Jago menulis memang kebanggaan semua orang, banyak orang terkenal gegara tulisan yang ia persembahkan pada dunia. Sebenarnya menulis bisa dibilang gampang-gampang susah, karena menulis adalah aktivitas yang sudah pernah kita lalui sejak awal masuk di dunia pendidikan.
Bahkan aktivitas menulis saat ini sudah menjadi hal mutlak yang sering dilakukan, seperti menulis status di media sosial, seperti Instagram, Twitter, Facebook, bahkan Whatsapp. Oleh karena itu, aktivis menulis sudah melekat dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun, yang jarang dimiliki orang yakni bagaimana cara menulis dengan baik dan benar, menulis secara terstruktur yang diminati banyak pembaca. Selain itu, juga dituntut menulis supaya para pembaca merasa dihormati melalui tulisan kita, atau bahkan menulis agar orang bisa termotivasi melalui tulisan yang kita sajikan.
Pengetahuan dasar-dasar kepenulisan memang harus dimiliki setiap orang bagi yang ingin bergelut dalam tulis menulis, seperti pencarian ide dan tema, penentuan judul, struktur tulisan seperti piramida terbalik, dan pengetahuan dasar bahasa Indonesia yang berpacu pada KBBI dan PUEBI. Namun, pengetahuan itu tidaklah cukup modal kalau ingin menjadi penulis profesional dan terkenal, untuk itu perlu sedikit memperhatikan tips berikut agar skill menulis bisa makin jago.
1. Terus menulis
Seorang penulis hebat tentu sudah makan banyak garam terkait dengan tulisan yang berhasil ia buat. Terus menulis berarti melatih kemampuan menulis agar semakin tajam dan terarah sajian tulisan yang disampaikan.
Saat bisa konsisten untuk terus menulis pasti akan lebih terlatih bisa mengetik dengan cepat, di samping itu pula dapat lebih mudah membuat suatu ide tulisan karena sudah banyak pengalaman.
2. Luangkan waktu
Sesibuk apapun kita, mesti diupayakan agar ada waktu disisakan untuk menulis dari 24 jam. Tidak mungkin dalam 24 jam kita terus sibuk dan tidak ada waktu untuk menulis. Tetapi, apabila punya target dan konsisten bisa menulis setiap hari, saya rasa bisa menjadi jago menulis.
Misalnya kita tentukan waktu menulis satu jam setelah shalat subuh dan konsisten dilakukan, maka itu melatih kejagoan sahabat untuk menulis. Intinya, carilah waktu yang tepat digunakan untuk menulis, asalkan rutin dilakukan setiap hari.
3. Tambah referensi
Penulis yang hebat tentu banyak pula referensi yang sudah ia baca. Kunci menulis selain banyak berlatih, juga banyak membaca. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak pula ide yang muncul untuk bisa ditulis.
Selain itu, tulisan tanpa referensi yang kuat bagaikan sayur tanpa garam. Untuk itulah kualitas suatu tulisan sangat ditentukan dengan bacaan apa yang sudah dibaca.
4. Tekun dan rajin
Seorang petinju tidak akan dapat profesional dalam dunia tinju kalau kurang berlatih, begitupun dengan menulis perlu ketekunan dan kerajinan dalam menulis. Hal ini bertujuan untuk bisa melawan rasa malas menjadi suatu kesenangan yang bisa terus dilakukan.
Oleh karena itu, perlu kekonsistenan dalam menulis serta semakin rajin dan tekun melakoni bidang kepenulisan.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
Hobi
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Terkini
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis, Tablet Hiburan Premium dengan 9 Speaker JBL
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter