Nasi merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia, sehingga kurang lengkap rasanya jika kita makan tanpa adanya nasi sebagai menu utama. Belakangan ini banyak sekali mitos-mitos yang beredar seputar nasi.
Ada yang mengatakan bahwa mengonsumsi nasi dingin lebih sehat dibandingkan dengan nasi panas, dan ada pula yang menyebutkan bahwa mengonsumsi nasi secara terus-menerus dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas. Benarkah demikian faktanya?
Nah di artikel kali ini kita akan membahas tentang fakta dan mitos seputar nasi yang perlu kamu ketahui, berikut empat diantaranya.
1. Nasi Merah lebih Sehat Dibandingkan Nasi Putih
Pernyataan ini seringkali kita dengar dari masyarakat yang telah mengubah kebiasaan makan nasi putih menjadi nasi merah dengan alasan tertentu. Melansir dari Medical News Today, bahwa pada dasarnya nasi putih ataupun nasi merah sama-sama memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Nasi putih cocok bagi penderita penyakit ginjal karena memiliki kandungan kalium serta fosfor yang lebih sedikit sehingga dapat membantu meringankan kerja ginjal.
Di sisi lain, nasi merah bermanfaat bagi orang yang sedang melakukan diet untuk menurunkan berat badan serta pada orang yang mengalami diabetes tipe II. Hal ini disebabkan karena nasi merah memiliki kandungan indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta nafsu makan seseorang.
2. Nasi Dingin Lebih Sehat Dibandingkan Nasi Panas
Seringkali orang menyebutkan bahwa mengonsumsi nasi dingin lebih sehat dibandingkan dengan nasi panas. Benarkah demikian? Mengutip dari laman Info Sehat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bahwa hal ini memang benar adanya. Nasi panas yang baru matang memiliki kadar indeks glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat.
Sedangkan nasi yang telah didinginkan terlebih dahulu memiliki pati resisten yang tinggi sehingga waktu cerna nasi tersebut menjadi lebih lama. Efeknya akan terlihat pada rasa kenyang yang dapat bertahan lebih lama dibandingkan saat mengonsumsi nasi panas.
3. Nasi Hanya Mengandung Karbohidrat
Pernyataan ini didasari oleh fungsi utama nasi sebagai makanan pokok. Padahal faktanya ada beragam jenis zat gizi lain yang terdapat pada nasi selain karbohidrat saja. Melansir dari laman Nilai Gizi bahwa dalam 1 porsi nasi dengan berat 100 gr mengandung energi 180 kal, karbohidrat 39,80 gr, protein 3 gr, kalsium 25 mg, fosfor 27 mg, kalium 38 mg, tembaga 100 mcg, serta vitamin B3 2,60 mg.
Meski jumlah zat gizi lain terlihat lebih sedikit dibandingkan karbohidrat, namun fakta ini menunjukkan bahwa ada zat gizi lain yang terdapat pada nasi selain karbohidrat saja.
4. Nasi Merupakan Penyebab Kegemukan
Jika kita lihat dari hasil perhitungan jumlah kalori nasi dari pembahasan sebelumnya yaitu sebesar 180 kalori per porsi maka sulit rasanya mengatakan bahwa nasi merupakan penyebab utama kegemukan. Jika dilihat dari Angka Kecukupan Gizi Harian orang dewasa, yaitu sekitar 2500 kalori per hari, tentu nilai 180 kalori ini terbilang kecil.
Meskipun kamu dapat menyantap hingga 6 porsi nasi perhari, namun jumlah kalori yang kamu dapatkan dari nasi hanya mencukupi 43,2% dari total kebutuhan kalori harian.
Itulah tadi empat fakta dan mitos seputar nasi yang perlu kamu ketahui, semoga bermanfaat!
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Mengenal Kimpul, Umbi Lokal Pengganti Nasi yang Sedang Viral Jadi Seblak hingga Tteokbokki
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
Health
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
Terkini
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
5 Body Wash dengan Scrub Halus untuk Perawatan Kulit Bersih Menyeluruh
-
Ibu Rumah Tangga: Karyawan Tanpa Gaji, Tanpa Cuti, Tanpa Bonus
-
Al-Adzkar An-Nawawiyah: Kitab yang Mengajak Kita Mengingat Tuhandi Tengah Notifikasi dan Kecemasan
-
PATRIBERA 2026 Hadirkan AHY hingga Diskoria, Warnai Langkah Awal Mahasiswa Baru UPNVJ