Laga sengit antara Kroasia vs Prancis di ajang UEFA National League musim 2022-2023 ini tak hanya mengusung misi balas dendam. Ketika kita berbicara "balas dendam", maka laga itu jelas akan berjalan sebagaimana layaknya dua tim yang berlaga di laga final. Dengan kata lain, akan bertarung secara mati-matian demi meraih kemenangan.
Prancis versus Kroasia ini, akan berlangsung pada Selasa 7 Juni 2022 dini hari. Dan tempat di mana dua tim ini akan saling sikut, akan dihelat di stadion Poljud, Split, Kroasia. Iya, dua tim itu akan saling jegal di stadion yang berkapasitas 34.198 penonton itu.
Misi Balas Dendam
Memang, tuan rumah Kroasia dibekali asa untuk menjadi pemenang di laga ini. Kroasia dalam tanda kutip, harus mampu menjadi pecundang atas tamunya, Les Bleus julukan Prancis itu. Sebisa mungkin, Benzema dan kolega harus pulang dengan tangan hampa.
Mengapa? Ya, karena Prancis selalu membuat Modric dan teman-temannya itu menderita. Kroasia tak jarang diberikan bingkisan penderitaan yang indah. Setidaknya, dalam lima pertemuan terakhirnya, Kroasia tak pernah menang. Tiga kali Prancis meraih kemenangan, dua sisanya imbang. Maka, wajar saja jika misi balas di kubu Kroasia itu bergejolak.
Yang paling menyakitkan adalah ketika Kroasia harus dibuat sengsara di final Piala Dunia 2018 silam. Tak tanggung-tanggung, Prancis melibas Kroasia dengan skor 4:2. Dua tahun berikutnya, di ajang UEFA National League 2020, Kroasia juga dijinakkan oleh Prancis. Bahkan, Prancis menang di kandangnya sendiri dan di markas Kroasia. Jadi, tak heran bila Kroasia menatap laga dengan gairah yang tinggi dan penuh misi "balas dendam".
Laga Dua Tim yang Terluka
Jika dilihat dari pertemuan kedua tim tadi, jelas memang bahwa yang terluka adalah Kroasia. Tak pernah menang di lima laga sebelumnya. Makin parah bila selalu menyebut itu berulang kali. Maaf.
Namun, maaf lagi. Sejatinya, tak hanya Kroasia saja yang terluka. Utamanya di laga dini hari di ajang ini. Prancis pun sama. Sama-sama terluka. Parah juga. Maaf.
Prancis yang di bawah asuhan Didier Deschamps, di laga perdananya kemarin kena comeback oleh Denmark. Bermain di kandangnya sendiri, Benzema dan kolega tak berdaya. Sungguh tak berdaya. Belum lagi Mbappe harus ditarik keluar karena bermasalah. Duh.
Sakitnya, Prancis sempat unggul lebih dulu oleh gol Wak Haji itu. Penonton di tribun Stade de France itu dan publik Prancis umumnya, menyambut ramah penuh kegembiraan atas gol dari bomber Madrid itu. Sayang, sayang sekali, sayang. Penonton dan warga Prancis dibuat sedih di kemudian menit. Prancis kalah 2:1 atas Denmark. Sudah menang, sudah bahagia, eh malah terluka. Hiks.
Kroasia lebih rapuh lagi. Berhadapan dengan asuhan Ralf Rangnick, Austria di laga pertama. Modric dan kolega malah dipangkas 3:0. Alamak.
Sebelumnya, pertemuan keduanya, Kroasia sangat mendominasi kemenangan. Namun, Ralf Rangnick yang menjadi pelatih baru Austria, membuat kejutan yang sangat mengejutkan. Akhirnya apa? Dada penggawa Kroasia sakit. Hati mereka rapuh. Batin mereka terluka. Duh, lengkap!
Dua Tim yang Butuh Kemenangan
Jadi, selain mematok balas dendam, kedua tim ini sangat mendambakan kemenangan di laga kedua ini. Tentu saja untuk menjaga asa agar lolos ke fase berikutnya.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
-
Prediksi Kroasia vs Prancis di UEFA Nations League: Misi Balas Dendam Vatreni
-
Jadwal UEFA Nations League Malam Ini: Kroasia vs Prancis hingga Ujian Kedua Rangnick
-
Pemerintah Kabupaten Sidrap Larang Kontes Busana Waria di Lapangan Sepak Bola Andi Takko Tanrutedong
-
UEFA National League: Spanyol Butuh Kemenangan, Ceko Hati-hati
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya