Pemain muda harapan Indonesia, Marselino Ferdinan akhirnya menemukan klub baru untuk tempatnya berlabuh meneruskan karier sepak bola profesionalnya.
Disadur dari laman Suara.com (1/2/2023), pemain yang sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya tersebut bersepakat untuk menjalani musim perdana di benua Eropa bersama KMSK Deinze di Belgia.
Sudah mengetahui tentang klub terbaru Marselino Ferdinan ini? Kita ulas sedikit yuk!
BACA JUGA: Berpulang di Usia 72 Tahun, Berikut 3 Fakta Menarik Perjalanan Karier Benny Dollo
KMSK Deinze, klub terbaru dari Marceng (demikian Marelino Ferdinan biasa disapa oleh warganet), merupakan klub asal Belgia yang kini berkompetisi di Challenger Pro League atau Divisi Kedua Liga Belgia.
Hingga memasuki bulan Februari 2023 ini, KMSK Deinze masih tertahan di peringkat kedelapan liga, dari 12 klub yang berkompetisi di sana.
Secara kesejarahan, klub yang satu ini kerap naik turun di kasta kedua dan ketiga liga Belgia. Pada musim 2008/2009, KMSK Deinze yang tampil buruk di pentas divisi 2 Liga, harus terdegradasi ke Divisi ketiga liga, dan bermain di kompetisi tersebut hingga musim 2014/2015.
Pada musim 2014/2015, klub yang memiliki warna kebanggaan Orange-Hitam tersebut kembali ke Liga 2 Belgia, namun sayangnya hanya mampu bertahan satu musim saja. Pada musim 2015/2016, Deinze kembali ter-relegasi dari Liga 2 dan kembali harus mentas di divisi tiga, hingga berhasil promosi pada musim 2019/2020 lalu.
BACA JUGA: Hasil Thailand Masters 2023 Hari Kedua: 8 Wakil Indonesia Lolos Babak 16 Besar
Untuk prestasi, sejauh ini klub yang dibentuk pada 12 Maret 1924 tersebutt belum memiliki torehan gelar yang berarti.
Bahkan, markas mereka, yakni Burgemeester Van de Wiele Stadion tercatat hanya memiliki kapasitas kurang lebih 7.515 tempat duduk saja. Sangat kontras dengan kandang yang dimiliki oleh Persebaya Surabaya, klub Marselino Ferdinan sebelumnya.
KMSK Deinze sendiri bukanlah klub yang asing bagi para pemain yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Disadur dari laman transfermarkt.com, Ilhan Fandi yang merupakan putera dari Fandi Ahmad, legenda timnas Singapura juga menjadi bagian dari klub yang bermarkas di 9800 Deinze tersebut.
Tentu kita wajib menantikan kiprah dari seorang Marselino Ferdinan ini di klub barunya. Semoga saja dengan kedatangan wonderkid timnas Indonesia tersebut, performa KMSK Deinze bisa menjadi lebih baik lagi ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Marselino Ferdinan Banjir Pujian, dari Gelandang Persib Bandung, PSIS Semarang, hingga Pemain dari Raksasa Liga Malaysia JDT
-
Marselino Ferdinan Jadi Satu-satunya Pemain Asia 'Non-titipan' di KMSK Deinze
-
Gabung KMSK Deinze, Marselino Ferdinan Punya Rekan Baru Berdarah Pacitan
-
Belum Sehari Klub Marselino di Belgia Raup 63,7 Ribu Follower Instagram, Klub Eks PSIS Tak Mau Kalah Tampilkan Pratama Arhan
-
Marcelino Ferdinan Resmi Gabung Klub Kasta Kedua Belgia, KMSK Deinze
Hobi
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
-
Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN
-
Sprint Race MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Terdepan, 3 Pembalap Crash
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
Skuad Naturalisasi Timnas Indonesia Dicap Gagal, Pengamat: Tak Punya Karakter di Level Elite Asia
Terkini
-
5 Rekomendasi Drakor Awal Oktober yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!
-
Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2: Ketika Masa Lalu Kembali Mengusik
-
Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang
-
Dari Hustle Culture ke Pause Culture: Saat Jeda Menjelma Jadi Kebutuhan
-
Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah