Khalifa International Stadium, Al Rayyan Qatar akan menjadi saksi sengitnya pertarungan antara Kroasia melawan Maroko di babak play-off perebutan tempat ketiga.
Dua tim yang tengah terluka tersebut akan saling jegal demi bisa mengamankan pelipur kesedihan sekaligus memberikan kado yang indah bagi para pendukungnya di akhir gelaran.
Berbicara mengenai pertarungan kedua kesebelasan, sejatinya tim dari berbeda kawasan ini telah saling bertemu di awal-awal gelaran Piala Dunia ini.
Seperti yang kita ketahui bersama, kedua kesebelasan sama-sama tergabung di grup F Piala Dunia Qatar, dan bertarung di matchday pertama lalu. Kala itu, keduanya bermain sama kuat, dan berbagi hasil imbang tanpa gol hingga akhir laga yang dijalani.
BACA JUGA: 3 Kejutan Besar yang Dicatatkan oleh Maroko di Piala Dunia Qatar 2022
Hingga saat ini, pertemuan yang terjadi pada tanggal 23 November 2022 tersebut menjadi satu-satunya pertemuan kedua kesebelasan di ajang Piala Dunia.
Namun, jika kita berdasar pada data yang ada di laman 11v11, kedua kesebelasan ternyata telah bertemu sebanyak dua kali. Jauh sebelum saling bertarung di grup F Piala Dunia edisi kali ini, keduanya tercatat bertemu untuk kali pertama pada tahun 1996.
Kala itu, kedua kesebelasan saling bersaing di ajang Hassan II Trophy dan berkesudahan dengan skor sama kuat, 2-2 hingga waktu pertandingan berakhir.
Namun, dalam adu tendangan penalti yang dimainkan untuk menentukan pemenang, Kroasia akhirnya unggul dari sang tuan rumah dengan skor 7-6, dan menjadikan mereka sang pemenang.
Hingga saat ini, laga yang digelar di Casablanca 26 tahun silam itu menjadi satu-satunya laga yang dimainkan kedua kesebelasan, sebelum pada akhirnya kembali bertemu pada bulan November 2022 ini.
Kali ini, dalam dua edisi Piala Dunia, kedua kesebelasan kembali akan bertemu di babak play-off perebutan tempat ketiga.
Dalam pertandingan kali ini, tak ada kamus hasil imbang, mengingat FIFA sendiri telah memberikan aturan yang telah berlaku selama puluhan tahun, bahwa dua tim yang kalah di babak semifinal harus saling memenangi laga untuk menentukan posisi tiga besar.
Pertandingan kedua kesebelasan kali ini pun dipastikan akan berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Pasalnya, selain tak mengenal hasil imbang, kedua tim juga dipastikan akan main all-out demi bisa mengangkat gengsi persepakbolaan kawasan masing-masing.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Jumlah Pengikut IG Tembus 3 Juta, Ivana Knoll Pamer Bokong di Padang Pasir: Cinta Kalian Semua!
-
Kroasia vs Maroko, Singa Atlas Bisa Pecahkan Rekor Langka di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2022
-
Kondisi Ekonomi Terpuruk, Banyak Politisi Busuk, Orang Argentina: Harapan Kami Pada Dewa Kami, Lionel Messi!
-
Ironis! Didier Deschamps: Fans Sepak Bola Dunia, Termasuk Prancis Menginginkan Lionel Messi Juara Piala Dunia
-
Pose Khabib Nurmagomedov Bersama Pemain Maroko Jadi Cibiran Media Barat: Itu Tanda ISIS!
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
4 Padu Padan OOTD Outerwear ala Seonghyeon CORTIS, Buat Look Makin Chill
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik