Candra Kartiko | M. Fuad S. T.
Kiper Timnas Maroko, Yassine Bounou tampil pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 kontra Spanyol di Stadion Education City, Al-Rayyan, Qatar, Rabu (7/12/2022) dini hari WIB. [KARIM JAAFAR / AFP]
M. Fuad S. T.

Selain pemain terbaik, posisi kiper terbaik di turnamen Piala Dunia juga menjadi incaran bagi para penjaga gawang.

Pasalnya, tak semua kiper terbaik yang ada di dunia ini, berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Dan pastinya, menjadi penjaga gawang terbaik juga merupakan sebuah jaminan sebuah tim tampil dengan baik hingga partai puncak gelaran.

Baca Juga: Profil Semi-finalis: Argentina, Sang Raja yang Berjuang Kembalikan Mahkota

Sejauh ini, hingga menjelang babak semi-final dimulai, empat kiper dari masing-masing negara kontestan empat besar saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun, tahukah teman-teman, secara statistik, kiper dari timnas Maroko, Yassine Bounou saat ini masih menjadi yang terdepan dalam perburuan golden glove.

Disadur dari laman fifa.com, kiper Tim Singa Atlas tersebut saat ini memiliki rekor kebobolan yang paling sedikit di Piala Dunia Qatar 2022. Semenjak laga perdana bersama timnas Maroko, Bounou tercatat hanya sekali kebobolan, yakni di laga ketiga grup F kala bersua dengan Kanada.

Uniknya, satu gol yang bersarang di gawang Bounou bukanlah hasil lesakan dari pemain lawan, melainkan sebuah gol bunuh diri dari Nayef Aguerd yang merupakan rekan setimnya.

Baca Juga: Fans Bola Wajib Tahu! Ini 5 Rekor Piala Dunia yang Sulit untuk Dipecahkan

Selain hanya kebobolan satu gol, catatan lain yang dimiliki oleh Bounou adalah rekor tidak kebobolan dalam tiga laga yang telah dijalani.

Laga tanpa kebobolan yang dijalani oleh kiper kelahiran Kanada tersebut adalah melawan Kroasia, Belgia, Spanyol, dan Portugal. Sebuah catatan yang sangat gemilang, mengingat Spanyol dan Portugal merupakan dua tim yang telah menunjukkan ketajamannya dalam gelaran kali ini.

Dibandingkan dengan catatan kiper dari negara pesaing, catatan yang dimiliki oleh Bounou ini tentu sangat mentereng. Sebagai perbandingan, Hugo Lloris, kiper timnas Prancis saat ini telah kebobolan sebanyak lima kali, dan tak mencatatkan clean sheet (pertandingan tanpa kebobolan) sama sekali.

Pun demikian halnya dengan kiper timnas Kroasia, Dominik Livakovic yang sejauh ini dikenal ketangguhannya dalam menghalau tendangan penalti para algono lawan. Dalam catatan FIFA, Livakovic kini memiliki rekor kebobolan 3, dan hanya dua kali mencatatkan clean-sheet.

Baca Juga: 5 Potret Podium Juara World Tour Finals 2022, China Borong Tiga Gelar!

Pesaing terakhir dari Bounou adalah kiper Argentina, Emiliano Martinez. Meskipun mencatatkan dua kali clean-sheet, namun sejauh ini penjaga gawang yang menjadi pahlawan Argentina atas kemenangan melawan Belanda tersebut telah kebobolan sebanyak lima kali, jauh lebih banyak dari apa yang dicatatkan oleh Bounou.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Bounou kembali tampil gemilang hingga pertarungan terakhir? Jika hal itu bisa dilakukannya, maka bukan tak mungkin penghargaan Golden Glove sebagai representasi penjaga gawang terbaik dalam turnamen akan menjadi miliknya.