Sayuran merupakan jenis makanan yang memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan. Mulai dari melancarkan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, menstabilkan tekanan darah, mencegah berbagai penyakit, serta membuat tubuh lebih bugar, seperti dilansir pada laman Medical News Today.
Akan tetapi, manfaat baik tersebut hanya akan Anda dapatkan jika sayuran tersebut diolah dengan tepat, misalnya dengan cara direbus, ditumis, ataupun dimakan langsung dalam bentuk salad. Sebaliknya, jika Anda mengolah sayuran dengan cara digoreng dalam minyak banyak, tentu hal ini dapat menghilangkan vitamin dan antioksidan yang terkandung didalamnya. Bahkan, konsumsi sayuran yang digoreng secara terus menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Nah, untuk pembahasan lebih lanjut seputar dampak negatif mengonsumsi sayuran yang digoreng, mari kita simak pembahasan berikut.
1. Terjadi Perubahan Zat Kimiawi Pada sayuran
Menggoreng sayuran dalam minyak yang banyak dalam suhu tinggi akan menimbulkan berbagai perubahan struktur kimiawi, baik dari minyak maupun kandungan dalam sayuran. Terlebih jika Anda menggunakan minyak goreng yang telah digunakan secara berulang, maka struktur lemak akan berubah menjadi lemak trans.
Lemak trans ini kemudian akan terserap dalam sayuran yang Anda goreng. Semakin banyak lemak trans yang masuk ke dalam tubuh Anda semakin berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena lemak trans akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).
Melansir dari laman Mayo Clinic, asupan makanan yang mengandung lemak trans dalam jumlah tinggi secara terus menerus berpotensi mengakibatkan penyakit jantung, stroke, diabates melitus, hingga kanker.
Selain itu, berdasarkan studi dari Brazilian Journal of Medical and Biological Research, konsumsi makanan yang mengandung lemak trans akan memperparah kondisi peradangan, misalnya pada kasus radang tenggorokan dan radang sendi.
2. Menghikangkan Kandungan Vitamin
Menurut studi dari The Journal of the Pakistan Medical Association, Proses pengolahan sayuran dengan cara digoreng akan menghilangkan sebagian besar kandungan vitamin yang terdapat didalamnya, seperti vitamin A,D,E,K, dan C. Pasalnya, beberapa jenis vitamin tersebut sangat sensitif dengan udara, panas, dan lemak.
3. Meningkatkan Risiko Obesitas
Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak dalam jumlah yang banyak, sehingga kalorinya akan menjadi lebih tinggi. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang digoreng secara terus menerus, maka risiko mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas juga semakin tinggi.
Kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Lemak ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan penyimpanan lemak, seperti dilansir pada laman Healthline.
Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan jenis pengolahan sayuran yang baik untuk kesehatan. Meski sayuran yang digoreng akan memberikan rasa yang lebih lezat, sebaiknya Anda memilih pengolahan sayuran dengan cara ditumis dengan minyak yang lebih sedikit.
Sebuah studi dari Jurnal Food and Chemistry menyebutkan bahwa pengolahan sayuran dengan cara ditumis menggunakan minyak masih lebih aman dibandingkan menggoreng sayuran dengan deep frying pada suhu minyak yang tinggi.
Itulah tadi pembahasan tentang tiga dampak negatif mengonsumsi sayuran yang digoreng, semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Lebaran Usai, Kolesterol Tinggi? Ini 5 Cara Cepat dan Mudah Menurunkannya!
-
Jangan Kalap! Kenali 4 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi Saat Lebaran, Waspadai Tandanya!
-
Kolesterol Naik Usai Lebaran? 9 Makanan Ini Bisa Jadi Penyelamat
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin