Selain pemain terbaik, posisi kiper terbaik di turnamen Piala Dunia juga menjadi incaran bagi para penjaga gawang.
Pasalnya, tak semua kiper terbaik yang ada di dunia ini, berkesempatan untuk mendapatkan penghargaan tersebut.
Dan pastinya, menjadi penjaga gawang terbaik juga merupakan sebuah jaminan sebuah tim tampil dengan baik hingga partai puncak gelaran.
Baca Juga: Profil Semi-finalis: Argentina, Sang Raja yang Berjuang Kembalikan Mahkota
Sejauh ini, hingga menjelang babak semi-final dimulai, empat kiper dari masing-masing negara kontestan empat besar saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun, tahukah teman-teman, secara statistik, kiper dari timnas Maroko, Yassine Bounou saat ini masih menjadi yang terdepan dalam perburuan golden glove.
Disadur dari laman fifa.com, kiper Tim Singa Atlas tersebut saat ini memiliki rekor kebobolan yang paling sedikit di Piala Dunia Qatar 2022. Semenjak laga perdana bersama timnas Maroko, Bounou tercatat hanya sekali kebobolan, yakni di laga ketiga grup F kala bersua dengan Kanada.
Uniknya, satu gol yang bersarang di gawang Bounou bukanlah hasil lesakan dari pemain lawan, melainkan sebuah gol bunuh diri dari Nayef Aguerd yang merupakan rekan setimnya.
Baca Juga: Fans Bola Wajib Tahu! Ini 5 Rekor Piala Dunia yang Sulit untuk Dipecahkan
Selain hanya kebobolan satu gol, catatan lain yang dimiliki oleh Bounou adalah rekor tidak kebobolan dalam tiga laga yang telah dijalani.
Laga tanpa kebobolan yang dijalani oleh kiper kelahiran Kanada tersebut adalah melawan Kroasia, Belgia, Spanyol, dan Portugal. Sebuah catatan yang sangat gemilang, mengingat Spanyol dan Portugal merupakan dua tim yang telah menunjukkan ketajamannya dalam gelaran kali ini.
Dibandingkan dengan catatan kiper dari negara pesaing, catatan yang dimiliki oleh Bounou ini tentu sangat mentereng. Sebagai perbandingan, Hugo Lloris, kiper timnas Prancis saat ini telah kebobolan sebanyak lima kali, dan tak mencatatkan clean sheet (pertandingan tanpa kebobolan) sama sekali.
Pun demikian halnya dengan kiper timnas Kroasia, Dominik Livakovic yang sejauh ini dikenal ketangguhannya dalam menghalau tendangan penalti para algono lawan. Dalam catatan FIFA, Livakovic kini memiliki rekor kebobolan 3, dan hanya dua kali mencatatkan clean-sheet.
Baca Juga: 5 Potret Podium Juara World Tour Finals 2022, China Borong Tiga Gelar!
Pesaing terakhir dari Bounou adalah kiper Argentina, Emiliano Martinez. Meskipun mencatatkan dua kali clean-sheet, namun sejauh ini penjaga gawang yang menjadi pahlawan Argentina atas kemenangan melawan Belanda tersebut telah kebobolan sebanyak lima kali, jauh lebih banyak dari apa yang dicatatkan oleh Bounou.
Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Bounou kembali tampil gemilang hingga pertarungan terakhir? Jika hal itu bisa dilakukannya, maka bukan tak mungkin penghargaan Golden Glove sebagai representasi penjaga gawang terbaik dalam turnamen akan menjadi miliknya.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Menilik Duel Argentina Vs Kroasia: Akankah Messi dkk Kembali Tertunduk di Hadapan Kroasia?
-
Hakim Ziyech Tak Pernah Ambil Bayaran dari Timnas Maroko, Semua Disumbangkan ke Fakir Miskin
-
Nilai Pasar 5 Pemain Ini Diprediksi Meroket usai Piala Dunia 2022, Salah Satunya Gelandang Maroko
-
Heboh! Video dari Seseorang yang Mengaku Time Traveller: Maroko Akan Juara Piala Dunia 2022 Kalahkan Prancis
-
5 Pemain Andalan Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 yang Lahir di Luar Negeri
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya