Demam merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami suhu tubuh tinggi di atas 37,2 derajat celcius. Demam sendiri merupakan tanda yang diberikan oleh tubuh bahwa tubuh sedang aktif melawan infeksi. Dalam kondisi tertentu, demam sebenarnya tidak berbahaya. Meski demilikian, demam yang terlalu tinggi dan berlangsung lama juga tidak boleh disepelekan.
Faktor Risiko dan Penyebab Demam pada Anak
Dikutip dari halodoc.com, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan demam pada anak, antara lain berasal dari faktor lingkungan, misalnya kontak langsung dengan terlalu banyak orang yang mungkin memiliki kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat. Faktor lainnya juga dapat disebabkan karena sistem kekebalan tubuh anak yang lemah, serta konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Sebagian besar demam pada anak disebabkan karena infeksi tertentu. Meningkatnya suhu tubuh diakibatkan karena sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh anak.
Gejala Demam yang Dialami oleh Anak
Beberapa gejala yang dapat menunjukkan bahwa anak sedang mengalami demam di samping kenaikan suhu tubuh antara lain mudah marah, cerwet, rewel, merasa gelisah, lesu, serta nafsu makan berkurang. Anak juga sering menangis karena merasa tidak nyaman, mengalami nyeri tubuh, sakit kepala, gangguan tidur, hingga mengalami kejang pada kasus yang cukup parah.
Cara Mengatasi Demam pada Anak
Masih dari sumber yang sama, untuk mengatasi demam pada anak, terutama demam ringan dan tidak terlalu parah, bisa diatasi dengan terapi nonfarmakologi atau terapi yang tidak memerlukan pengobatan. Beberapa terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan ketika anak demam antara lain:
- Menghindari dehidrasi dengan cara mencukupi kebutuhan cairan anak yaitu dengan perbanyak minum air putih
- Menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman dan tidak membuat anak merasa tidak betah
- Memeriksa dan memantau suhu anak secara teratur menggunakan termometer
- Mencukupi kebutuhan istirahat anak, membatasi kegiatan yang terlalu berat dan menguras tenaga
- Mengompres anak dengan handuk dan air hangat
- Memberikan makanan yang mudah dicerna serta menjaga pola makan anak
- Jika sudah lumayan parah, bisa diberikan obat penurun demam yang relatif aman untuk anak
Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Anak Demam
Jika anak mengalami demam dalam jangka waktu yang cukup lama dan suhu tubuhnya tidak turun setelah diberikan obat penurun demam, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Disarankan untuk segera membawa anak ke dokter jika mengalami hal-hal di bawah ini:
- Suhu tubuh di atas 40 derajat celciu
- Demam telah berlangsung lebih dari tiga hari atau lebih dari 72 jam
- Demam disertai dengan gejala lain seperti mengalami kekakuan leher, sakit tenggorokan parah, sakit telinga, sakit kepala parah, serta ruam
- Anak mengalami kejang
Demikian informasi terkait demam pada anak yang harus kamu ketahui. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Love in Montreal: Dilema Passion vs Cinta, Mana yang Harus Dipilih?
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
Artikel Terkait
-
Inara Rusli Gugatan Cerai, Virgoun Dituntut Nafkah Rp110 Juta Perbulan, Netizen: Bagus gugat aja sampe miskin biar.
-
Manis Banget, Dahlia Poland Posting Foto Anak Perempuannya: My Girl
-
Minimal 10 KM, Virgoun Kini Disuruh Jauh-jauh dari Inara Rusli dan Ketiga Anaknya
-
Siapkan Jawaban Saat Ditanya Anak Soal Virgoun, Inara Rusli: Harus Ada Konsekuensinya
-
Taman Narmada di Lombok NTB: Rekomendasi Wisata Berbalut Sejarah
Health
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
Terkini
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif
-
Hobi Checkout Baju Picu Clutter Lifestyle dan Sampah Tekstil Meningkat?
-
Children of Heaven: Angkat Tema Kemiskinan dengan Pendekatan yang Humanis
-
Kulkas Penuh Daging, Dompet Kering Melompong: Fenomena Unik Pasca-Iduladha
-
Syukuran Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Cetakan ke-100: Ada Extra Chapter dan Bocoran Film!