Senasib dengan Indonesia, Peru akhirnya harus menerima kenyataan pahit dengan dianulirnya status mereka sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-17. Disadur dari laman fifa.com (3/4/2023), induk sepak bola dunia, FIFA mencabut status negara Amerika Latin tersebut untuk menjadi tuan rumah pada gelaran yang sedianya akan digelar pada bulan November hingga Desember 2023 mendatang.
Kabar yang berhembus ini pun menjadi sebuah angin segar bagi banyak negara, termasuk Indonesia yang baru saja lepas status tuan rumahnya dalam gelaran Piala Dunia U-20. Pasca dicoretnya Peru sebagai tuan rumah, banyak kalangan yang menilai Indonesia harus segera mengajukan diri sebagai negara pengganti Peru sebagai tuan rumah.
Hal ini bukannya tak beralasan, karena FIFA sendiri menyatakan dalam rilis resminya bahwa Peru mereka coret karena telah menyalahi komitmen dalam hal pemenuhan infrastruktur yang dipersyaratkan sebagai tuan rumah.
Dan kita pasti mafhum, dalam hal infrastruktur serta sarana dan prasarana, Indonesia dinilai lebih baik daripada Peru. Bahkan dalam beberapa pemberitaan media, persiapan infrastruktur yang dimiliki oleh Indonesia untuk gelaran Piala Dunia U-20 mendatang, telah mencapai angka lebih dari 93 persen, dan sangat mungkin bisa terkejar dalam beberapa waktu ini.
Terlebih lagi, salah satu alasan FIFA mencoret Indonesia adalah karena keikutsertaan Israel sebagai kontestan Piala Dunia U-20. Di ajang Piala Dunia U-17 mendatang, Israel dipastikan tak akan ikut serta karena mereka tak menjadi peserta dalam gelaran Piala Eropa U-17 yang sekaligus dijadikan sebagai ajang seleksi untuk pengiriman lima wakil Eropa ke gelaran Piala Dunia U-17.
Disadur dari laman uefa.com, Israel sendiri kalah bersaing dengan Serbia di fase grup kualifikasi Piala Eropa U-17. Di grup 1, Israel hanya mampu menduduki posisi juru kunci, di bawah Serbia, Bosnia Herzegovina, dan Belarusia.
Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah, apakah FIFA mau menerima permohonan Indonesia jika nantinya mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah? Pasalnya, untuk saat ini nama Indonesia tengah menjadi sorotan FIFA menyusul isu-isu penolakan terhadap Israel dan pelanggaran komitmen persepakbolaan yang telah disepakati.
Adapun FIFA sendiri sejauh ini selalu memegang setiap komitmen yang telah disepakati, dan tak segan untuk memberikan hukuman bagi mereka yang menodainya.
Kira-kira, bisa menjadi tuan rumah atau tidak ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Ledek Ganjar Pasca Dihujat Gegara Gagalnya Piala Dunia U-20, Amien Rais: Elektabilitasnya Nyungsep!
-
Rocky Gerung Ngenyek Hakim di Daerah: 27 Turunan Tak Akan Bisa Beli Velg Rubicon
-
Jadwal Orleans Masters 2023 Hari Pertama: 5 Wakil Indonesia Turun Tanding!
-
Sempat Beda Pendapat Soal Piala Dunia U-20, Gibran Minta Maaf ke Ganjar: Move On Saja
-
Timnas U-20 Dibubarkan, Pemain Minta Diangkat Jadi PNS atau TNI
Hobi
-
Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam
-
Prekuel John Wick Digarap dalam Versi Animasi, Keanu Reeves Ikut Bergabung
-
Ironi Maskulinitas: Cowok Nangis Dibully, tapi Pelaku Catcalling Malah Dimaklumi?
-
Mengenal Gerakan #CuekinBuzzer: Jurus Netizen Bungkam Akun Provokator
-
Harga Sebuah Stempel