Permainan berkelas kembali ditunjukkan oleh wonderkid timnas Indonesia, Marselino Ferdinan. Kembali diturunkan sebagai pemain sebelas utama di matchday kedua gelaran Sea Games grup A melawan Myanmar, mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut mampu kembali bermain dengan gemilang.
Berhadapan dengan tim kuda hitam Myanmar yang dikenal dengan keliatannya dalam berbagai turnamen, pemain berusia 18 tahun tersebut bermain tanpa posisi utama alias free role. Sebuah peran yang pada akhirnya membuat Marselino mampu mengeksplor dengan maksimal kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.
Bahkan, dalam pertandingan yang digelar di National Olympic Stadium, Phnom Penh pemain yang kini membela KMSK Deinze di kasta kedua liga Belgia tersebut mampu mengacak-acak pertahanan sang lawan. Sebuah momen berkelas, ditunjukkan setidaknya dua kali oleh Marselino pada pertandingan kali ini.
Momen pertama tentu saja terjadi pada menit ke 19 ketika tendangan berkelasnya mampu merobek jala gawang Myanmar. Menerima bola hasil clearance yang tak sempurna dari pemain Myanmar, Marselino yang berdiri tanpa kawalan mengontrol bola dengan dada sebelum pada akhirnya melepaskan tembakan roket dari luar petak penalti berujung gol pertama bagi skuat Garuda Muda. Sebuah gol yang sangat berkelas, dari pemain yang digadang-gadang menjadi salah satu bintang di Sea Games edisi kali ini.
Belum sepenuhnya selesai mengagumi gol apik dari Marselino Ferdinan, pemain yang juga menjadi langganan dari coach Shin Tae Yong di timnas Indonesia senior tersebut kembali "berulah" dengan mengacak-acak pertahanan Myanmar. Liukan liarnya di menit ke 29 membuat pemain Myanmar harus mengambil keputusan fatal dengan melanggarnya di kotak penalti.
Melihat Marselino terjatuh, wasit yang memimpin jalannya laga tanpa ragu langsung menunjuk titik penalti, sebagai tanda hadiah tendangan 12 pass bagi anak-anak Garuda. Sebuah keuntungan yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Ramadhan Sananta menjadi gol kedua Indonesia di pertandingan melawan Myanmar.
Selama 66 menit menjalani permainan, Marselino memang menunjukkan kelas yang berbeda di lapangan. Tak hanya mencetak gol, pergerakan dan aksi-aksi kecilnya saat membawa bola ataupun tidak, sangat membantu Indonesia dalam memenangkan pertandingan kedua ini.
Memang, kita tak bisa memungkiri, Marselino telah memiliki kelas yang tersendiri jika dibandingkan pemain yang berlaga pada laga Timnas Indonesia vs Myanmar sore hari ini. Semoga saja terus berkembang ya Marceng!
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Hasil SEA Games 2023: Timnas Indonesia U-22 Pesta Gol 5-0 Lawan Myanmar
-
Marselino Ferdinan Cetak Gol Indah, Timnas Indonesia U-22 Ungguli Myanmar 2-0 di Babak Pertama
-
Jersey Marselino Ferdinan dkk Dicantolkan di Tralis Jendela, PSSI Bongkar Dressing Room Timnas di Kamboja
-
CEK FAKTA: Timnas Indonesia Bisa Bikin Myanmar Trauma, Mengapa Video Ini Punya Judul Begitu Bombastis?
-
Hasil Babak Pertama: Gol Marselino Ferdinan dan Ramadhan Sananta Bawa Timnas Indonesia U-22 Ungguli Myanmar
Hobi
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
-
4 Pembalap MotoGP Ini Tampil di Luar Prediksi pada Paruh Pertama Musim 2026
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
Terkini
-
From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa
-
5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda
-
Ruang Healing Versi Perempuan Modern: Saat Olahraga Bukan Cuma Soal Fisik
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan