Nasib berbeda dialami oleh Indonesia dan Malaysia di momen FIFA match day bulan Juni 2023 mendatang. Jika Timnas Indonesia sukses mendatangkan dua lawan yang berkelas seperti Palestina dan Argentina untuk pertandingan tanggal 14 dan 19 Juni 2023 nanti, tidak demikian halnya dengan skuat Harimau Malaya. Untuk pertandingan FIFA match day bulan Juni 2023 mendatang, mereka justru mengalami penurunan alias downgrade lawan yang akan dihadapi.
Sejatinya, Malaysia telah menyiapkan laga uji coba melawan Yaman pada FIFA match day mendatang. Namun, karena skuat Yaman lebih diprioritaskan untuk gelaran WAFF U-23 2023 di Iraq, maka pada akhirnya Yaman membatalkan rencana uji coba pertandingan tersebut.
Batal melawan Yaman, federasi sepak bola Malaysia, FAM langsung bergerak cepat dengan mencari lawan alternatif. Akhirnya, dua calon lawan mengkonfirmasi kesediaannya untuk bermain melawan Malaysia pada bulan Juni mendatang, yakni Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.
Meski sama-sama memiliki peringkat FIFA yang lebih rendah daripada Malaysia, namun beralihnya lawan mereka dari Yaman ke Papua Nugini dan Kepulauan Solomon sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah downgrade bagi negeri jiran.
Jika kita berpijak dari daftar rangking yang dirilis oleh FIFA, kita akan mendapati bahwa Kepulauan Solomon memang memiliki peringkat yang lebih baik daripada Malaysia.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Melangkah ke Piala Asia U-23 dengan Rekor Fantastis
Peringkat FIFA Kepulauan Solomon saat ini berada di posisi 134 dunia, atau terpaut lima tangga dari Malaysia yang berada di peringkat 138 dunia. Namun, perlu diingat, konfederasi tempat Kepulauan Solomon menginduk, yakni zona oceania tidak memiliki iklim persepakbolaan yang kompetitif, sehingga rangking lebih tinggi yang mereka dapatkan saat ini bukan sebuah representasi dari kekuatan sepak bola yang sebenarnya.
Pun demikian halnya dengan Papua Nugini. Saat ini, mereka menduduki peringkat 159 dunia, dan berasal dari konfederasi yang sama dengan Kepulauan Solomon. Jadi, bisa dilihat, kekuatan Papua Nugini saat ini yang lebih rendah daripada Malaysia, dan berasal dari konfederasi dengan koefisien kompetisi yang rendah, membuat mereka dapat dikatakan memiliki kualitas yang berbeda dengan benua Asia ataupun Asia Tenggara tempat Malaysia menginduk.
Hal ini tentu berbeda dengan iklim kompetisi yang ada di Asia Barat, tempat Yaman berada. Selain memiliki kualitas yang baik dan koefisien yang lebih tinggi, iklim pertandingan di sana pun jauh lebih kompetitif daripada dua calon lawan yang akan dihadapi oleh Malaysia.
Sepertinya kita harus bersyukur ya, kali ini Timnas Indonesia mendapatkan lawan yang bagus untuk FIFA match day!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Sembari Nunggu My Royal Nemesis, Intip 5 Drama Rom-Com Heo Nam Jun Ini!
-
Ironi Tumpukan Sampah Makanan di Negeri yang Kelaparan
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Masjid Baiturrahman, Tempat Melepas Penat di Tengah Kesibukan Kota Semarang
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan