Bulan Juni 2023 ini timnas Indonesia akan kedatangan dua tamu istimewa guna menjalani agenda FIFA match day. Tamu pertama, merupakan sang saudara jauh asal Timur Tengah, Palestina yang akan menjalani uji coba melawan skuat Garuda pada tanggal 14 Juni 2023 mendatang, sementara tamu kedua, merupakan jawara Piala Dunia 2022, Argentina yang akan menjalani pertandingan persahabatan pada tanggal 19 Juni 2023.
Meskipun pertarungan melawan Argentina di tanggal 19 Juni mendatang menjadi fokus bagi banyak kalangan, namun sejatinya pertandingan melawan Palestina di tanggal 14 Juni nanti juga menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh federasi, terlebih sang ketua umum Erick Thohir.
Bagi seorang Erick Thohir, mempersiapkan laga melawan tim sebesar Argentina merupakan sebuah hal yang penting. Namun, pertandingan kontra Palestina lima hari sebelumnya, juga menjadi salah satu fokus perhatian bagi dirinya untuk dipersiapkan sebaik mungkin.
Hal ini tak lepas dari status laga ini yang merupakan pertarungan pertama skuat Garuda semenjak PSSI beralih kepada dirinya. Disadur dari laman suara.com, Erick Thohir secara resmi terpilih sebagai ketua umum federasi sepak bola Indonesia pada bulan Februari 2023 lalu, sehingga laga melawan Palestina merupakan pertandingan pertamanya menjamu tim luar negeri di kandang.
Saking memandang pentingnya pertandingan perdana ini, Erick Thohir bahkan tak segan untuk melakukan kroscek langsung ke Gelora Bung Tomo, tempat pertandingan ini dilangsungkan. Selain mengecek kesiapan panitia penyelenggara, dalam beberapa foto yang tersebar di internet, Erick Thohir juga kedapatan mengecek kualitas lapangan GBT secara langsung guna memastikan kelayakan venue pertandingan perdana Timnas Indonesia di era kepemimpinannya.
Ibarat kalimat pengalaman pertama akan selalu meninggalkan kesan di seluruh sisa hidup, Erick Thohir ingin laga melawan Palestina nanti benar-benar berlangsung dengan lancar dan memuaskan. Karena bagaimanapun, jika dirinya beserta jajaran mampu memberikan kesan terbaik dalam pertandingan ini, maka bisa dipastikan pertandingan-pertandingan berikutnya akan menjadi lebih baik lagi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan di pertandingan melawan Palestina ini.
Dengan persiapan yang demikian rapi dan serius, kita tinggal menunggu bagaimana hasil kerja keras Erick Thohir dan jajarannya di FIFA match day bulan Juni antara Timnas Indonesia melawan Palestina nanti.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
Artikel Terkait
-
Sandy Walsh Curhat Soal Kondisinya Terkini, Ambisinya untuk Bela Timnas Indonesia Bikin Merinding
-
Exco PSSI: 40 Ribu Tiket Timnas Indonesia Lawan Palestina Terjual Habis
-
Jelang FIFA Matchday Timnas Indonesia Lawan Argentina, Lionel Messi Batal Datang?
-
VIRAL! Lionel Messi Batal Datang ke Indonesia, Suporter Timnas Auto Ngamuk, Cek Faktanya
-
Shin Tae-yong Coret Sandy Walsh dari Skuat Timnas karena Cedera Betis
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
Terkini
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban