Post-holiday blues atau perasaan sedih setelah liburan berakhir bisa mempengaruhi seseorang secara psikologis. Dikutip dari Alodokter, orang yang mengalami post-holiday blues bisa mengalami perasaan depresi, stres, cemas, dan kehilangan semangat ketika harus kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah liburan.
Liburan seharusnya dapat membantu memulihkan energi dan membangkitkan semangat seseorang, namun tidak selalu demikian. Beberapa orang malah merasa sedih dan kehilangan semangat saat harus kembali menjalani rutinitas setelah liburan. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari dan memengaruhi konsentrasi dan produktivitas seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Perasaan sedih dan depresi setelah liburan bukanlah sesuatu yang abnormal atau tidak wajar. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami post-holiday blues, seperti tekanan psikologis sebelum atau selama liburan, kurang tidur, dan perasaan kesepian atau kekosongan setelah liburan selesai.
Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi post-holiday blues. Beberapa cara tersebut antara lain adalah merencanakan aktivitas menyenangkan setelah liburan, seperti berkumpul dengan teman atau keluarga, berolahraga, atau menjalankan hobi yang disukai. Selain itu, melakukan meditasi atau yoga, serta mengelola waktu dengan bijak juga dapat membantu mengatasi perasaan sedih dan depresi setelah liburan.
Ada juga beberapa tanda-tanda post-holiday blues yang perlu diwaspadai:
- Merasa stres dan cemas saat kembali ke aktivitas sehari-hari
- Kehilangan motivasi dan fokus
- Mengalami insomnia
- Suasana hati yang buruk
- Sering melamun
- Merasa kosong dan lelah
- Mudah marah dan frustasi
- Penurunan rasa percaya diri.
Bagi kamu yang mengalami post-holiday blues, jangan khawatir. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini. Beberapa cara tersebut antara lain dengan mengembalikan kebiasaan sehari-hari secepat mungkin, memilih untuk berfokus pada hal-hal positif, mengatur jadwal dan membuat rencana yang jelas, serta melakukan kegiatan yang membuatmu merasa bahagia dan nyaman. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kamu dapat mengurangi risiko post-holiday blues dan menjaga semangat serta energi yang positif setelah masa liburan.
Namun, jika perasaan sedih atau depresi setelah liburan terus berlanjut dan memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang, sebaiknya segera mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Dukungan dari keluarga atau teman juga dapat membantu mengatasi perasaan sedih dan depresi setelah liburan.
Baca Juga
-
4 Alasan Pentingnya Work Life Balance, Buat Kita Lebih Fokus saat Bekerja
-
4 Alasan Kamu Tidak Harus Mengadakan Pesta Pernikahan, Hemat Biaya!
-
7 Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Orang Dewasa
-
5 Langkah Mengatasi Anggota Keluarga yang Toxic, Jaga Batasan!
-
6 Penyebab Enochlophobia atau Phobia Takut Keramaian yang Perlu Kamu Tahu
Artikel Terkait
-
Warga Apresiasi Kinerja Polisi di Purwakarta Saat Arus Mudik dan Liburan Lebaran
-
Disuruh Introspeksi usai Virgoun Selingkuh, Inara: Mental Illness dan Fetish
-
Dianggap Berlebihan karena Takut Disentuh Orang? Jangan-Jangan Kamu Mengidap Ini!
-
5 Tips Liburan Hemat di Eropa, Keliling Negara Tanpa Buat Kantong Kering!
-
Gundukan Tanah 'Terjun' ke Area Parkir Kolam Renang Majalaya Kabupaten Bandung
Health
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
-
Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan
-
Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan
-
Waspada Gagal Ginjal Akut Akibat Luka Bakar: Kenali Gejala dan Penyebabnya
Terkini
-
4 Film Korea Tayang Februari 2026, Comeback Choi Woo Shik hingga Zo Insung
-
Sparks of Tomorrow Siap Tayang Juli, Pencarian Buku Katalog Listrik Dimulai
-
3 Drama Korea Bertema Hukum yang Tayang di Awal Tahun 2026, Terbaru Honour
-
Sinopsis Mercy, Film Thriller yang Mengungkap AI Jadi Hakim Keadilan
-
Jumpa I.League, John Herdman Soroti Pentingnya Kerja Sama Berkelanjutan