Pada umumnya, bulu yang lebat hanya terjadi pada pria karena pengaruh hormon testosteron yang dimilikinya. Meski begitu, kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita, atau dalam istilah medis disebut hirsutisme.
Lantas, apa saja faktor yang menyebabkan wanita berbulu lebat? Berikut tiga di antaranya.
BACA JUGA: 5 Tanda Bayi Kedinginan yang Wajib Diketahui Orang Tua
1. PCOS
sindrom ovarium polikistik atau disebut juga PCOS adalah suatu penyakit yang menyebabkan gangguan keseimbangan hormon pada wanita. Pada kasus ini, ovarium pada wanita akan meningkatkan hormon androgen dalam jumlah berlebih.
Cara kerja hormon androgen mirip dengan testosteron pada laki-laki. Jika kadarnya berlebih maka wanita bisa mengalami pertumbuhan bulu pada tangan, kaki, atau kumis yang lebat. Penelitian ilmiah juga mencatat bahwa PCOS dialami oleh 10 persen populasi wanita di seluruh dunia.
2. Sindrom Cushing
Sindrom cushing merupakan sekumpulan gejala yang timbul akibat produksi hormon kortisol secara berlebihan dari kelenjar adrenal. Beberapa tanda dan gejala tersebut yakni deposit lemak pada tengkuk, obesitas, penipisan kulit, kelelahan, moon face, wajah kemerahan, lemah otot, timbulnya jerawat, serta tumbuhnya bulu lebat di area wajah dan area tubuh lainnya.
Peningkatan hormon adrenal sebagai pemicu sindrom cushing biasanya dipicu oleh penggunaan obat glukokortikoid dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Selain itu, munculnya tumor adrenal, dan tumor hipofisis juga turut andil dalam menyebabkan sindrom ini.
BACA JUGA: Jangan Asal Olahraga! Berikut Ini 3 Macam Genetik Bentuk Tubuh Manusia
3. Menopause
Selama fase menopause, ovarium pada wanita akan berhenti memproduksi hormon estrogen, namun tetap memproduksi hormon androgen. Penurunan kadar estrogen akan membuat hormon androgen memiliki dampak yang lebih besar terhadap tubuh. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah bulu atau rambut, terutama pada wajah.
Munculnya bulu lebat pada wanita sering dikaitkan dengan gairah seksual yang tinggi. Sebuah studi ilmiah dari jurnal Archives of Sexual Behavior juga membenarkan hal itu. Para peneliti menyebutkan bahwa hormon andogen pada wanita memiliki cara kerja yang mirip dengan testosteron pada laki-laki.
Jika kadar hormon tersebut naik, maka gairah seksual pada wanita bisa mengalami peningkatan gairah seksual untuk sementara waktu. Kendati demikian, penambahan hormon androgen secara berlebihan atau terlalu sering malah berpotensi menghilangkan gairah seks pada wanita.
Itulah tadi pembahasan tentang tiga faktor yang menyebabkan wanita berbulu lebat, semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
10 Brand Fashion Wanita Lokal Populer yang Bikin Gaya Makin Kece!
-
Verrell Bramasta Pernah Blak-blakan Suka Tipe Wanita Chindo, Fuji Tak Masuk Kriteria?
-
Viral Cara Wanita Hindari Pertanyaan 'Kapan Kawin' Saat Lebaran, yang Tanya Kena Mental
-
Jumlah Pemudik Turun, Rano Karno: Mungkin karena Ekonomi
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"