Scroll untuk membaca artikel
Candra Kartiko | Wahyu Astungkara
Ilustrasi nasi putih (Freepik/Jcomp)

Nasi putih, sebagai salah satu makanan pokok di banyak negara, sering kali menjadi perdebatan ketika dikonsumsi. Ada beberapa mitos yang beredar di kalangan masyarakat seputar nasi putih dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Simak lima mitos konsumsi nasi putih berdasarkan ulasan dari sumber American Diabetes Association. Carbohydrates and Diabetes di situs Diabetes.org.

BACA JUGA: 6 Manfaat Talas untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Sumber Zat Besi

1. Bikin Gemuk

Banyak orang menganggap nasi putih sebagai penyebab utama kegemukan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kegemukan lebih berkaitan dengan asupan kalori secara keseluruhan dan gaya hidup, bukan hanya nasi putih.

Asalkan konsumsinya dalam jumlah yang seimbang dan sejalan dengan kebutuhan energi tubuh, nasi putih tidak akan secara langsung menyebabkan peningkatan berat badan.

2. Rendah Nutrisi

Sebagian orang berpikir bahwa nasi putih tidak memiliki nutrisi yang cukup karena telah melalui proses penggilingan. Namun, nasi putih masih mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan beberapa vitamin dan mineral seperti thiamin, niacin, dan selenium.

Meskipun nasi putih tidak sebaik nasi merah atau nasi hitam dalam hal kandungan serat dan nutrisi lainnya, tetap saja nasi putih memberikan energi yang diperlukan oleh tubuh.

BACA JUGA: Cara Menggunakan Obat Asma Inhaler yang Tepat, Jangan Sampai Salah

3. Menyebabkan Diabetes

Sebuah mitos yang kerap dijumpai adalah nasi putih menyebabkan diabetes. Namun, risiko diabetes lebih terkait dengan pola makan, termasuk asupan karbohidrat secara berlebihan dan tiadanya aktivitas fisik.

Jika nasi putih dikonsumsi dalam porsi yang wajar dan seimbang dengan jenis makanan lainnya, tidak ada bukti yang kuat bahwa nasi putih secara langsung menyebabkan diabetes.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ada kepercayaan bahwa nasi putih meningkatkan risiko penyakit jantung karena tingginya indeks glikemik. Namun, studi menunjukkan bahwa faktor risiko lain seperti pola makan, gaya hidup, dan risiko genetik ternyata memiliki peran yang lebih signifikan, khususnya penyakit jantung.

Menggantikan nasi putih dengan sumber karbohidrat lain yang lebih kompleks, seperti nasi merah atau biji-bijian utuh, memang dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Tumbuhan Liar, Inilah 5 Khasiat Gulma Siam bagi Kesehatan

5. Hindari Nasi Putih jika ingin Sehat 

Mitos terakhir yang perlu direduksi adalah jika ingin hidup sehat harus menghindari nasi putih. Padahal, faktanya nasi putih bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan sesuai takaran kebutuhan.

Mitos-mitos di atas telah dipercaya oleh masyarakat dan bahkan oleh para praktisi kesehatan. Hemat penulis, nasi putih merupakan keniscayaan yang tidak mungkin ditolak, terutama di negara kita Indonesia yang menjadikan nasi putih sebagai panganan pokok. Jadi, tetaplah konsumsi nasi putih dengan takaran terukur.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Wahyu Astungkara