Selama pandemi, kegiatan di luar begitu banyak berkurang. Saat weekend pun tidak lagi dapat dilakukan dengan nge-mall ataupun rekreasi. Selama di rumah tentu saja akan sangat bosan jika dihabiskan hanya dengan berdiam diri. Mager terus-terusan pun bukanlah solusi yang bagus.
Salah satu hal yang dilakukan ketika ingin mengusir kejenuhan adalah dengan menonton film. Bukan hanya melalui siaran televisi lokal namun juga melalui saluran berbayar dimana banyak ditayangkan aneka film. Dari sekedar iseng mengisi waktu, ada beberapa film yang membuat penasaran terutama jenis film serial yang mendorong untuk terus menonton episode demi episode.
Saking seringnya menonton suatu serial, sampai hapal dengan karakter tokoh-tokohnya. Walau mungkin ada yang berpendapat kalau banyak menonton film itu hanya buang-buang waktu. Tapi itu tak sepenuhnya benar. Semua kembali lagi kepada pribadi masing-masing dan tergantung cara pandang.
Dari pengalaman sendiri, jika bisa memilih film yang baik untuk ditonton, ada manfaat yang dapat diambil. Misalnya :
1. Belajar dari sifat karakter
Dalam film ada banyak karakter dengan sifat yang berbeda-beda, dari yang baik sampai yang menyebalkan. Dari situ kita bisa belajar untuk berusaha menjadi baik dan menghindari perilaku buruk.
2. Menemukan ide
Dari menonton film, seringkali ada adegan atau jalan cerita yang menginspirasi. Tak jarang ini memunculkan ide untuk jalan cerita karya fiksi. Tentu saja bukan untuk plagiarisme, hanya sebatas inspirasi. Dalam hal ini publik tentunya bisa menilai apakah sebuah karya merupakan hasil kegiatan plagiat atau bukan. Dan yang lebih tahu lagi tentu saja diri sendiri bukan?
3. Cuci mata
Bintang-bintang pemeran film tentu saja adalah salah satu daya tarik untuk menyegarkan mata. Tetapi sebenarnya tidak hanya itu, ada hal lain yang tak kalah menghibur. Sebut saja kostum pemainnya yang tak jarang menampilkan busana-busana fashionable. Pemandangan juga tak kalah menarik jika kamu kebetulan menonton film dengan setting lokasi indah.
4. Mendapat pengetahuan
Jangan salah, film bukan saja hiburan. Jika kamu perhatikan, sering kok ada pengetahuan yang terselip dalam dialog pemain-pemainnya. Pengetahuan tidak selalu harus berupa sesuatu yang wow. Bahkan hal-hal sederhana yang mungkin kamu belum tahu tetaplah sebuah ilmu baru.
5. Kebersamaan bersama keluarga
Jika kebetulan menonton film bersama keluarga, ada rasa kebersamaan yang sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan. Film bisa menjadi bahan diskusi yang menyenangkan.
6. Bahan artikel
Ulasan tentang film cukup diminati pembaca. Banyak orang yang ingin mengetahui tentang sebuah film sebelum menontonnya. Mulai dari siapa pemain-pemainnya, sutradara dan juga jalan cerita. Tetapi khusus tentang jalan cerita, harus bisa menahan diri untuk tidak menyelipkan spoiler. Penggemar film mungkin memang ingin mencari tahu tentang aktor dan aktris tetapi mereka tak ingin kehilangan rasa penasaran.
Dan, begitulah hobi menonton film yang tadinya biasa saja, namun menjadi keterusan dan berkembang menjadi pendukung hobi lain yakni menulis dan mendesain pakaian. Hobi memang sering tak terduga.
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
Hobi
-
Porsche Sulap Woody dan Buzz Lightyear Jadi Mobil Sport Jelang Toy Story 5
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Dirumorkan ke Fiorentina, Emil Audero Gantikan Kiper Legendaris Spanyol?
-
Ferrari Testarossa Berubah Jadi Supercar 6 Roda, Tenaganya Tembus 1.200 HP!
-
Bukan Situs Ilegal! Ini Deretan Platform Resmi untuk Streaming Piala Dunia 2026
Terkini
-
Mirip iPhone 17 Pro? Itel A200 Hadir dengan Harga Cuma Sejutaan
-
Kisah Dua Sisi di Lembah Hijau: Rahasia di Balik Rumah Busuk
-
Tayang Juni 2026! The Bear Season 5 Soroti Upaya Carmy Selamatkan Restoran
-
Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?
-
Mantanku Si Paling Playboy Satu Sekolah