Kolesterol tinggi mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kolesterol dalam batas normal dengan mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang tepat.
Salah satu cara untuk menurunkan kolesterol adalah dengan mengonsumsi sayuran yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral.
Merangkum dari Sehatq dan HealthShots, berikut beberapa macam sayuran untuk menurunkan kolesterol tinggi.
1. Brokoli
Makanan yang sangat berguna dalam menangani kolesterol tinggi adalah brokoli, karena memiliki kandungan serat larut yang tinggi.
BACA JUGA: 5 Jenis Makanan Penurun Kolesterol, Sayang Dilewatkan!
Selain itu, brokoli kaya akan nutrisi dan senyawa sulfur yang disebut Sulforaphane, yang berperan dalam mengurangi kadar trigliserida.
Dalam saluran pencernaan, serat pada brokoli akan bergabung dengan asam empedu, sehingga mempermudah pengeluaran kolesterol dari tubuh.
Mengonsumsi sayuran yang kaya akan serat juga membantu mengendalikan nafsu makan yang berlebihan sehingga dapat menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh.
2. Kacang Polong
Sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti dari kanada yang mengeksplorasi hubungan antara kacang polong dan penurunan kadar kolesterol.
Dalam penelitian ini, 1.000 responden terlibat dan hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kacang polong dapat mengurangi kadar kolesterol LDL sebanyak 5 persen.
3. Wortel
Manfaat besar bagi jantung dapat diperoleh dari konsumsi wortel. Tubuh mengubah beta-karoten dalam wortel menjadi vitamin A yang membantu mengaktifkan BCO1, suatu enzim yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Konsumsi wortel juga mempengaruhi penyerapan kolesterol dan status antioksidan tubuh serta mempengaruhi ekstensi asam empedu, yang pada akhirnya memberikan perlindungan bagi jantung.
Selain itu, wortel mengandung serat larut berupa pektin yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah karena mencegah penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.
BACA JUGA: 5 Pantangan Makanan untuk Pengidap Kolesterol
4. Kentang
Dikenal sebagai alternatif nasi, kentang kaya akan serat larut. Sebuah kentang ukuran sedang diperkirakan mengandung sekitar 5 gram serat larut.
Jika ingin memperoleh manfaat serat larut dari sayuran ini yang dapat menurunkan kolesterol, disarankan untuk mengonsumsinya bersama kulitnya.
5. Terong
Suatu penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa 10 mililiter (ml) jus terong dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.
Bukti ini dapat dimengerti mengingat bahwa satu cangkir terong (94 gram) mengandung 2,4 gram serat. Walaupun demikian, perlu adanya penelitian lebih lanjut pada manusia untuk membuktikan keefektifan terong dalam menurunkan kolesterol.
Itulah beberapa sayuran untuk menurunkan kolesterol jahat atau tinggi. Dengan memasukkan sayuran ini ke dalam pola makan sehari-hari, bukan hanya membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga pola makan yang seimbang dan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran untuk kesehatan yang lebih baik.
Baca Juga
-
Jangan Keliru, Ini 5 Urutan yang Benar Perawatan Skincare di Pagi Hari
-
Selain Hubungan Seksual, Ini 6 Faktor Utama Penularan HIV yang Perlu Diketahui
-
5 Efek Samping Bangun Siang, Salah Satunya Gangguan Mood
-
Jangan Ragu! Ini 5 Alasan Gunung Merbabu Harus Dikunjungi bagi Para Pendaki
-
Perjalanan Jadi Menyenangkan! Ini 7 Tips Bepergian Naik Kereta Api
Artikel Terkait
-
Jangan Takut! Ini 5 Macam Buah yang dapat Redakan Kolesterol Tinggi
-
5 Pantangan Makanan untuk Pengidap Kolesterol
-
Sering Disepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi
-
Zaidul Akbar Bocorkan Ramuan Obat Herbal Kolesterol dan Asam Urat, Ini Dia Resepnya
-
Resep Oseng Pare, Masakan Rumahan Simpel Cocok untuk Sahur
Health
-
Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti
-
Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
Terkini
-
Cerita Cinta Gen Z di Era Digital: Dimulai dari DM, Tanpa Status, Berujung Ghosting
-
Kacau! Kemenangan Pecco Bagnaia Pupus karena Masalah Getaran pada Motor
-
Galaxy Buds4 Series: True Wireless Stereo dengan AI yang Mengubah Cara Mendengar dan Berinteraksi
-
Kunci Sehat itu Ya Bahagia! Tips Sehat di Buku Piknik Itu Perlu
-
Tetap Waras di Era Tak Tentu, Membaca Bebas Finansial ala Generasi Sandwich