Bagi Anda yang sering meminum alkohol pasti sudah tak asing dengan beberapa mitos alkohol yang sering beredar.
Hal-hal seperti obat mabuk, efek dari berbagai jenis alkohol, hingga terkait seberapa banyak alkohol yang dapat kita tangani. Meskipun terdengar tidak berbahaya untuk mengikuti beberapa “tips” tersebut, tetapi ada beberapa mitos alkohol yang justru dapat membahayakan kesehatan Anda.
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, spesialis ketergantungan bahan kimia, Joseph Janesz, PhD, LICDC, berhasil mematahkan mitos-mitos minuman alkohol yang dapat membuat Anda dapat minum lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Berikut ini mitos-mitos tentang minuman alkohol yang sering disalahartikan:
1. Minum alkohol dapat meningkatkan energi
Banyak yang mengira bahwa alkohol dapat memberikan energi, terutama ketika tengah berpesta.
Namun, alkohol justru merupakan depresan yang bertindak untuk mengganggu aktivitas normal otak, seperti pengendalian suasana hati. Akibat hal ini, ada beberapa orang yang menjadi senang dan ada pula yang justru mengantuk serta merasa tertekan.
2. Alkohol dapat membantu tidur
Meski rasanya seperti mengantuk, menggunakan minuman alkohol untuk dapat terlelap justru menjadi bumerang yang membahayakan.
“Hal itu mengganggu tidur nyenyak Anda, dan Anda akan terbangun dengan perasaan lelah dan pusing," kata Dr. Janesz.
Mengonsumsi alkohol secara rutin sangat mengganggu tidur dan menyulitkan pembentukan pola tidur yang normal. Seringkali hal ini menyebabkan lebih banyak minum atau penyalahgunaan obat penenang dalam upaya untuk tidur.
3. Bir lebih kuat dibanding koktail
Ada banyak mitos terkait berbagai jenis alkohol dan pengaruh yang ditimbulkan. Termasuk mitos yang menyatakan minum bir lebih terasa kuat dibanding koktail beralkohol.
Namun, menurut Dr. Janesz kedua jenis alkohol tersebut memiliki efek serupa bagi tubuh. Mitos ini bisa menjadi berbahaya bila menyebabkan Anda untuk meminum lebih banyak dari yang bisa tubuh Anda terima. Jadi, selalu perhatikan kandungan alkohol dalam minuman Anda.
4. Dapat mengurangi stres dan kecemasan
Mitos ini menjadi salah satu yang paling terkenal yang mungkin Anda percayai sejak lama.
Meskipun alkohol memang membuat Anda merasa lebih rileks (karena bersifat depresan), efek dari alkohol tidak akan bertahan lama. Faktanya, alkohol justru dapat menyebabkan lebih banyak kecemasan keesokan harinya.
Jadi, meskipun Anda merasa nyaman untuk sementara waktu, Anda bisa merasa lebih stres pada keesokan harinya.
Itu tadi 4 mitos tentang minuman alkohol. Jangan lupa dicatat, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Baru Tayang, Spider-Man Brand New Day Jadi Film Terlaris ke-8 di Dunia!
-
Demi Piala Oscar 2027, Taiwan Tunjuk A Foggy Tale di Kategori Internasional
-
Review Drama Korea: The Apartment Job, Kupas Skandal Korupsi dengan Humor
-
Ada Tangled Hingga Princess Diaries 3, Disney-Pixar Umumkan Proyek Terbaru!
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Sihir Perempuan, Dongeng Gelap tentang Kaum Perempuan
-
Review Film Aquaman and the Lost Kingdom, Aksi Terakhir sang Penjaga Lautan
-
Saham CUAN Milik Orang Terkaya RI Kena Tegur Otoritas
-
Wijaya Karya (WIKA) Umumkan Gagal Bayar, Erick Thohir Hela Nafas
-
62 Perusahaan Diyakini IPO Tahun Depan, BEI: Target Transaksi Saham Rp12,25 Triliun
Health
-
Jangan Paksa Tubuhmu: Mengenal Pentingnya Recovery Day dalam Rutinitas Olahraga
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
-
Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?
-
Duduk Seharian di Depan Layar? Ini Cara agar Tetap Aktif Tanpa Harus ke Gym
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan