi agresif bukan gejalan dari PTSD. Walau beberapa studi menyampaikan bahwa persentase pasien PTSD yang anarkis itu ada, namun itu kurang dari 8 persen.
3. PTSD dapat diatasi
Siapa bilang PTSD tidak bisa diatasi? Mungkin, gangguan mental ini tidak bisa disembuhkan secara total, namun bukan berarti PTSD tidak dapat ditangani. Beberapa penelitian berhasil menemukan cara untuk menangani pasien yang mengidap PTSD.
Penanganan ini biasanya dilakukan dengan cara pemberian obat anti depresi, serta sesekali obat tekanan darah pada beberapa gejala. Psikoterapi juga dapat menjadi salah satu metode penanganan.
Tujuan dari penanganan ini ialah untuk membantu mengurangi gejala emosi yang timbul serta membantu agar penderita PTSD dapat mengatasi rasa traumanya setiap kali pemicu rasa trauma tersebut muncul.
Jadi, bukan berarti PTSD tidak bisa ditangani. Hanya saja, proses penanganan PTSD memang butuh waktu sedikit lebih lama karena prosesnya terus berkelanjutan.
Baca Juga
-
4 Hal yang Bikin Si Doi Ilfeel Banget sama Kamu, Yuk Hindari!
-
5 Ciri yang Menunjukkan Seseorang Memiliki Kepribadian Omega, Kamu Termasuk?
-
Pasangan Tidak Peka? Ini 4 Cara untuk Menghadapinya!
-
4 Gejala Batu Amandel, Salah Satunya Bau Mulut
-
5 Hal Penting tentang Ablutophobia, dari Definisi hingga Treatment
Artikel Terkait
-
People Pleaser: Terbentuk Akibat Trauma Masa Kecil dan Bisa Berbahaya Dalam Hubungan
-
Kenapa Orang Tua Bisa Jadi Strict Parents kepada Anaknya? Ini 5 Pemicunya
-
4 Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Parasomnia, Salah Satunya Stres
-
3 Istilah Psikologi yang Sering Kamu Dengar, Sudah Tahu Artinya?
-
4 Tips Menghadapi Rasa Cemas Berlebihan, Kenali Sebabnya!
Health
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
Terkini
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
After the Fall: Kisah Humpty Dumpty yang Belajar Bangkit Kembali
-
Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo