Menulis merupakan aktivitas yang menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan mengolah rasa. Membuat artikel agar bisa dinikmati oleh para pembaca merupakan perjuangan yang sarat tantangan. Diawali dengan menemukan ide segar, menyusun kalimat menjadi narasi yang indah sesuai kaidah penulisan kemudian melakukan self editing berharap agar artikel lolos kurasi.
Sebelum dinikmati oleh para pembaca, artikel akan dicicipi oleh editor yang akan menentukan nasib sebuah tulisan. Karena itu diperlukan kemampuan yang memadai dan kesabaran yang tinggi agar artikel bisa diterima oleh editor dan segera terbit mewarnai halaman platform digital.
Mengutip dari instagram yoursay_id, berikut lima tips yang dibagikan oleh editor agar tulisan segera terbit:
1. Judul gereget dan unik
Judul artikel merupakan pintu masuk bagi sebuah tulisan, beberapa untaian kalimat yang pertama kali diintip oleh para pembaca bahkan dengan mudah terindeks oleh google. Judul artikel yang mengundang pertanyaan dan membuat penasaran akan menggiring para pembaca untuk menelusuri bait-bait artikel berikutnya, selain itu dapat mengundang minat editor untuk meliriknya.
Oleh karenanya, membuat judul yang unik dan menarik menjadi kewajiban bagi seorang penulis artikel. "Buat judul yang gereget dan unik, biasanya bikin aku suka lirik," kata kak Hayuning, yang rajin dan teliti melirik judul artikel member di Yoursay.id.
2. Hindari plagiasi dan typo
Memang tidak elok bahkan sangat memalukan jika seorang penulis artikel dikatakan sebagai plagiator karena mencuri karya orang lain. Membuat karya original lebih bermartabat, jangan pernah melakukan plagiasi agar artikel kita menjadi berharga dan penuh makna. Jika membutuhkan bantuan ide dari para ahli atau profesional sebagai inspirasi untuk menguatkan artikel, sebutkan sumbernya.
BACA JUGA: 3 Manfaat Memahami Teknik Cold Reading yang Bisa Latih Rasa Empatimu
Penggunaan tata bahasa yang baik dan menghindari typo diperlukan agar tidak terjadi kesalahan persepsi. "Kunci utamanya hindari plagiasi dan typo, kasih perhatian lebih sama tata tulis, jangan lupain sumber. Good luck to you!" ucap kak Ayu, yang bertanggungjawab penuh terhadap keaslian artikel di Yoursay.id.
3. Kebebasan memilih topik
Harus diakui bahwa penulis artikel sedang berusaha membangun Personal Branding melalui penyajian topik yang menarik dan berkualitas. Secara demokratis, editor memberikan kebebasan kepada penulis untuk memilih topik artikel yang sesuai dengan passion masing-masing, beragam topik yang variatif atau konsisten pada satu topik tertentu dengan mengingatkan kembali tentang celah terjadinya typo.
"Coba menulis berbagai macam topik, tapi kalau mau konsisten ya nggak masalah, yang penting no typo, aku pantau terus, nich!" ujar kak Candra, yang rajin memantau perkembangan artikel.
4. Akun dan ketentuan penulisan
Syarat utama menjadi member pada platform digital berbasis User Generation Content, mewajibkan setiap penulis untuk membuat akun dan membaca ketentuan penulisan artikel. Menulis artikel sesuai minat masing-masing dan peka terhadap trend yang sedang berkembang membuat artikel selalu update, dan dibutuhkan kesabaran ketika menunggu artikel submit untuk segera ditayangkan.
"Resep simpel lolos kurasi di yoursay: Bikin akun, baca ketentuannya (full ya jangan setengah-setengah), peka sama trend, tulis, submit, dan terakhir adalah sabar," ucap kak Hikmawan yang simpel dan sabar membaca trend artikel.
5. Pantang menyerah
Menulis artikel adalah bagian dari perjuangan melewati berbagai tahapan dan tantangan. Sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan perhitungan dan pertimbangan. Menikmati setiap tahap penulisan artikel akan menciptakan sebuah perjalanan yang menyenangkan.
Jangan pernah menyerah meskipun gerah, submit terus artikel pilihan karena editor menunggu tulisan-tulisan terbaik kita. "Jalan-jalan ke Priangan, mampir makan sate merangi. Lelah boleh menyerah jangan. Kami tunggu artikelmu lagi," kata kak Hernawan yang berbagi pantun support kepada penulis.
Thanks you editor, telah spill ramuan manjur penulisan artikel yang sangat bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menjawab Keraguan Gen X Lewat Saksi Bisu Kebersamaan Tim Futsal
-
Kaum Intelektual Kudu Ngerti kalau 'Literasi bukan Sekadar Calistung' Mulu
-
Karakteristik Schadenfreude dalam Psikologi Massa Sound Horeg
-
Tokoh Perempuan di Balik Sukses Ki Hajar Dewantara Pertahankan Taman Siswa
-
Tumbuhkan Jiwa Patriot lewat Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara
Artikel Terkait
Hobi
-
Kembali Ungkit STY, Mantan Mertua Pratama Arhan Kritik John Herdman!
-
Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026
-
Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?
-
Jelang MotoGP Aragon: Sederet Rider Ini Masih Berburu Kemenangan Pertama
-
Rapor Uji Coba Timnas U-20: Mampukah Pengalaman Nova Arianto Redam Ketangguhan Australia?
Terkini
-
Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak
-
Bukan Sekadar Cameo, Transformasi Agnez Mo di Reacher Season 4
-
Salah Jurusan Bukan Dosa: Menggugat Stigma pada Pilihan di Usia Muda
-
Perang Belum Usai, 1,6 Juta Anak Ukraina Disebut Masih Terpisah dari Keluarga
-
Lebih dari Sekadar Remake: Ayah, Aku Mau Cerita Buktikan Sinema Bisa Memanipulasi Realita