Di zaman modern seperti sekarang ini, banyak ibu hamil yang masih terdoktrin oleh mitos pantangan makan dari orang-orang terdekatnya. Ada mitos yang memang benar terbukti secara ilmiah dan bisa disebut sebagai fakta, serta ada pula mitos yang tidak memiliki dasar apapun.
Nah, diartikel kali ini kita akan membahas tentang apa saja fakta dan mitos seputar makanan pada ibu hamil, agar menjadi pedoman dalam menyaring berbagai informasi yang kita dapatkan dari orang-orang terdekat. Berikut empat diantaranya.
1. Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi dan Teh
Zat besi merupakan salah satu jenis mineral utama yang dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi zat besi serta pendarahan pada saat persalinan. Kopi dan teh memang dinilai menjadi salah satu faktor penghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Melansir dari Healthline, bahwa kandungan kafein pada kopi dan teh akan mengikat sekitar 6 persen zat besi di dalam tubuh. Tetapi pemicu utama yang menjadi penghambat zat besi ini ternyata berasal dari tanin dan polifenol.
Oleh sebab itu ibu hamil perlu membatasi asupan kopi dan teh dan mengonsumsi suplemen zat besi untuk menjaga kadar hemoglobin di dalam darah tetap normal.
2. Ibu Hamil Dilarang Mengonsumsi Seafood
Beberapa jenis seafood memiliki kandungan merkuri yang tinggi, seperti swordfish, tuna mata besar, makarel, marlin, dan kerang hijau. Kandungan merkuri pada seafood ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi orang dewasa, tetapi akan berdampak pada perkembangan otak dan sel saraf janin.
Oleh sebab itu ibu hamil perlu membatasi asupan seafood dan memilih jenis seafood yang memiliki kadar merkuri rendah, seperti ikan salmon, sarden, kembung, dan udang, seperti yang dikutip pada laman Mayo Clinic.
Ibu hamil juga perlu memperhatikan cara mengonsumsi seafood ini. Perhatikan tingkat kematangannya untuk mencegah infeksi cacing pita ataupun keracunan makanan dari logam berat yang mungkin terkandung pada seafood.
3. Masa Ngidam Harus Dituruti agar Bayi Tidak Ileran
Pernyataan ini dikategorikan sebagai mitos belaka dan tidak didasarkan oleh penelitian. Faktanya, setiap bayi akan ileran atau ngeces terutama saat dia sedang berada dalam fase tumbuh gigi. Oleh sebab itu "ngidam" bukan dijadikan suatu alasan bagi ibu hamil untuk dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang dia inginkan.
4. Makan dengan Porsi Dua Kali Lebih Banyak Dari Biasanya
Ibu hamil sering disarankan untuk mengonsusmi makanan dua kali lebih banyak dari biasanya agar janin mendapatkan asupan yang cukup. Berdasarkan Pedoman Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia, ibu hamil trimester 1 perlu menambahkan asupan kalori sebesar 180 kal, serta trimester 2 sebesar 300 kal, dan trimester 3 sebesar 300 kal. Jika kita telusuri lebih lanjut, penambahan jumlah kalori per hari ini tidak serta merta meningkatkan dua kali lebih banyak asupan makanan dari biasanya.
Ibu hamil dapat mengonsumsi protein tambahan di salah satu waktu makan untuk memenuhi kecukupan zat gizi pada masa kehamilan. Misalnya dalam menu makan siang ibu hamil yang terdiri dari satu porsi nasi, tempe, telur, sayur, dan buah. Nah untuk mencukupi kebutuhan gizi ini, ibu hamil dapat menambahkan 1 porsi daging ayam sebagai asupan tambahannya.
Itulah tadi empat fakta dan mitos seputar makanan pada ibu hamil. Semoga bermanfaat!
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Lowongan PPNPN untuk Seluruh Indonesia?
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Kanal Pengaduan Penipuan Online via WhatsApp?
-
CEK FAKTA: Budi Arie Ancam Bakal Bongkar Rahasia Negara
-
Nikmati Manisnya Mochi Es Krim Mangga di Momen Kebersamaan yang Spesial
-
CEK FAKTA: PLN Beri Voucher Token Gratis Rp250 Ribu untuk Daya 450-2.200 VA
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!