facebook

3 Fakta Tentang PTSD, Post Traumatic Stress Disorder

Vallencia Zhang
3 Fakta Tentang PTSD, Post Traumatic Stress Disorder
Ilustrasi trauma. (Pixabay.com)

Pernahkah kamu mendengar istilah PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder? PTSD adalah suatu gangguan pada kesehatan mental yang terjadi ketika seseorang pernah mengalami trauma yang begitu berat.

Biasanya, trauma yang terjadi disebabkan oleh suatu kejadian yang menakutkan, mengancam nyawa, atau bahkan suatu kejadian yang tidak ingin mereka ingat lagi.

Bahkan, ada sebuah studi yang menyampaikan bahwasanya sekitar 40 persen korban tsunami Aceh pada tahun yang lalu mengalami PTSD. Itu artinya, ada begitu banyak kasus PTSD yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari.

Oleh karena itu, kita harus lebih peka terhadap kondisi kita pribadi atau orang-orang di sekitar kita. Merangkum dari hellosehat.com, ada beberapa fakta tentang PTSD yang harus kita ketahui.

1. Tidak semua orang yang mempunyai trauma menderita PTSD. 

Meski PTSD bersumber dari kejadian traumatis yang dialami oleh seseorang, namun tidak semua orang yang mempunyai trauma menderita PTSD.

Sebab, pada beberapa kasus, ketika seseorang mengalami kecelakaan yang membuatnya trauma, akan terjadi penurunan rasa trauma dari tingkatan yang berat ke tingkatan trauma biasa. Seiring dengan itu, persentase PTSD juga mengalami penurunan.

2. Penderita PTSD tidak semuanya bertindak agresif

Beberapa penderita PTSD akan mengalami gejala seperti mimpi buruk, konsentrasi yang jurang, sering mengalami flashback akan peristiwa yang telah terjadi, merasa bersalah, sulit terlelap dan sebagainya.

Sementara itu, menjadi agresif bukan gejalan dari PTSD. Walau beberapa studi menyampaikan bahwa persentase pasien PTSD yang anarkis itu ada, namun itu kurang dari 8 persen.

3. PTSD dapat diatasi

Siapa bilang PTSD tidak bisa diatasi? Mungkin, gangguan mental ini tidak bisa disembuhkan secara total, namun bukan berarti PTSD tidak dapat ditangani. Beberapa penelitian berhasil menemukan cara untuk menangani pasien yang mengidap PTSD.

Penanganan ini biasanya dilakukan dengan cara pemberian obat anti depresi, serta sesekali obat tekanan darah pada beberapa gejala. Psikoterapi juga dapat menjadi salah satu metode penanganan.

Tujuan dari penanganan ini ialah untuk membantu mengurangi gejala emosi yang timbul serta membantu agar penderita PTSD dapat mengatasi rasa traumanya setiap kali pemicu rasa trauma tersebut muncul.

Jadi, bukan berarti PTSD tidak bisa ditangani. Hanya saja, proses penanganan PTSD memang butuh waktu sedikit lebih lama karena prosesnya terus berkelanjutan. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak