Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba punya banyak fakta dan detail menarik. Animasi garapan Studio Ufotable ini menghadirkan banyak scene indah yang menakjubkan. Demon Slayer tidak hanya menarik karena aksi pertarungan para anggota korps pembasmi iblis, tapi anime ini menghadirkan nuansa yang lembut sekaligus keras di beberapa episodenya.
Demon Slayer punya desain karakter yang dilengkapi dengan detail-detail menarik pada karakternya. Beberapa memang tampak seperti dekorasi yang menghadirkan kesan tertentu. Namun, sebagiannya punya makna mendalam bagi si karakter.
Protagonis kita dalam Demon Slayer, Tanjiro Kamado, digambarkan dengan karakter yang beragam dengan kepribadian yang berkembang di setiap musimnya. Kita tahu bahwa Tanjiro punya bekas luka di dahi yang berawal dari luka akibat terkena air panas, lalu mengalami evolusi bentuk saat ia menghadapi Daki, Iblis Peringkat Atas.
Detail lainnya yang mencolok dari sang tokoh utama kita yang ditampilkan sejak musim pertama Demon Slayer adalah anting hanafuda warisan mendiang sang ayah. Ketika kamu melihat Tanjiro pertama kali, perhatian pasti akan tertuju pada sepasang anting di telinga kanan dan kirinya.
Dua item yang melekat pada Tanjiro tersebut adalah bagian penting bagi Tanjiro. Tapi agaknya tidak banyak yang menyoroti topeng yang dulu pernah dimilikinya sebab topeng tersebut patah ketika ia melawan iblis. Semasa ia dibimbing oleh Urokodaki, Tanjiro diberi sebuah topeng berbentuk rubah. Urokodaki memang menghadiahi topeng rubah pada setiap muridnya. Desain topeng dan tingkat kekuatannya berbeda, bergantung dari kekuatan si murid.
Topeng Rubah pemberian Urokodaki mempunyai banyak desain. Topeng rubah kepunyaan Tanjiro punya desain yang mirip bekas luka di dahinya, yakni berwarna merah dan letaknya sama persis dengan bekas luka Tanjiro. Simbol merah berbentuk matahari di topeng tersebut juga mirip dengan anting hanafuda miliknya.
Sementara itu, Topeng Rubah milik Sabito punya bekas luka di pipi yang berwarna pucat. Lokasinya tepat dengan bekas luka di pipi Sabito. Makomo punya topeng dengan detail yang sama persis dengan dirinya, yakni topeng rubah yang bermotif bunga yang sama dengan motif bunga kimononya.
Topeng tersebut dipakai oleh murid Urokodaki di masa Seleksi Akhir Korps Pembasmi Iblis. Bukan sekadar topeng biasa, melainkan topeng pelindung yang berisi mantra untuk melindungi pemakainya.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?
-
Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi
-
Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?
-
My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya
-
Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan