Induk sepak bola benua Asia, AFC telah melakukan pengundian grup babak kualifikasi Piala Asia U-23. Bertempat di AFC House Kuala Lumpur, induk sepak bola benua kuning tersebut membagi seluruh anggotanya yang menjadi partisipan ke dalam sebelas grup.
Disadur dari laman the-afc.com, Timnas Indonesia U-23 tergabung di grup K bersama dengan China Taipei alias Taiwan dan tim asal Asia Tengah, Turkmenistan. Iya, khusus untuk grup K, peserta babak kualifikasi hanya akan diisi oleh tiga negara saja, dan berbeda jumlah dengan grup lain yang berisikan empat negara.
Meskipun tak bisa dikatakan mudah untuk dilalui, namun tergabungnya Indonesia di grup K ini merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Pasalnya, jika menilik lawan yang akan dihadapi oleh skuat Garuda Muda, dua negara lawan bukanlah kekuatan sepak bola kelas utama di benua ini.
China Taipei atau yang lebih kita kenal dengan nama Taiwan, merupakan negara yang secara kualitas bisa dikatakan sedikit berada di bawah kekuatan timnas Indonesia. Dalam beberapa kesempatan, pertemuan kedua negara bahkan diwarnai dengan hujan gol yang digelontorkan oleh skuat Merah Putih. Bahkan dalam pertemuan tahun 2018 lalu di ajang Asian Games, Timnas Indonesia U-23 berhasil mengandaskan Taiwan dengan skor mencolok, empat gol tanpa balas.
Pun demikian halnya dengan Turkmenistan yang bakal dihadapi oleh skuat Merah Putih, bukanlah sebuah kekuatan yang menakutkan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang berasal dari kawasan yang sama seperti Uzbekistan yang memiliki kekuatan lebih baik dari Indonesia, atau Tajikistan dan Kyrgiztan yang memiliki kekuatan selevel Indonesia, Turkmenistan tidaklah sekuat mereka.
Meskipun dipastikan akan sulit saat bersua dengan Turkmenistan yang mengusung persepakbolaan modern bergaya Eropa, namun dengan materi pemain yang dimiliki oleh Timnas U-23, kans untuk memenangi laga melawan Turkmenistan akan terbuka lebar.
Sejatinya, tak ada grup yang mudah dalam kualifikasi Piala Asia U-23 kali ini. Namun, jika melihat konstelasi grup yang telah terbentuk, maka tak ada salahnya jika kita sedikit bersyukur bahwa Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan dan Turkmenistan yang bukanlah kekuatan utama persepakbolaan benua ini. Optimis lolos!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Momen Jordi Amat Dua Kali Tekel Lionel Messi hingga Terguling-guling
-
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 Qatar: Timnas Indonesia Dapat Durian Runtuh!
-
Pemain Termahal Indonesia Vs Argentina Ternyata Bukan Lionel Messi, Ini Sosoknya
-
Menarik! Cerita Emiliano Martinez Pertama Kali Main di Stadion Utama Gelora Bung Karno
-
CEK FAKTA: Benarkah Thailand Mengajak Indonesia Tanding Ulang?
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!
-
The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat
-
Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator
-
Dilema Green Jobs: Solusi atas Krisis Iklim atau Ancaman Ekstraktif Baru?
-
Review SCTV: The Greatest Show You've Never Heard Of, Jejak Tawa Legendaris