Jepang dan Korea Selatan menjadi dua negara terbaik dalam gelaran Piala Asia U-17 yang kini tengah berlangsung di Thailand. Selepas menjalani pertarungan ketat nan melelahkan melawan tim-tim terbaik benua Asia, kedua raksasa sepak bola dari Asia Timur tersebut kini tinggal menuntaskan pertarungan terakhir demi bisa meraih label sebagai juara U-17 di benua Asia edisi kali ini.
Namun sayangnya, di balik kesuksesan keduanya menapaki jalan final, terselip sebuah handicap besar dalam tim mereka, berupa rapuhnya lini pertahanan dalam perjalanan menuju puncak gelaran. Jika kita melihat perjalanan dari kedua raksasa ini, baik Jepang maupun Korea Selatan, pernah menuai handicap besar saat menjalani fase penyisihan grup beberapa waktu lalu.
Dimulai dari Jepang yang menghuni grup D dalam gelaran ini, The Samurai Blue yang satu grup bersama dengan Uzbekistan, India dan Vietnam, merasakan sebuah tamparan besar di lini pertahanan mereka saat melakoni laga pamungkas di fase penyisihan grup. Jepang yang sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Uzbekistan dan menang meyakinkan 4-0 kala melawan Vietnam, harus merasakan kebobolan empat kali dari India di laga pamungkas grup.
Memang, saat itu Jepang menang dengan skor telak 8-4 atas India, namun perlu diingat, pelatih mana dan tim mana sih yang mau kebobolan empat gol dalam satu pertandingan? Sebuah handicap yang tentu akan dianalisis oleh sang calon lawan, bahwa ternyata pertahanan Jepang U-17 tidaknya sekokoh yang diperkirakan oleh banyak kalangan.
Nasib lebih tragis lagi justru dialami oleh Korea Selatan. The Young Taegug Warriors yang tergabung di grup B, memiliki handicap yang bisa dikatakan lebih parah daripada sang calon lawan. Korea Selatan yang berada di grup B bersama dengan Qatar, Afghanistan dan Iran, sampai harus merasakan kekalahan di partai terakhir babak grup.
Setelah memanen sepuluh gol dari dua laga pertama grup, Korea Selatan justru tampil anti-klimaks di partai terakhir melawan Iran. Raksasa Asia Timur tersebut harus terbenam dari sang lawan dengan skor dua gol tanpa balas, dan uniknya lagi, dua gol Iran tercipta hanya dalam tempo dua menit saja, yakni pada menit ke 18 dan 19.
Meskipun digadang-gadang merupakan dua tim terbaik dalam gelaran, namun Jepang dan Korea Selatan yang kini bersaing memperebutkan label juara, ternyata memiliki kelemahan di lini pertahanan masing-masing. Lantas, bisakah sang lawan memanfaatkan celah itu? Kita tunggu saja partai finalnya!
Baca Juga
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Piala Asia U-17 Matchday 1: Pasukan Garuda Muda Berjaya di Tengah Raihan Minor Wakil ASEAN
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
4 Skema Warisan STY di Timnas U-17 yang Sukses Jungkalkan Korea Selatan, Apa Saja?
Artikel Terkait
-
Tersentuh Dikuatkan Fans Saat Manggung di Jakarta, Jay B Spoiler Album Baru
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Nova Arianto Bisa Tersenyum, Pelatih Yaman Tak Tahu Pakai Strategi Buat Kalahkan Timnas Indonesia
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
Hobi
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror