Fenomena dejavu adalah salah satu perasaan misterius yang sering diperbincangkan. Sudah banyak orang yang merasakannya, merasakan bahwa saat ini terasa familiar seperti telah dialami di masa lalu, padahal kita tahu bahwa hal tersebut sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam dunia psikologi, terdapat sejumlah pandangan yang mencoba menjelaskan mengapa kita bisa merasa dejavu. Para ahli psikologi telah menemukan berbagai penyebab yang memungkinkan seseorang mengalami dejavu. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa penyebab seseorang mengalami dejavu.
1. Persepsi Pikiran yang Terpecah
Salah satu teori yang diterima luas adalah teori persepsi pikiran yang terpisah atau terpecah. Menurut teori ini, dejavu terjadi saat kita melihat sesuatu dalam dua waktu yang berbeda.
Pertama kali kita melihatnya, mungkin kita sedang terburu-buru atau teralihkan perhatian sehingga kita tidak sadar. Otak kemudian mulai membentuk ingatan berdasarkan informasi terbatas tersebut.
Contohnya, saat kita melihat pemandangan baru tanpa memberikan perhatian penuh, otak bisa saja merasa kita melihatnya untuk pertama kalinya. Namun, ini sebenarnya adalah satu rangkaian pengamatan yang sudah kamu lakukan sebelumnya.
2. Gangguan Sirkuit Otak
Teori lainnya berfokus pada gangguan atau malfungsi otak. Misalnya, jika terjadi kerusakan singkat dalam otak yang mirip dengan serangan epilepsi, dejavu bisa terjadi.
Selain itu, terdapat pandangan bahwa ketika otak sedang memproses informasi, bagian yang melacak peristiwa saat ini dan bagian yang menyimpan ingatan dapat menjadi aktif bersamaan. Hal ini bisa menyebabkan perasaan dejavu, meskipun tidak selalu berbahaya.
3. Ingatan yang Kembali Muncul
Teori lain mengaitkan dejavu dengan cara otak memproses dan menyimpan ingatan. Penelitian oleh Anne Cleary, seorang profesor psikologi di Colorado State University, mengemukakan bahwa dejavu bisa terjadi ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan kenangan masa lalu, namun kenangan tersebut tidak sepenuhnya kita ingat.
Kesimpulannya, fenomena dejavu masih menjadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh para ahli. Berbagai teori yang dikemukakan memberikan wawasan tentang bagaimana otak kita berfungsi dan bagaimana kita memori berinteraksi dengan pengalaman saat ini.
Dengan lebih memahami fenomena ini, kita dapat semakin mendalami kerja kompleks otak manusia dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menyelimuti fenomena dejavu.
Baca Juga
-
4 Alasan Pentingnya Work Life Balance, Buat Kita Lebih Fokus saat Bekerja
-
4 Alasan Kamu Tidak Harus Mengadakan Pesta Pernikahan, Hemat Biaya!
-
7 Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Orang Dewasa
-
5 Langkah Mengatasi Anggota Keluarga yang Toxic, Jaga Batasan!
-
6 Penyebab Enochlophobia atau Phobia Takut Keramaian yang Perlu Kamu Tahu
Artikel Terkait
-
Tak Hanya Makanan Berlemak, Inilah 5 Penyebab Kolesterol Tinggi
-
5 Penyebab Skin Barrier Rusak dan Cara Mengatasinya
-
Bukan PLTU, Ini Penyebab Polusi Udara Di Jakarta Menurut KLHK
-
6 Penyebab Mimisan yang Perlu Kamu Ketahui, Salah Satunya Udara Kering
-
5 Penyebab Sariawan yang Sering Tidak Disadari, Pernah Mengalaminya?
Health
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
Terkini
-
Dopamine Shopping: Saat Belanja Menjadi Pelarian Sesaat, Worth It Dilanjut?
-
Usung Genre Legal Comedy, Lee Je Hoon Comeback lewat The Long Shot Trial
-
18 Kisah Terjal Menuju Kampus Impian di Buku Simfoni Mimpi Anak Negeri
-
Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua
-
Menerapkan 'No Buy Day' Bisa Jadi Langkah Awal Kurangi Sampah, Berani Coba?