Akhir-akhir ini virus Flu Burung kembali ramai diperbincangkan karena ditemukan muncul kembali di beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia. Melansir dari suara.com, penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 ini diketahui muncul di negara Kamboja dan setidaknya memakan korban meninggal 1 orang. Virus flu burung kali ini diketahui varian baru dengan clade 2.3.4.4b dan diketahui telah menjangkiti banyak unggas khususnya ayam di negara tersebut.
Di Indonesia sendiri virus ini memang sempat mewabah cukup parah di tahun 2005 hingga menyebabkan pandemi. Hal ini tentunya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mengingat Indonesia yang memang baru saja pulih dari pandemi Covid-19 selama 3 tahun terakhir. Namun, ternyata ada beberapa penyakit selain flu burung yang dapat ditularkan oleh unggas kepada manusia. Berikut ini 3 penyakit yang bisa menular dari unggas kepada manusia.
1. Salmonellosis
Salah satu penyakit yang mungkin sering ditemukan di Indonesia yang diketahui dapat menular dari unggas seperti ayam, bebek atau sejenisnya adalah Salmonellosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella yang berkembang biak dalam tubuh hewan.
Melansir dari situs Halodoc, bakteri ini dapat berkembang pesat di lingkungan yang kurang higienis. Bakteri ini dapat ditemukan di hewan unggas yang telah terkontaminasi, baik daging, kotoran ataupun bulu dari unggas tersebut.
BACA JUGA: Melihat Kasus Indra Bekti, Ini 5 Dampak Perceraian Bagi Kesehatan Mental
Meskipun sepintas unggas tersebut tidak terlihat seperti terpapar bakteri Salmonella, akan tetapi apabila manusia melakukan kontak dengan unggas yang terpapar bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit yang cukup serius. Umumnya orang-orang yang terkena penyakit ini memiliki gejala diare, mual disertai muntah, demam dan beberapa gejala lainnya.
2. Campylobacteriosis
Penyakit ini adalah infeksi bakteri yang bisa ditularkan dari unggas seperti ayam kepada manusia. Umumnya penularan bakteri ini berasal dari mengkonsumsi daging atau telur unggas yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.
Sama seperti Salmonella, bakteri Campylobacter cukup sulit untuk dideteksi pada tubuh unggas karena sepintas tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu. Apabila seseorang terkena Campylobacteriosis maka akan mengalami demam 2-3 hari, mengalami kram perut serta diare.
Penyakit ini umumnya seringkali menulari anak-anak atau orang tua yang memiliki kekebalan imun yang kurang. Selain itu, penyakit ini cukup berbahaya bagi manusia apabila menyebabkan infeksi yang cukup serius.
3. Infeksi Escherichia Coli (E. Coli)
Salah satu penyakit yang disebabkan serangan bakteri yang sering ditemukan dalam tubuh unggas adalah infeksi Escherichia Coli atau E. Coli. Meskipun tidak hanya ditemukan dalam tubuh unggas, akan tetapi mengingat konsumsi unggas seperti ayam dan sejenisnya cukup besar di Indonesia, maka penyebaran bakteri tersebut cukup besar kemungkinannya.
BACA JUGA: 6 Ciri-ciri Orang Kekurangan Kalsium dalam Tubuh, Begini Cara Mengatasinya!
Bakteri tersebut dapat berkembang biak di lingkungan yang kurang higienis dan mengkontaminasi unggas yang berhabitat di lingkungan tersebut. Penularan bakteri ini bisa melalui kotoran, daging, darah dan air yang bersentuhan dengan unggas yang telah terkontaminas.
Pada manusia umumnya beberapa varian bakteri Escherichia Coli tidak menyebabkan infeksi yang serius. Akan tetapi, dalam beberapa kasus infeksi tersbeut dapat menyebabkan diare, infeksi pernapasan, infeksi saluran kemih dan pneumonia. Bahkan, apabila terinfeksi secara fatal dapat berisiko menyebabkan kematian. Mengkonsumsi olahan daging unggas yang telah dimasak secara matang merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan bakteri ini dari unggas ke manusia.
Nah, itulah 3 penyakit yang bisa ditularkan unggas ke manusia selain flu burung. Menjaga higienitas makanan khususnya yang berasal dari unggas merupakan salah satu kiat sukses dalam meminimalisir kemungkinan terpapar penyakit-penyakit di atas. Selain itu, memilah dan memasak daging atau telur yang berasal dari unggas secara benar dan matang merupakan salah satu kiat lain dalam meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Jerman Gagal Menembus Babak 16 Besar, Imbas Dosa kepada Mesut Ozil?
-
Takluk dari Brazil, Jepang Gagal Pertahankan Marwah Sepakbola Asia!
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Health
-
Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik
-
Bukan Mistis! Ini Alasan Kenapa Kamu Sering Lihat Wajah Makhluk Hidup di Benda Mati
-
Apa yang Tersembunyi di Dalam Daun? Mengenal 3 Senyawa Ajaib Tanaman Obat
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
-
Bahaya Tersembunyi di Balik Kemudi: Mengenal dan Mencegah Ancaman Microsleep
Terkini
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
Usung Kisah Emosional William Shakespeare, Hamnet Tayang 6 Juli di Netflix
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Sinopsis Agent Kim Reactivated, So Ji-sub Taruhkan Nyawa Demi Anak